
Setelah sampai Lucas dan kedua bawahannya memasuki hutan. Didalam hutan mereka
tidak bisa melihat apa² karena sinar matahari yang terhalangi oleh pohon² yang besar. Lucas
meminta Lylia dan Raynor berhenti dan menyuruh Raynor mencari batu sihir elemen api didalam tasnya
dan sebuah tongkat serta kain. Setelah itu semua yang dimintanya terpenuhi dia segera
membuat obor.
Untung aku tadi beli beberapa batu sihir, sudah kuduga ini akan berguna. Pikir Lucas sambil
memegang obor yang menerangi mereka.
"oh aku lupa mengatakannya kepada kalian, disana jangan memanggilku dengan sebutan
yang mulia apapun yang terjadi ya" kata peringatan Lucas untuk Lylia dan Raynor.
"baik" jawab kedua orang tersebut.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya menuju
kedalam hutan. Setelah beberapa jam mereka berjalan akhirnya mereka sampai di
inti Sacred Forest dan mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"waaahhh....aku tidak menyangka tempatnya seindah ini" ucap mereka yang terkagum dengan melihat
keindahan Sacred Forest. Burung² yang berkicauan, air terjun, rumah
yang menempel diantara pohon², dan sinar mentari yang begitu hangat, serta para elf yang hidup
sangat damai, sungguh seperti surga dunia.
Setelah menikmati keindahan tersebut, mereka mendekati tempat itu dan bertemu penjaga.
Pantas saja didepan gak ada penjaga, ternyata di sini. Gumam Lucas sambip menghampiri para penjaga itu
dan berbincang². Setelah itu mereka diizinkan masuk dan mereka heran ternyata
para elf sangat ramah dan baik. Kemudian Lucas berjalan ketempat penginapan. Tidak tahunya disitu ada satu manusia yang tinggal.
"eh, itu bukannya manusia ya" bisik Lucas kepada Lylia dan Raynor dan mereka berdua
mengangguk bersama. Kemudian manusia itu menghampiri mereka dan berkata "oh ada tamu
dan rupanya manusia sama sepertiku ya. senang bertemu kalian aku Idron Zepes sang
petualang" lalu Lucas bertanya apa dia petualang yang dikabarkan hilang itu. Si petualang menjawab iya,
dan menjelaskan bahwa dia tidak kembali karena sudah nyaman berada di Sacred Forest
serta menikah dengan wanita elf dan mempunyai anak.
*Dasar brengsek dia yang dikabarkan mati dan menyebarkan rumor jelek tentang para elf ternyata malah
enak²an disini*, aku sangat iri. Gumam Lucas setelah mendengar penjekasan Idron dan menatapnya.
"ada apa?" tanya Idron yang merasa dia ditatap dengan rasa iri.
"bukan apa², terlebih penting lagi tolong antarkan kami ke penginapan pak" ucap Lucas sambil menggaruk kepalanya.
Kemudian mereka diantarkan ke penginapan dan sampai disana. Setelah sampai terlihat pak tua
di penginapan tersebut dan ternyata dia pemiliknya. Lalu Lucas memesan tiga kamar, pak tua itu setuju
dan mengantarkan mereka ke kamarnya masing². Setelah sampai Lucas istirahat
karena lelah berjalan kaki dari tadi sambil menunggu makanan dari Lylia.
*ah lelahnya tidak kusangka akan berjalan kaki selama dua jam. aku membeli pedang tapi aku tidak
pandai menggunakannya, dan juga batu sihir sisa dua lagi elemen angin dan air. Haah sudah kuduga
aku harus belajar ilmu pedang dan sihir*. Gumam Lucas yang berbaring di tempat tidur
penginapan dan sangat kelelahan.
Tidak lama kemudian Lylia selesai memasak dan menyiapkan makanan. Setelah itu mereka makan
dan kali ini bertiga bersama Raynor. Setelah makan Lucas pergi keluar untuk
melihat-lihat, dan dia melihat pak tua pemilik penginapan sedang memberi makan seekor rubah. Lucas pun tertarik
dan segera menghampiri pak tua itu, lalu menyapanya.
"halo pak tua, lagi sedang ngapain?" basa basi Lucas.
"seperti yang kamu lihat anak muda aku sedang memberi makan peliharaanku"
"heh...sepertinya itu bukan rubah biasa, apa aku salah?" tanya Lucas yang berlagak sok tahu.
__ADS_1
"penglihatanmu sungguh bagus anak muda, benar ini bukan rubah biasa. Ini adalah mana beastku"
kata pak tua yang mengelus rubahnya.
"tentu saja, aku kan si jenius Lucas" ucap Lucas dengan muka belagaknya.
Tapi bohong..padahal aku hanya memperkirakannya.
"ngomong² pak tua, bagaimana cara mendapatkan mana beast?"
Setelah mendapatkan pertanyaan dari Lucas pak tua itu menjelaskan bahwa pertama mana beast bisa
didapatkan dengan menemukan telur dan menetaskannya. Kedua bisa juga
mana beast sendiri yang datang kepadamu dan ingin menjadi milikmu. Ketiga kamu juga bisa
menjinakan mana beast liar tapi cara ini paling sulit diantara yang kedua tadi.
Setelah mendengar penjelasan pak tua, Lucas tertarik dengan cara pertama yaitu menemuka telur dan menetaskannya,
dan bertanya dimana tempat yang sering ditemukannya telur mana beast. Sebelum pak tua
menjawab pertanyaan Lucas tadi, dia berkata kalau cara itu membutuhkan mana untuk
menetaskannya, dan dia bilang tidak merasakkan mana di tubuh Lucas. Lucas yang tadinya
bersemangat jadi sedih dan kecewa dengan dirinya sendiri mengingat dia tidak berbakat
dalam bidang itu. Kemudian pak tua itu menyarankan Lucas untuk melatih tubuhnya agar terdapat aliran mana.
"eh.. bukannya harus berbakat dari lahir kalau mau mempunyai aliran mana?" tanya Lucas
yang sedikit kebingungan.
"hah? tentu saja tidak anak muda, kalau kau tidak percaya ikuti aku" kata pak tua sambil berjalan kesuatu tempat.
Setelah itu Lucas mengikutinya, dan beberapa saat kemudian dia sampai di
tempat yang ingin pak tua itu tunjukkan yaitu disebuah air terjun atau biasa disebut Waterfall Of Perfection.
Kemudian pak tua menyuruh Lucas untuk duduk dibatu yang berada dibawah air
terjun itu. Dia menjelaskan kalau mana bisa dirasakan didalam tubuh seseorang yang mengalir
seperti api biru. Awalnya mana mengalir tidak jelas dalam tubuhmu maka dari itu terdapat inti mana di setiap tubuh seseorang
dan apabila semua mana
tidak hanya itu mana juga bisa kamu gunakan untuk menetaskan mana beastmu
atau menggunakannya kepada benda maka benda itu akan bergerak sesukamu.
"nah...cobalah anak muda" kata pak tua kepada Lucas.
Setelah mendengar penjelasan tadi Lucas duduk di batu itu dan mencobanya.
*Fokus Lucas fokus...mana yang seperti api biru mengalir berantakkan dan tugasku adalah menuntun
aliran mana ke intinya. Yosh sepertinya ini mudah*. Kata Lucas dalam pikirannya yang
sedang mengumpulkan aliran mana.
Setelah beberapa jam kemudian Lucas berhasil dan sekarang mempunyai kekuatan untuk menggunakan mana.
"yosha...kau lihat itu pak tua sekarang aku mempunyai mana" Lucas yang kegirangan karena
senang.
"seperti yang diharapkan dari jenius hohoho... terus jangan panggil aku pak tua, aku Areki Celeste pemilik
penginapan sekaligus kepala suku disini hoho" kata paktua Areki sambil mengelus jenggotnya.
"a..apa..mohon maaf saya tidak tau pak kepala suku" kata Lucas yang membungkuk meminta maaf.
"tidak masalah... sepertinya sudah saatnya kita kembali"
"baik pak kepala"
*Aneh...biasanya seseorang menghabiskan waktu sehari atau bahkan ada yang seminggu untuk menguasai mana,
tapi dia hanya 6 jam. Menarik...tidak disangka aku akan melatih seorang monster*. Gumam pak tua Areki di perjalanan.
Setelah itu mereka berdua berjalan kembali ke penginapan. Di tengah jalan Lucas meminta pak tua Areki
pulang duluan, Lucas beralasan ingin melihat-lihat tanah Sacred Forest.
Kemudian mereka berpisah
Setelah itu
*Sekarang aku sendirian dan bisa mulai mencari Holy Water, meskipun aku tidak tahu
__ADS_1
dimana letaknya sih. Semoga saja keberuntungan berada dipihakku*.
Gumam Lucas yang berjalan sendirian di hutan.
Di waktu yang sama di penginapan
"pak pemilik anda tahu kemana yan...maksud saya tuan Lucas pergi?" tanya Lylia kepada pak tua Areki.
Kemudian Pak tua menjelaskan bahwa tadi Lucas bersamanya, namun dia berpisah dengannya
di tengah perjalanan pulang dan berkata pengen jalan². Setelah mendengar itu
Lylia cemas kepada Lucas apalagi dia mendengar dari para penduduk desa elf bahwa ada
tempat yang dimana para elf saja belum pernah kesana karena itu adalah sarang
seekor naga.
kembali ke tempat Lucas
*uh, aku tidak tahu sedang berada dimana sekarang. Terlebih lagi di depanku ada sebuah goa
hmm...hmm bau ini bukannya bau bangkai? jangan-jangan ada bangkai manusia? tapi
baunya sangat menyengat. Ah sudahlah, memikirkannya tidak akan membuatku tahu Lebih baik aku masuk kesana*. Pikir
Lucas yang berada di depan goa besar. Kemudian Lucas masuk, setelah beberapa
menit dia berjalan kedalam dia terkejut dengan apa yang dia lihat
"s...se...seekor naga?" ucap Lucas yang menutup mulutnya dengan tangan dan membatu karena
terkejut dan sedikit rasa takut. Setelah itu dia duduk dan bersandar untuk menenangkan dirinya.
Setelah sedikit tenang Lucas berdiri dan mendekati bangkai naga tersebut.
Sudah kuduga dia mati...kenapa dia bisa mati ya. Pikir Lucas sambil menutup hidungnya karena bau
dan melihat-lihat sekeliling bangkai naga itu.
Kemudian setelah itu dia melihat sebuah telur yang besar,
dan Lucas mendekati telur itu .
Telur ini sangat besar, terlebih lagi ada dua, tapi satu lagi sudah menetas.
Sepertinya ini bisa kujadikan mana beastku, untuk sementara pindahkan dulu keluar.
Kemudian Lucas membawa telurnya keluar goa, karena telurnya sangat besar dia tidak sanggup membawanya ke penginapan.
Dan Lucas memutuskan untuk menetaskannya disana.
"sepertinya aku harus menetaskannya disini, tapi...bagaimana cara menggunakan mana?
pertama-tama coba ngasal saja"
Lucas meletakan kedua tangannya di telur dan berkata
"mana keluar!"
"hiah! keluar!"
Satu jam kemudian
"tidak ada yang terjadi!" ucap Lucas setelah mencoba menggunakan mana.
Tibi-tiba
krek! terdengar suara retakkan, dan ya retakkan itu berasal dari telur tersebut.
"woaaahh berhasil kah?" Lucas yang senang dan menunggu bayi naga menetas.
Tidak lama kemudian bayi naga putih ssperti salju menetas dan Lucas gembira dengan keberhasilannya.
"kyuu!?" suara naga yang seperti memanggil ibunya.
"aahhh imut sekali" kata Lucas sambil mencubit pipi naga tersebut.
"kyuu"
*tunggu bukannya aku harus memberinya nama, benar juga ya ...apa ya nama yang cocok untuk
naga warna putih seperti salju*.... gumam Lucas yang berpikir keras untuk sebuah nama.
Setelah beberapa menit
Lucas mengangkat naga tersebut dengan kedua tangannya dan berkata
"baik... sekarang kamu adalah mana beastku dan namamu adalah Fubuki"
*TBC* (To ber colossal)
__ADS_1