Jomblo Ku

Jomblo Ku
diperjalanan


__ADS_3

Perkenalkan namaku Hamid Alqory, aku dianugrahi tubuh yang tinggi dan berkulit sawo matang. Kalo kamu namanya siapa? tapi nanti dah kita kenalannya iya, tapi sekarang saya mohon ijin iya sama kamu, iya kamu yang cantiknya kelewatan dan gantengnya kelebihan, aku mau cerita sama kamu ni, tentang masa lalu ku ketika aku masih kuliah di pakultas swasta di Mataram NTB. Mungkin kamu kira aku akan cerita tentang kisah percintaanku lalu aku diputusin atau ditinggal nikah sama kekasihku lalu aku sedih, bukan, kamu salah! iya kamu salah besar, karena cerita yang aku mau sampaikan ini lebih menyedihkan dari pada kisah Zainudin dan Hayati atau seperti kisah drama korea. Iya benar lebih sedih dari pada kisah percintaan. Gak percanya? Iya udah aku mulai kisahnya ketika aku mau berangkat dari rumah saya yang di lombok timur menuju kos-kosan saya di Mataram, kita mulai kisah ceritanya:


Tahun 2017 tepatnya jam 16.30 sore aku siap-siap mau berangkat ke Mataram, sebelum aku mau berangkat aku pergi pamitan sama orang tuaku


“ buuu… aku berangkat dulu iya ke Mataram “


“ iya " jawab ibu ku


“ ayah mana bu “


“ ayah mu masih di sawah “ maklumi lah bagi seorang petani kalo jam segitu masih di sawahnya.


“ kalo gitu aku berangkat dulu bu ”

__ADS_1


“ iya hati-hati di jalan “ kata ibu ku memperingati anak kesayangannya ini hehehehe.


Aku mulai menghidupkan motorku dan pergi meninggalkan rumahku yang begitu nyaman demi masa depanku dan mimpiku. Di perjalanan aku melihat kalo bensin motorku sudah mau habis jadi aku masuk ke pertamina, iya jangan tanya, kenapa saya masuk ke pertamina, iya pasti mau isi bensin lahhh. Ok besin motor sudah terisi penuh dan aku melanjutkan perjalananku. Perjalananku menuju Mataram, aku nikmati dengan sepenuh hati, di temani dengan suguhan pemandangan matahari yang mau terbenam, ini alasan saya kenapa saya pilih berangkat sore ke Mataram, kenapa tidak pagi atau siang saya berangkat, iya itu tadi, supanya aku bisa nikmati keindahan alam yang dihadirkan oleh tuhan.


Namun keindahan itu hilang ketika aku melihat pengendera motor yang lain di depanku yang bergonjengan dengan pasangannya. Aku bergerutu “ kapan aku seperti orang-orang itu yang hidupnya begitu sempurna, yang hari-harinya penuh warna dengan pasangannya, sedangkan aku kemana-mana hanya sendiri, setiap waktuku,aku habiskan dengan kesendirian “ yang aku merasa iri dengan mereka yang begitu mudahnya mendapatkan kekasih.


Di perjalanan yang begitu terasa berduka dengan diri sendiri, tiba-tiba Hpku berdering “ telulut…telulut “ di saku jelanaku. Iya aku ambil dong HPku. Pasti kamu mau ngingetinkan dak boleh angkat telepon kalo lagi berkendara, tenang aja, aku berhenti sejenak kok untuk angkat telepon. Aku lihat siapa yang nelpon ternyata temanku Habibullah, aku angkat teleponnya, nanti kalo aku dak angkat dikirain saya sombong, udah jomblo sombong lagi, aku dak mau lah dikira seperti itu, muskipun jomblo aku tetap jadi orang yang rendah hati.


“ halloooo “ sapa temanku ini ditelepon sambil nada suara yang keras seperti orang yang lagi marah, tapi jangan salah sangka iya emang gitu orangnya, bukannya iya lagi marah.


“ posisi “


“ aku lagi di jalan ni “

__ADS_1


“ ooo ok ok “


“ kamu dimana tuu “ aku tanya Habib


“ masih di rumah ni “


“ dak berangkat ke Mataram “


“ iya ni baru mau berangkat “


“ ok lah kalo gitu, nanti kita ketemu dikos iya “


“ ok ok “

__ADS_1


Temanku Habibullah ini adalah teman baikku, dia tinggalnya di lombok tengah, aku satu kos denganya, iya kalo kalian penasaran dengan ciri-ciri orangnya, iya dia sepertiku sih, tinggi, kulit sawo matang namun bedanya iya agak gantenglah sama saya. Tapi jangan pikir iya, gara-gara dia agak ganteng dariku nasipnya beda dengan ku, iya! Nasip kami berdua itu sama, #jomblo senasip.


__ADS_2