Jodohku Sahabat Kecilku

Jodohku Sahabat Kecilku
Part 6 (Sekolah)


__ADS_3

Matahari telah tampak dan ayam mulai berkokok, tampak lah seorang gadis tengah menguncir rambut pirang miliknya (Keila).


"Tinggal di kasih jepit deh," ucap Keila.


"Selesaii," lanjutnya lagi.


Kemudian Keila turun menuju meja makan untuk sarapan bersama.


"Pagi all," sapa Keila turun dari tangga.


"Pagi sayang, wahh cantik nya anak bunda," puji Bunda Astrid tengah duduk dan menatap Keila.


"Hhh makasih Bundahara," jawab Keila sambil menarik kursi untuk duduk.


"Ayah sama Bang Kenzi kemana bun," tanya Keila.


"Kalo Ayah udah ke kantor kata nya ada urusan mendadak dan kalo Kenzi mungkin lagi siap-siap," jelas Bunda Astrid.


Keila hanya ber OH saja. Selang beberapa menit tampak lah Kenzi tengah menuruni anak tangga dengan tas di pundak nya.


"Pagi Kei, Bun," sapa Kenzi menarik kursi untuk duduk.


"Pagii," jawab keduanya serempak.


"Makan dulu yok, entar terlambat," ajak Bunda Astrid.


"Iya Bang buruan ntar Keila telat gimana? secara Abang kan kalo makan lama+banyak lagih," seru Keila.


"Iye Jubaedah," jawab Kenzi mulai memakan dengan porsi yang buanyak.


Swtelah usai dengan sarapan nya Kenzi dan Keila berpamitan untuk ke sekolah dan ke kampus.


-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


Kini kedua nya telah sampai di depan gerbang SMA Merah Putih yang berpagar tinggi dan juga sangat lah besar.


"Gilakk bang gedek banget sekolahan nya, kok Ayah nggak pernah bilang yakk," ucap Keila turun dari motor lalu memutarkan tubuhnya.


"Iyee, kita bener-bener jadi orgil, ehk orkay (orang kaya) maksudnye hh," jawab Kenzi menatap kagum ke gedung bertingkat tersebut.


"Ya kali kita orgil, ngadi-ngadi lu kalok ngomong bang," balas Keila.


"Hh iya yak, dah sono masuk gih keburu bell, Abang mau ngampus dulu," suruh Kenzi.


"Hati-hati ye Bang, Keila masuk dulu," izin Keila menyalimi tangan Kenzi.


"Iyee tenang ae, alAbang berangkat yak," ucap Kenzi lalu langsung tancap gass.


"Yee kebiasaan langsung pergi baek," gumam Keila lalu masuk kedalam sekolah elit tersebut.


Saat berada di gerbang, pak Rahman selaku satpam di sana menyapa Keila, beliau sudah tau kalau Keila adalah anak dari pemilik sekolahan ini.


"Pagi non," sapa pak Rahman (satpam).


"Pagi pa--k? seru Keila.


"Nama saya pak Rahman non," jawab pak Rahman.


"Ohh iya, jangan panggil saya NON dong, panggil aja Keila," pinta Keila.


"Ahh iya nak Keila," jawab pak Rahman.


"Kalo begitu Keila masuk dulu ya," pamit Keila sambil melambai kan tangan nya.


"Iya non, ehk nak Keila maksudnya," balas pak Rahman.


Aaat ingin masuk kedalam gedung tersebut, Keila sempat mendengar kalau selain dirinya ada murid baru.


"Whk-ehk kalian tau ngga? kata nya di sekolahan kita ada murid baru loh, dua orang sekaligus malahan," seru si A kepada si B.


"Wahh yang bener luh, laki semua apa perempuan semua nih?" tanya si B.


"Kalo gue denger-denger si laki-laki satu, sama cewek satu," jelas si A dan di angguki oleh si B.


"laki-laki? siapa yah," guman Keila saat tak sengaja mendengar obrolan tersebut.


Lalu keila memutuskan untuk mencari ruang kepsek, saat di tengah jalan.


brukk!


Keila terjatuh karna ada orang yang menabrak nya.


saat Keila mendongak kan wajah nya, keila terkejut ternyata yang menabrak nya adalah orang yang menabrak nya tempo lalu di mall (Langit).


"Hadehh lu lagi, kagak bosen-bosen nya ape nabrak gue muluk," kesal Keila berusaha Langit.


"Ngga sengaja," singkat Langit.


Saat Keila sedang memarahi Langit tiba-tiba muncul seseorang lalu menghentikan pertikaian tersebut.


"Ehk apa-apan ini? kenapa ribut-ribut," potong Angga kepada mereka berdua.


Angga Diko Liando adalah ketua osis di SMA Merah Putih, memiliki tubuh yang cool, putih, gans, pintar, baik, agak dingin si tapi kadang-kadang.


"Cewek resek ini," ucap Langit sambil menunjuk kearah Keila.


"Enak aje lu kalo ngomong," jawab Keila.


"Gue nanya ngapain berantem?" tanya Angga.


"Dia nabrak gue," sahut Keila.


"Ngga sengaja!" jawab Langit singkat.


"Udah-udah sekarang lu berdua masuk kelas, ehk bentar-bentar anak baru yak," tanya Angga dan di angguki oleh mereka berdua.


"Mau ke ruang kepsek kan yah, yok gue anterin" lanjut Angga dan lagi-lagi diangguki oleh mereka berdua.


Mereka bertiga pun menuju ruang kepsek lalu mereka masuk (cuman Langit sama Keila yah, si Angga udah ke kelas nya.)


lalu mereka pun duduk di kursi. "Kalian murid baru yah," tanya pak Hito selaku kepsek.


"Iyaa," jawab Keila tapi Langit hanya bedehem.


"Nak Keila pindahan dari bandung dan nak Langit pindahan dari New York," tanya pak Hito.


"Bentar-bentar Langit? kLKok sama kayak nama nya pinguin Jelek? Apa dia orang nya, ahh tapi nggak mungkin, kan banyak nama Langit," ucap Keila dalam hati.


"Ke--keila? apa dia Keila yang gue cari? gue bakal cari tahu," ucap Langit dalam hati sambil melirik Keila sekilas.

__ADS_1


"Nah nak Keila nanti di kelas XI Ipa 1, kalo nak Langit di kelas XI ipa 2," ucap pak Hito.


"Bu Dwi tolong anterin Keila ke kelas XI ipa 1," suruh pak Hito.


"Dan buk Sukma tolong anterin langit ke kelas XI ipa 2," suruh nya lagi.


Mereka berdua pun keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke kelas masing-masing.


-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


KELAS XI, IPA 1..


"Pagi anak-anak, sekarang kita kedatangan murid baru, silah kan perkenalkan diri nak," ucap bu Dwi.


"Hai perkenalkan nama saya KEILA LAURENSIA PUTRI (nama belangnya sengaja ngga di sebutin ya guys), saya pindahan dari bandung, salam kenal," Sebut Keila.


".. eleh dari kampung toh ternyata.."


"..dapet beasiswa tuh pasti.."


"..manisnya.."


"..kampungan.."


"..tukang tebar pesona.."


"Shitt diem tidak sepantasnya kalian berbicara seperti itu, karna nak Keila adalah anak dari pak--," ucap bu Dwi tapi langsung di beri isyarat oleh Keila untuk tidak memberitahukan kepada semuanya.


"..alah palingan anak tukang cilok.."


"..buahahahah.." teriak seluruh siswa kelas tersebut.


Keila hanya tersenyum kecut setelah mendengar kata-kata yang menusuk hatinya, baginya sudah biasa hal itu dia nengar bahkan mungkin telinga nye telah kebal.


"Sudah-sudah, sekarang nak Keila duduk di sebelah kiri barisan ke 3 itu ya," suruh bu Dwi lalu di angguki oleh Keila.


skipp.


kring kring kring!


Suara bel telah berbunyi yang artinya seluruh siswa/siswi di perbolehkan untuk beristirahat.


Tapi tidak dengan Keila, gadis itu kini tengah membaca novel kesukaan.


"Hai Keila," ucap seorang gadis lalu duduk di dekat Keila.


"Hai" jawab Keila singkat sambil melirik sebentar kearah gadis ituu.


"Kenalin nama gue CIANTARI ISABELLA lu bisa panggil gue cia," ucap Cia sambil mengalurkan tangan nya.


"Keila," jawab Keila singkat lalu menjabat tangan Cia.


"Fix jadi kita temenan nih," tanya Cia ragu-ragu.


"Lu mau temenan sama gue," tanya balik Keila, pasalnya selama di dalam kelas sepertinya tidak ada yang ingin berteman dengan nya.


"Iya gw mau," jawab Cia.


"Ok kita temenan," balas Keila juga.


"Kalo gitu ke kantin yuu, ngga bosen apa lu di dalem kelas," ajak Cia.


"Yahh kok gitu, setidaknya lu temenin gue aja ya, please lah," mohon Cia sambil memegang tangan Keila.


"Ish iya iyavtapi gue cuman nemenin aja ngga ikut makan, jangan lama-lama tapi," setuju Keila sambil memasuk kan beberapa buku ke dalam tas nya kecuali buku novel kesukaannya.


"Yeay yuk lah kalo gitu," sahut Cia.


Mereka pun keluar kelas menuju kantin. Tibalah mereka di kantin yang tampak ramai.


"Aduhh Kei duduk di mana kita, rame bener," ucap Cia sambil celingak-celinguk mencari tempat kosong.


"Duduk di sana aja gimana," jawab Keila menunjuk tempat duduk paling pojok.


"Yaudah yokk," tarik Cia mereka pun menuju tempat tersebut.


"Lu mau mesen apa Kei? biar gue yang pesenin" tanya Cia.


"Ice coklat satu," Jawab Keila.


"Oke lu tunggu sini," balas Cia lalu pergi menuju tempat pemesanan.


Tanpa Keila sadari ternyata Langit tengah memperhatikan nya dari kejauhan.


"Gueharus cari tahu tentang dia, apa dia beneran Keila yang gue cari atau bukan," ucap Langit dalam hati sambil terus memperhatikan Keila.


"Lu ngapa Lang? Bengong mulu, gue abisin dah nih makanan luh," ucap Leon.


LEON ERLAND FADHILLAH adalah teman sekelas Langit, Langit sebenarnya telah mengenal Leon lama karna Leon adalah anak teman bisbis Papa nya. Leon memiliki sifat yang rada gesrek, baik, agak pinter lah, perhatian, memiliki postur tubuh cool, kulit putih, tinggi dan wajah yang gans.


"Paan si lu? Diem aja," tegas Langit sambil terus memperhatikan Keila.


"Galak amat lu, lagi liatin paan si?" tanya Leon sambil celingak-celinguk mencari objek yang Langit perhatikan sejak tadi.


sedangkan Langit hanya acuh akan hal itu.


"Oh lagi liatin murid baru, napa naksir lu? tanya Leon sambil menyenggol pelan pundak langit.


"Nggak, cuman penasaran aja," ucap Langit.


"Penasaran apanya," heran Leon.


"Nama nya kek sahabat gue dulu yang pernah gue ceritain ke elu," jelas Langit.


"Yaelah cuman nama aja yang sama," santai Leon.


"Ya makanya gw liatin dia terus, pokoknya lu harus bantu gue," tegas Langit.


"Ok dah, tapi lu harus traktir gue tiap hari,mau ngga lu?" tanya Leon.


"Gampang," singkat Langit.


"Tapi sebelum itu lu harus temenin gw ke bandung, buat cari temen gue yang namanya KEILA," lanjut Langit.


"Gampil dah," balas Leon sambil makan.


-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


"Kok lama banget," ucap Keila yang melihat Cia membawa dan meletakkan ke meja.

__ADS_1


"Ya sorii antri tadi," jawab Cia.


"Hm," Balas keila.


Mereka pun makan dan minum di kantin sampai bell berbunyi.


kring kring kring !


"Yahh udah bell, padahal kan belum habis," ucap Cia menatap semangkuk Soto tersebut.


"Beli lagi ntar, masuk yukk," ajak Keila.


"Iya deh," Pasrah Cia.


Mereka pun menuju kelas untuk pelajaran selanjutnya tapi saat berada di tengah jalan, Keila yang tengah asik membaca novel sambil berjalan tak sengaja menabrak seseorang.


brukkk!


"Aduhh, kalo jalan pakek mata dong," ringis Seseorang.


"Uh maaf kak saya ngga sengaja, mari saya bantu," ucap Keila mengalurkan tangan nya.


"Eluu," ucap orang yang di tabrak Keila tadi.


"Elu yang nabrak gue tempo lalu di taman kan, berani-berani nya lu ya nabrak gue lagi," maki Diandra.


DIANDRA SAHADEWA adalah orang yang pernah di tabrak oleh Keila tempo lalu saat di tamanv(inget nggak), memiliki paras cantik, rambut panjang, kulit putih, yang sifat nya julit, sombong, jahat dan tukang bully.


"Maaf kak sekali lagi, saya bener-bener ngga sengaja," Maaf Keila.


"Gue ngga butuh maaf lu, sekarang lu harus gue kasih pelajaran gadis miskin," ungkap Diandra tersenyum jahat.


Saat Diandra ingin menyeret keila tiba-tiba bu Dwi datang.


"Apa-apaan ini kamu mau apain Keila Diandra?" tanya bu Dwi.


"Waya mau kasih dia pelajaran bu," ungkap Diandra.


"Karna dia udah nabrak saya," lanjut nya lagi.


"Tapikan Keila ngga sengaja kak," potong Cia.


"Tuu kan Keila ngga sengaja Diandra, ngga seharusnya kamu hukum dia," jelas bu Dwi.


Saat Diandra ingin menjawab, teman nya langsung berbisik kepadanya.


"Turutin aja, nanti pas pulang sekolah kita bales dendam," bisik Celsi kepada Diandra.


CELSI FERONIKA AGUSTIN adalah sahabat Diandra yang memiliki sifat yang sama seperti Diandra, memiliki mata yang sipit, rambut panjang, postur tubuh yang ideal.


Setelah mendengar itu Diandra langsung tersenyum smirik.


"Dah lah saya mau ke kelas dan buat lu gadis miskin gue bakal bales dendam," jahat Diandra lalu langsung pergi menuju kelas.


"Yaudah yuk kita masuk, udah bell," ajak bu Dwi.


Mereka pun masuk ke kelas dan memulai pelajaran.


skipp.


Bell pulang sekolah pun telah berbunyi dan kini Keila dan Cia tengah menunggu di halte.


"Lu nunggu siapa Kei?" tanya Cia.


"Lagi nunggu Abang gue, kalo lu?" jawab Keila.


"Lagi nunggu nyokap gue," balas Cia.


"Oh," ucap Keila.


"Ehkk Ci, yang tadi itu siapa ya?" tanya Keila.


"Yang mana?" tanya balik Cia.


"Yang tadi gue tabrak," jawab Keila.


"Oh itu nama nya Diandra, dia anak nya pak Hito(kepsek) dia kakak kelas kita," jelas Cia.


"Kok anak nya kepsek kelakuan nya kek gitu?" kepo Keila.


"Biasalah tukang bully, kalo ada yang berani ngelapor ke kepsek bisa dihajar habis-habisan kita sama Diandra," ungkap Cia.


"Loh emang bokap nya ngga tau kelakuan anaknya," tanya Keila lagi.


"Ya kagak lah, orang setiap kali kalo Diandra buat ulah semua orang harus tutup mulut biar ngga ketahuan bokapnya," sahut Cia dan Keila hanya ber OH saja.


Selang beberapa menit tampak mobil yang berhenti di depan mereka, itu adalah mobil ibunya Cia.


"Kei gue udah di jemput, lu nggak mau ngikut?" tanya Cia.


"Ngga ah gue lagi nunggu abang gw, lu duluan aja," suruh Keila.


"Yaudah lu hati-hati ya, gue pulang dulu," pamit Cia lalu masuk kedalam mobil.


"iyaa," balas Keila.


Mobil itu pun mulai menjauh dan tinggal Keila seorang diri berada di sana.


"Mana sih bang Kenzi?" gumam Keila.


bukkk!


Keila langsung pingsan, tiba-tiba saja ada orang yang memukul Keila dari belakang.


"Cihh lemah, bawa masuk ke gudang, mumpung pak Rahman nya lagi ke toilet," suruh Diandra kepada temannya (Celsi).


"Bantuin goblok biar cepet," oceh Celsi.


"Iyee," balas Diandra.


Mereka pun membawa Keila kedalam gudang tanpa sepengetahuan siapa pun..


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2