
Artefak
Dikatakan bahwa artefak adalah peninggalan leluhur yang mempunyai kekuatan yang sangat
hebat. Pertama yaitu Timeless Shield.
Jika kamu memiliki artefak satu ini kamu tidak akan terkalahkan dalam segi pertahanan, keberadaannya
sudah diketahui banyak orang yaitu di dunia bawah yang tempatnya kumuh dan bau.
Tapi tidak diketahui cara mendapatkannya, bahkan sampai saat ini belum ada yang berhasil.
Dan yang kedua Absolute Command dengan benda ini kamu bisa memerintah dengan kata yang kamu ucapkan,
dan tidak bisa di bantah, yang berada di wilayah hutan Sacred Forest, tempat dimana ras Elf tinggal.
Ketiga Mana Infinite kekuatannya bisa membuat mana pemiliknya tak terbatas.
Tempatnya berada di wilayah Timur di danau kerajaan Obelia.
Artefak satu ini sangat diincar para penyihir tapi belum tau sudah ada yang mendapatkannya
atau belum. Dan yang keempat adalah Destruction seperti namanya kekuatan Destruction adalah menghancurkan
segala sesuatu yang pemiliknya inginkan. Kekuatannya sangat kuat dan mendapatkannyapun tidak mudah,
karena berada di wilayah Nifleheim. Tempat yang dimana para monster pemakan manusia berkembang biak.
Ini hanya sebagian artefak yang diketahui, masih banyak lagi artefak-artefak misterius dan mempunyai kekuatan
hebat lainnya. Sangat beruntung jika kamu mendapatkannya. Oleh Raynor Zepes.
"heh....sangat menarik"
"akhirnya aku sudah membaca semua buku yang ada di perpustakaan ini"
*Didalam buku ini dikatakan benda yang disebut artefak ini memiliki
kekuatan dahsyat, tapi itu berarti ada konsekuensi bagi pemilik yang memakainya kan?.
karena belum ada yang berhasil mendapatkannya jadi tidak diketahui ya?.
Terlebih lagi siapa Raynor? dan kenapa dia mengetahui peninggalan ini bahkan tempatnya?
dan juga bisa saja cerita ini hanya kebohongan dan karangan semata.
Yah sudahlah dipirkan juga tidak akan merubah apapun, kalau kamu mau membuktikannya bukankah
akan lebih bagus jika kamu mencarinya!.*
Bukk! Lucas menutup buku yang dibacanya dan berdiri menatap keluar dari jendela.
"Benar...aku hanya perlu membuktikannya."
"Sebuah petualang yang mencari artefak ya? boleh juga"
*eh tunggu! dua orang itu siapa? eh bukannya lambang itu anggota yang menyebut diri mereka
perintah tuhan yang datang beberapa hari lalu*
Tsk, *karena jauh aku tidak bisa mendengar mereka. Apa yang mereka bicarakan? sangat mencurigakan!
"hoaamm, ah siapa yang peduli. Lebih baik aku pergi tidur" ah lelahnya membaca buku seharian*
Lucas yang melihat dua orang yang berbicara di jendela memutuskan antuk menutup jendela
dan pergi ke kamarnya untuk tidur.
Keesokan harinya
"ayah!" terdengar suara perempuan berteriak dan Lucas terbangun oleh suara itu. Dia penasaran apa yang terjadi dia
bangun dari ranjang dan pergi keluar ruangan kamarnya. Lucas berjalan ke sumber suara itu, semakin dekat semakin berisik.
Ternyata suara itu berasal dari ruangan raja dan Lucas kaget, karena setelah masuk
terdapat ayahnya yaitu sang raja terbaring di tempat tidurnya tidak sadarkan diri dan sudah banyak
orang disana termasuk kedua kakaknya dan pemimpin kelompok perintah tuhan.
ngapain dia disini? ucap dalam hati Lucas
Lucas berlari menghampiri ayahnya yang terbaring dan menanyakan
__ADS_1
apa yang terjadi kepada orang-orang disana. Larche pun menjelaskannya kepada Lucas bahwa
ayahnya diracuni dan jatuh sakit.
Lucas bertanya kapan ayahnya diracuni. Tadi malam, karena ayah suka kebiasaan terbangun dan minum ditengah malam.
Pelakunnya seorang pelayan kerajaan, dia sudah ditangkap dan dia akan dihukum mati hari ini.
Pelayan? apa pelayan berani melakukan yang seperti ini.
Lucas bertanya siapa pelakunya dan Larche menjawabnya "Lylia"
"a..apa!?" Lucas berkata dengan muka terkejut.
*Tidak mungkin kan? Lylia yang itu? dia orang yang baik dan selalu menemaniku ketika aku membaca.
tidak ada gunanya memikirkan hal ini, lebih baik bertanya langsung ke padannya*
Lucas memerintahkan pengawal yang ada disana untuk membawa Lylia kehadapannya,
dan pengawalnya pergi melaksanakan perintah. Setelah itu, penyihir kerajaan Synthia datang
dan mengobati raja dengan sihir penyembuhan, tapi dia tidak bisa menyembuhkan raja.
Dia berkata raja terkena kutukan sihir hitam dang kemungkinan minuman yang diberikan pelayan itu sudah
diberi sihir. Raja hanya bisa disembuhkan dengan ramuan A Thousand Light Year, membuatnya
sangat sulit, membutuhkan Holy Water yang berada di dalam hutan Sacred Forest. Yang membuatnya sulit,
karena air itu di jaga oleh para Elf. Seperti yang kalian tahu para Elf membenci manusia.
Saya bahkan tidak bisa membuatnya saya mohon maafkan saya. Semua orang yang ada disana
sangat murung setelah mendengar perkataan Synthia. Tidak lama kemudian para pengawal
yang diperintahkan Lucas sudah kembali dan membawa Lylia dengan tangannya yang terikat.
"yang mulia pangeran ketiga kami membawanya sesuai peeintah anda"
"kerja bagus"
"sekarang katakan yang jujur padaku Synthia apa benar kamu yang melakukannya" tanya Lucas.
sebelumnya ada dua orang memakai jubah hitam memasuki kamar saya dan setelah itu
saya seperti
dikendalikan oleh orang lain yang mulia. Mohon percaya sama saya, saya tidak mungkin
berani meracuni yang mulia raja"
Jawab Lylia dengan berlutut dihadapan semua orang dengan wajah melasnya.
*jubah hitam!? tunggu kemarin malam memang ada orang yang berjubah hitam dan dia anggota dari perintah tuhan.
bukankah itu berarti...*
"mana ada maling ngaku, jelas-jelas dia pelakunya. Atas nama Tuhan aku berani menjamin
bahwa dia hanyalah membual". teriak pemimpin dari kelompok perintah tuhan yang
membantah omongan Lylia.
*Sudah kuduga, dengan dia berkata seperti itu menunjukan bahwa dia terlibat. Tapi sekarang aku
tidak punya bukti untuk menyalahkannya*
"saya tidak berbohong, mohon percaya pada saya yang mulia pangeran. Saya mohon" Lylia mulai menangis.
"Sudah cukup kan. bawa dia ke penjara dan huk..."
"tunggu!!" teriak Lucas yang menyela omongan Larche.
"lepaskan dia!" semua orang yang ada disana kaget dengan apa yang dikatakan Lucas.
"yang mulia" tapi Lylia senang dengan apa yang dikatakan Lucas.
"yang mulia pangeran ketiga yang benar saja!"
"ini kejahatan dan penjahat harus dihukum mati!"
"benar! benar!"
__ADS_1
seru orang-orang yang tidak terima.
"apa yang dikatakan orang-orang benar Lucas, kita tidak perlu mengampuni penjahat" kata Lumina yang meyakinkan Lucas.
"benar Lucas, kalau kamu berpihak ke penjahat maka kamu akan dianggap penghianat"
Larche mengatakannya dengan tegas.
aku sudah menduga ini tapi...
"aku bukan berpihak kepada Lylia, seperti kata nyonya Synthia ramuan untuk ayah
membutuhkan Holy Water terlebih dahulu, dan bukannya memasuki hutan Sacred Forest sama
saja bunuh diri? maka aku akan bertanya apakah disini ada yang mau pergi kesana?"
Semuanya terdiam dengan perkataan Lucas
"itu..."
"kalau begitu aku akan kasih saran, bagaimana kalau tugaskan Lylia untuk
mendapatkannya, itu bukannya hal yang sepadang dengan kematian?" Lucas yang mencoba meyakinkan semua orang.
"Tapi bagaimana kalau dia kabur yang mulia?" orang-orang bertanya balik kepada Lucas.
"jangan khawatir, aku akan ikut dan mengawasinya" Lucas berkata dengan senang hati dan tersenyum.
"apa?" semua orang kaget dengan perkataan Lucas.
"tidak boleh! aku tidak mengijinkannya" teriak kedua kakak Lucas yang terlihat sangat marah.
Lucas menjelaskan kalau dia pergi dengan senang hati, itu juga untuk ayahnya. Larche tetap
tidak mengijinkan Lucas, dan dia malah ingin dia saja yang pergi. Ini ide ku tentu saja aku yang
harus tanggung jawab kak. kedua kakaknya setuju setelah mendengar penjelasan Lucas.
Larche memerintahkan semuanya untuk kembali,kecuali penyihir Synthia.
"Untuk Lylia aku yang akan membawanya" kata Lucas kepada Larche dan dia setuju.
Semua orang keluar dari ruangan raja termasuk Lucas, dia melirik
pemimpin perintah tuhan...dia tersenyum, sudah kuduga dia pelakunya. Pikir Lucas yang mengepalkan tangannya,
karena kesal.
"anu.. yang mulia terima kasih telah menyelamatkanku" ucap Lylia dengan tangannya yang masih terikat.
"tidak perlu berterima kasih, lagipula kamu tetap akan dalam bahaya" *lagian
tujuanku bukan cuma mendapatkan Holy Water saja, aku tidak tahu kalauu ini sebuah kebetulan
atau takdir yang menuntunku. bagaimana bilangnya ya, antara sial dan beruntung*.
"tapi, kan ada yang mulia pangeran jadi aku pasti baik-baik saja" Lylia yang tadinya sedih jadi tersenyum lagi.
"suka-suka kamu saja" Lucas yang tidak mengerti lagi.
"iya yang mulia" Lylia menjawabnya dengan ceria.
Keesokan harinya mereka berdua bersiap untuk memulai perjalanan menuju hutan Sacred Forest.
Kakaknya membekali banyak sekali uang, makanan, dan kebutuhan lainnya sehingga tidak ada lagi yang di perlukan Lucas.
"apa kau yakin Lucas?" tanya kedua kakaknya.
"tentu saja..terima kasih sudah menyiapkan segalanya, kalau begitu aku pergi dulu" jawab Lucas yang berada di dalam kereta kuda
dan melambaikan tangan kepada kedua kakaknya.
"hati-hati dijalan" seru kedua kakaknya yang melambaikan tangannya juga.
Larche dan Lumina kembali memasuki istana setelah mereka mengantar adiknya pergi, dan berpisah.
"yang mulia pangeran gimana?" tanya pemimpin perintah tuhan Maivis kepada Larche
"tentu saja berjalan sesuai rencana, satu penghalang sudah tidak ada. Hanya tersisa satu penghalang lagi"
"bunuh sang raja!" jawab Larche dengan muka menyeringai.
terlalu panjang kah? atau kependekan? butuh masukan dari kalianš¤
__ADS_1