Journey To Become Ruler

Journey To Become Ruler
Mana Beast


__ADS_3

Setelah sampai Lucas dan kedua bawahannya memasuki hutan. Didalam hutan mereka


tidak bisa melihat apa² karena sinar matahari yang terhalangi oleh pohon² yang besar. Lucas


meminta Lylia dan Raynor berhenti dan menyuruh Raynor mencari batu sihir elemen api didalam tasnya


dan sebuah tongkat serta kain. Setelah itu semua yang dimintanya terpenuhi dia segera


membuat obor.


Untung aku tadi beli beberapa batu sihir, sudah kuduga ini akan berguna. Pikir Lucas sambil


memegang obor yang menerangi mereka.


"oh aku lupa mengatakannya kepada kalian, disana jangan memanggilku dengan sebutan


yang mulia apapun yang terjadi ya" kata peringatan Lucas untuk Lylia dan Raynor.


"baik" jawab kedua orang tersebut.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya menuju


kedalam hutan. Setelah beberapa jam mereka berjalan akhirnya mereka sampai di


inti Sacred Forest dan mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat.


"waaahhh....aku tidak menyangka tempatnya seindah ini" ucap mereka yang terkagum dengan melihat


keindahan Sacred Forest. Burung² yang berkicauan, air terjun, rumah


yang menempel diantara pohon², dan sinar mentari yang begitu hangat, serta para elf yang hidup


sangat damai, sungguh seperti surga dunia.


Setelah menikmati keindahan tersebut, mereka mendekati tempat itu dan bertemu penjaga.


Pantas saja didepan gak ada penjaga, ternyata di sini. Gumam Lucas sambip menghampiri para penjaga itu


dan berbincang². Setelah itu mereka diizinkan masuk dan mereka heran ternyata


para elf sangat ramah dan baik. Kemudian Lucas berjalan ketempat penginapan. Tidak tahunya disitu ada satu manusia yang tinggal.


"eh, itu bukannya manusia ya" bisik Lucas kepada Lylia dan Raynor dan mereka berdua


mengangguk bersama. Kemudian manusia itu menghampiri mereka dan berkata "oh ada tamu


dan rupanya manusia sama sepertiku ya. senang bertemu kalian aku Idron Zepes sang


petualang" lalu Lucas bertanya apa dia petualang yang dikabarkan hilang itu. Si petualang menjawab iya,


dan menjelaskan bahwa dia tidak kembali karena sudah nyaman berada di Sacred Forest


serta menikah dengan wanita elf dan mempunyai anak.


*Dasar brengsek dia yang dikabarkan mati dan menyebarkan rumor jelek tentang para elf ternyata malah


enak²an disini*, aku sangat iri. Gumam Lucas setelah mendengar penjekasan Idron dan menatapnya.


"ada apa?" tanya Idron yang merasa dia ditatap dengan rasa iri.


"bukan apa², terlebih penting lagi tolong antarkan kami ke penginapan pak" ucap Lucas sambil menggaruk kepalanya.


Kemudian mereka diantarkan ke penginapan dan sampai disana. Setelah sampai terlihat pak tua


di penginapan tersebut dan ternyata dia pemiliknya. Lalu Lucas memesan tiga kamar, pak tua itu setuju


dan mengantarkan mereka ke kamarnya masing². Setelah sampai Lucas istirahat


karena lelah berjalan kaki dari tadi sambil menunggu makanan dari Lylia.


*ah lelahnya tidak kusangka akan berjalan kaki selama dua jam. aku membeli pedang tapi aku tidak


pandai menggunakannya, dan juga batu sihir sisa dua lagi elemen angin dan air. Haah sudah kuduga


aku harus belajar ilmu pedang dan sihir*. Gumam Lucas yang berbaring di tempat tidur


penginapan dan sangat kelelahan.


Tidak lama kemudian Lylia selesai memasak dan menyiapkan makanan. Setelah itu mereka makan


dan kali ini bertiga bersama Raynor. Setelah makan Lucas pergi keluar untuk


melihat-lihat, dan dia melihat pak tua pemilik penginapan sedang memberi makan seekor rubah. Lucas pun tertarik


dan segera menghampiri pak tua itu, lalu menyapanya.


"halo pak tua, lagi sedang ngapain?" basa basi Lucas.


"seperti yang kamu lihat anak muda aku sedang memberi makan peliharaanku"


"heh...sepertinya itu bukan rubah biasa, apa aku salah?" tanya Lucas yang berlagak sok tahu.

__ADS_1


"penglihatanmu sungguh bagus anak muda, benar ini bukan rubah biasa. Ini adalah mana beastku"


kata pak tua yang mengelus rubahnya.


"tentu saja, aku kan si jenius Lucas" ucap Lucas dengan muka belagaknya.


Tapi bohong..padahal aku hanya memperkirakannya.


"ngomong² pak tua, bagaimana cara mendapatkan mana beast?"


Setelah mendapatkan pertanyaan dari Lucas pak tua itu menjelaskan bahwa pertama mana beast bisa


didapatkan dengan menemukan telur dan menetaskannya. Kedua bisa juga


mana beast sendiri yang datang kepadamu dan ingin menjadi milikmu. Ketiga kamu juga bisa


menjinakan mana beast liar tapi cara ini paling sulit diantara yang kedua tadi.


Setelah mendengar penjelasan pak tua, Lucas tertarik dengan cara pertama yaitu menemuka telur dan menetaskannya,


dan bertanya dimana tempat yang sering ditemukannya telur mana beast. Sebelum pak tua


menjawab pertanyaan Lucas tadi, dia berkata kalau cara itu membutuhkan mana untuk


menetaskannya, dan dia bilang tidak merasakkan mana di tubuh Lucas. Lucas yang tadinya


bersemangat jadi sedih dan kecewa dengan dirinya sendiri mengingat dia tidak berbakat


dalam bidang itu. Kemudian pak tua itu menyarankan Lucas untuk melatih tubuhnya agar terdapat aliran mana.


"eh.. bukannya harus berbakat dari lahir kalau mau mempunyai aliran mana?" tanya Lucas


yang sedikit kebingungan.


"hah? tentu saja tidak anak muda, kalau kau tidak percaya ikuti aku" kata pak tua sambil berjalan kesuatu tempat.


Setelah itu Lucas mengikutinya, dan beberapa saat kemudian dia sampai di


tempat yang ingin pak tua itu tunjukkan yaitu disebuah air terjun atau biasa disebut Waterfall Of Perfection.


Kemudian pak tua menyuruh Lucas untuk duduk dibatu yang berada dibawah air


terjun itu. Dia menjelaskan kalau mana bisa dirasakan didalam tubuh seseorang yang mengalir


seperti api biru. Awalnya mana mengalir tidak jelas dalam tubuhmu maka dari itu terdapat inti mana di setiap tubuh seseorang


dan apabila semua mana


tidak hanya itu mana juga bisa kamu gunakan untuk menetaskan mana beastmu


atau menggunakannya kepada benda maka benda itu akan bergerak sesukamu.


"nah...cobalah anak muda" kata pak tua kepada Lucas.


Setelah mendengar penjelasan tadi Lucas duduk di batu itu dan mencobanya.


*Fokus Lucas fokus...mana yang seperti api biru mengalir berantakkan dan tugasku adalah menuntun


aliran mana ke intinya. Yosh sepertinya ini mudah*. Kata Lucas dalam pikirannya yang


sedang mengumpulkan aliran mana.


Setelah beberapa jam kemudian Lucas berhasil dan sekarang mempunyai kekuatan untuk menggunakan mana.


"yosha...kau lihat itu pak tua sekarang aku mempunyai mana" Lucas yang kegirangan karena


senang.


"seperti yang diharapkan dari jenius hohoho... terus jangan panggil aku pak tua, aku Areki Celeste pemilik


penginapan sekaligus kepala suku disini hoho" kata paktua Areki sambil mengelus jenggotnya.


"a..apa..mohon maaf saya tidak tau pak kepala suku" kata Lucas yang membungkuk meminta maaf.


"tidak masalah... sepertinya sudah saatnya kita kembali"


"baik pak kepala"


*Aneh...biasanya seseorang menghabiskan waktu sehari atau bahkan ada yang seminggu untuk menguasai mana,


tapi dia hanya 6 jam. Menarik...tidak disangka aku akan melatih seorang monster*. Gumam pak tua Areki di perjalanan.


Setelah itu mereka berdua berjalan kembali ke penginapan. Di tengah jalan Lucas meminta pak tua Areki


pulang duluan, Lucas beralasan ingin melihat-lihat tanah Sacred Forest.


Kemudian mereka berpisah


Setelah itu


*Sekarang aku sendirian dan bisa mulai mencari Holy Water, meskipun aku tidak tahu

__ADS_1


dimana letaknya sih. Semoga saja keberuntungan berada dipihakku*.


Gumam Lucas yang berjalan sendirian di hutan.


Di waktu yang sama di penginapan


"pak pemilik anda tahu kemana yan...maksud saya tuan Lucas pergi?" tanya Lylia kepada pak tua Areki.


Kemudian Pak tua menjelaskan bahwa tadi Lucas bersamanya, namun dia berpisah dengannya


di tengah perjalanan pulang dan berkata pengen jalan². Setelah mendengar itu


Lylia cemas kepada Lucas apalagi dia mendengar dari para penduduk desa elf bahwa ada


tempat yang dimana para elf saja belum pernah kesana karena itu adalah sarang


seekor naga.


kembali ke tempat Lucas


*uh, aku tidak tahu sedang berada dimana sekarang. Terlebih lagi di depanku ada sebuah goa


hmm...hmm bau ini bukannya bau bangkai? jangan-jangan ada bangkai manusia? tapi


baunya sangat menyengat. Ah sudahlah, memikirkannya tidak akan membuatku tahu Lebih baik aku masuk kesana*. Pikir


Lucas yang berada di depan goa besar. Kemudian Lucas masuk, setelah beberapa


menit dia berjalan kedalam dia terkejut dengan apa yang dia lihat


"s...se...seekor naga?" ucap Lucas yang menutup mulutnya dengan tangan dan membatu karena


terkejut dan sedikit rasa takut. Setelah itu dia duduk dan bersandar untuk menenangkan dirinya.


Setelah sedikit tenang Lucas berdiri dan mendekati bangkai naga tersebut.


Sudah kuduga dia mati...kenapa dia bisa mati ya. Pikir Lucas sambil menutup hidungnya karena bau


dan melihat-lihat sekeliling bangkai naga itu.


Kemudian setelah itu dia melihat sebuah telur yang besar,


dan Lucas mendekati telur itu .


Telur ini sangat besar, terlebih lagi ada dua, tapi satu lagi sudah menetas.


Sepertinya ini bisa kujadikan mana beastku, untuk sementara pindahkan dulu keluar.


Kemudian Lucas membawa telurnya keluar goa, karena telurnya sangat besar dia tidak sanggup membawanya ke penginapan.


Dan Lucas memutuskan untuk menetaskannya disana.


"sepertinya aku harus menetaskannya disini, tapi...bagaimana cara menggunakan mana?


pertama-tama coba ngasal saja"


Lucas meletakan kedua tangannya di telur dan berkata


"mana keluar!"


"hiah! keluar!"


Satu jam kemudian


"tidak ada yang terjadi!" ucap Lucas setelah mencoba menggunakan mana.


Tibi-tiba


krek! terdengar suara retakkan, dan ya retakkan itu berasal dari telur tersebut.


"woaaahh berhasil kah?" Lucas yang senang dan menunggu bayi naga menetas.


Tidak lama kemudian bayi naga putih ssperti salju menetas dan Lucas gembira dengan keberhasilannya.


"kyuu!?" suara naga yang seperti memanggil ibunya.


"aahhh imut sekali" kata Lucas sambil mencubit pipi naga tersebut.


"kyuu"


*tunggu bukannya aku harus memberinya nama, benar juga ya ...apa ya nama yang cocok untuk


naga warna putih seperti salju*.... gumam Lucas yang berpikir keras untuk sebuah nama.


Setelah beberapa menit


Lucas mengangkat naga tersebut dengan kedua tangannya dan berkata


"baik... sekarang kamu adalah mana beastku dan namamu adalah Fubuki"


*TBC* (To ber colossal)

__ADS_1


__ADS_2