
Mata kuliah pak Awing berakhir, kami semua keluar meninggalkan kelas, yang berada di lantai 3, dengan menuruni satu-persatu anak tangga. Saat kami keluar kelas, kami semua kayak bebek yang di lepas dari kandangnya, iya kamu taulahhhh, kalo kamu punya kandang bebek, ketika bebek kamu lepas dari kandangnya gimana ributnya, itulah kami sekelas! bercanda, tertawa, teriak tanpa sebab! tapi itu semua adalah kenangan yang tidak bisa aku lupakan, ketika saya masih kuliah.
Tapi ada satu temen cewek kelasku yang jutek banget, jarang tertawa, kayak gak ada gairah hidupnya, gitu! Namanya Maini, orangnya cantik, putih, tinggi, sempurna deh kalo menurut saya. Temanku Habibullah sering banget godain dia, walau selalu dicuekin. Pada saat kami semua yang laki-laki bercanda-canda dengan asyiknya, sambil berjalan keluar. Habibullah yang melihat Maini diem aja, Habibullah menggodanya
“ Mainiii “
Habibullah menyapa Maini yang berjalan didepan kami, para laki-laki perkasa. Maini diem aja, kayak gak ada yang menyapa gitu, kami semua pada saat itu di anggap kayak jin, iya, beneran! Kami ada, kami nyata, tapi kami semua di mata Maini pada saat itu kayak gak ada, kesel gak kamu? Kalo aku gak! Kenapa? Iya, Muskinpun tingkah Maini begitu, tapi bagi kami yang jomblo, itu adalah hiburan tersendiri bagi kami.
Habibullah gak menyerah untuk menggoda Maini.
“ Mainiiii, kok cuek banget sih, hihihi “ sambil dia ceki-kinkan
Maini masih menghiraukan godaan Habibullah, tapi Habibullah gak menyerah menggodanya. Kami semua sampai di pintu gedung kampus, kami semua langsung keluar ke halaman kampus. Habibullah masih saja menggoda Maini
“ Maini, cantikkk “ kata Habibullah yang terus menggoda Maini
“ kamu ni gak lelah-lelahnya ganguin saya “ respon Maini
“ Maini tambah cantik deh, kalo lagi marah “
__ADS_1
“ trusss “
“ iya, gak ada “ jawab Habibullah sambil tertawa
“ ya udah sana-sana “ Maini mengusir Habibullah dari dekatnya dengan mengerakkan tangannya yang mengusir.
Habibullah yang melihat kami semua pergi ke warung dekat kampus, diapun berhenti menggoda Maini dan langsung berlari kearah kami semua yang pergi ke warung dekat kampus.
Saya dan semua teman kelas yang laki-laki ngumpul di warung dekat kampus, hanya sekedar untuk ngemil-ngemil. Tiba-tiba teman cewek kelasku yang bernama Ayumi dan Lihis datang bergabung sama kami, yang lagi ngumpul-ngumpul. Ayumi duduk deket Habibullah dan Lihis hanya berdiri dekat Ayumi.
“ apa sih, sana-sana, jangan duduk dekat-dekat “ kata Habibullah yang bercanda ke ayumi
“ iya ni Habib sok, udah jomblo sombong
lagi “ kata Lihis ke Habibullah
“ ini ikut-ikut, tu kamu duduk dekat Hamid “ Habibullah menyuruh Lihis
Lihis berjalan ke arahku dan dia langsung duduk didekatku. Aku merasa, sedikit gerogi sih!
__ADS_1
Aku lihat teman-teman yang lain sibuk dengan kesibukannya masing-masing, ada yang lagi main game, ada yang lagi ngerokok dengan santainya, dan ada juga yang mainin HPnya, hanya sekeder menghidupkannya lalu matiin lagi, aku dak tau, apa maksudnya, apakakah liatin balesan SMS dari ceweknya, atau apa? aku bingung!
Kami semua ngumpul di satu area, tapi kami seakan tidak ngumpul, saya merasa, kami dekat, tapi jauh!
“ Lihis, masih ada mata kuliah kita sekarang “ tanyaku
“ masih “ jawab Lihis
“ mata kuliah apa “ tanyaku kembali
“ apa yaaaa, aku lupa, tapi yang aku tau masih ada “
“ anuuu, mata kuliah kita selajutnya pengorganisasian “ jawab Ayumi
“ jam berapa “ tanyaku pada Ayumi
“ jam 01.30 “ jawab Ayumi
“ oooo ” responku sambil aku mengangguk-anggukkan kepala
__ADS_1
Tak lama kemudian azan terdengar , menandakan waktu sholat zuhur tiba, aku dan teman-teman kampus lainnya yang beragama muslim, pergi ke musholla kampus untuk sholat zuhur berjamaah.