
Jam 16.45 sore, Pelajaran bu Ewi usai, kami semua keluar kelas, aku dan Habibullah langsung pulang ke kos-kosan, tapi kalo teman-teman yang lain aku tidak tau? Saat aku sampai di kos-kosan, Habibullah teriak-teriak kayak orang gila, atau kayak orang lagi kemasukan jin? Dia melampiaskan kekesalannya karena kelompoknya yang maju hari itu
“ aahhhhhh, sesat, sesat “ dia ngomong seperti itu kalo dia merasa kesal, bukan apa-apa tapi emang gitu orangnya
Aku yang melihat dia seperti itu hanya bisa ketawain dia “ hahahahahaaha “
Dari pada aku juga ikut gila melihat dia seperti itu lebih baik aku pergi jalan-jalan saja, siapa taukan dapat jodoh hehehehe. Saat aku mau melangkah keluar, aku kasian juga kalo saya tidak ajak dia, dan pikirannya lagi riwet seperti itu, nanti kalo dak diajak tambah stres dia sendirian di kos-kosan, atau malah lebih entar, kalo dia stres repot juga, jadi aku memutuskan untuk mengajaknya
“ dari pada kamu stres disini lebih baik ikut saya jalan-jalan “
“ kemana “
“ aku juga tidak tau, yang penting keluar dulu “
“ otak muu “
“ ya udah kalo dak mau “
“ eeee, ya, ya, aku ikut, tapi pake motormu ya, soalnya motorku habis bensinnya “ sambil dia cengesan
“ iyaa “
Kami berduapun pergi keluar jalan-jalan, sambil represing otak yang lagi stres karena seharian ini belajar terus. Bagi kami orang jomblo hanya itu yang bisa kita lakukan, beda kalo sama kalian, yang mempunyai pasangan, di saat kamu boring atau apa lah itu? Kamu tinggal telpon pacarmu “ yang kamu lagi dimana, jalan-jalan kita ayok “ atau “ yang, aku rindu ni, aku datang ke kos mu yaa “ itu kan kalian! beda sama kami.
“ kemana niiii? “ tanya ku ke Habibullah sambil saya bawa motor di jalan raya
__ADS_1
“ terserah mu ajaa “
“ gimana kalo kita kepantai “
“ ok lahhh, majuuuuuuu “
“ pantai mana tapi “ tanyaku lagi ke Habibullah
“ kita duduk-duduk di pantai ampenan aja “
“ ok ok “
Kami berduapun menuju pantai ampenan. Tak lama kemudian kami berdua sampai di pantai ampenan, kami mendengar suara penjaga parkiran motor “ masuk sini mas, masuk sini mas “ dia mengarahkan kami masuk ke tempat area parkirnya, akupun mengikuti arahannya dengan membawa motorku ke area pakirnya.
Setelah kami memarkirkan motor, kami berdua berjalan ke pantai, dengan berjalan sok cuek, sampai kami lupa sesuatu? Apa yaa? Kok ada yang masih masang di kepala kami, astaga kami lupa taruh helem kami, kami yang menyadari itu, sangat merasa malu, kamipun dak jadi pergi duduk-duduk di pantai ampenan. Kami berduapun kembali ambil motor
Saat itu kami merasa malu banget, sumpah, beneran, kamu bayang kan aja, ketika kamu di posisi kami berdua gimana malunya.
Selesai saya bayar parkir kami berduapun bergegas pergi dari sana, dengan masih sangat merasa malu, bingitttt!
“ kita kemana, jadinya niii? “ sambil aku ketawa-tawa, yang bodoh banget, kok bisa lupa taruh helem
“ aku juga tidak tau “
“ gimana kalo kita ke taman sankareang aja “
__ADS_1
“ ok lahhh majuu “
Saya pun melajukan lari motor menuju taman sankareang.
Taklama kemudian kami sampai di taman sankareang, kami pun duduk disana sambil di temani minuman yang kami pesan di pedakang kaki lima yang ada disana. Kami duduk dengan santainya, kayak bos, yang hidupnya mulus-mulus aja dan melupakan sejenak, kesedihan, dalam kesendirian kami. Walau kami sadar, dimanapun kami pergi, pasti akan selalu merasa iri dengan orang-orang yang kami lihat, yang berjalan-jalan dengan pasangannya sambil bergandengan tangan dan bemesra-raan dengan kekasihnya. Sedangkan kami berdua hanya bisa mengibur diri dengan apa? Kami bingung? Kami tidak tau? Kehidupan kami berdua seakan tidak adil menurut kami berdua. Kami selalu mempertanyakan apa hikmah dari apa yang kami rasakan? Apa pelajaran yang bisa kami ambil dari takdir kami?
“ Bibbb, coba kamu liat, orang-orang yang sama pasangannya “
“ emang ada apa “ Habibullah sok dak ngerti maskud saya
“ kamu gak kepingin kayak mereka-mereka itu, kalo kita pergi jalan-jalan, jalan-jalan berdua sama pasangan kita “
“ nii kan kita jalan-jalan berdua “
“ apun dehhh “ sambil aku menepuk jidadku
“ iyakan, emang kita jalan-jalan berdua inikan “
“ bukan itu maksud saya Bibbb “
“ terus opoooo “
“ lupakan udah “
“ aku ngerti apa maksudmu kawan, tapi orang kayak kita ini bisa apa, kamu mau ngusir mereka pacaran disini? Kan gak mungkin “
__ADS_1
“ emmm, kenapa nasip kita gini-gini amat “ sambil aku menundukkan kepala, yang pasrah dengan perjalanan kehidupanku