Journey To Become Ruler

Journey To Become Ruler
Sacred Forest dan Ras Elf


__ADS_3

Sacred Forest ialah hutan lebat dan luas yang terletak di bagian barat kerajaan Wisteria.


Belum ada yang berani memasuki hutan tersebut, karena dahulu kala pernah ada yang memasuki hutan


tersebut untuk mendapatkan Absolute Command, tapi orang itu tidak pernah


kembali dan dianggap mati di Sacred Forest. Oleh sebab itu, semua orang takut untuk memasuki


hutan tersebut. Bukan hanya itu pernah ada seseorang yang melihat ras elf. Kata orang itu


ras elf sangat menakutkan, berambut panjang bermuka seram seperti iblis dan melihat dia dengan tatapan benci.


Setelah kejadian itu rumor bahwa ras elf membenci dan manusia beredar.


"seperti itulah ceritanya yang mulia" ucap Lylia sesudah bercerita panjang lebar.


"hah ternyata hanya rumor belaka, kukira para elf benar-benar membenci manusia. Kalau begini


sih akan baik-baik saja kan?" Lucas yang lega setelah mendengar cerita tersebut.


Setelah itu, Lucas bertanya kepada kusir berapa lama lagi mereka sampai. Kusir berkata


kemungkingan mereka bakal sampai besok.


Besok ya? lebih lama dari yang aku duga. Kalau begini bukannya kita harus harus bermalam


dan siapa sangka kusir yang mengantarku sangat muda, perkiraanku mungkin dia 16 tahun Pikir Lucas.


Lucas kembali bertanya apakah ada desa atau kota untuk menginap di depan, dan kusirnya menjawab ada


di depan terdapat sebuah desa kecil. Meskipun begitu tempatnya mempunyai


penginapan yang bagus dan bersih.


Lalu Lucas memerintahkan kusir untuk berhenti disana, dan mereka melanjutkan perjalanannya.


Setelah tiga jam, mereka sampai di desa itu dan memesan penginapan.


"Tuan, ada yang bisa kami bantu?" tanya pemilik penginapan kepda Lucas


"Aku pesan dua kamar!" jawab Lucas sambil memberi koin(uang) kepada pemilik penginapan.


"dengan senang hati hehe...kalau begitu silahkan ikuti saya!" pemilik yang kegirangan karena koin yang diberikan Lucas.


Merekapun mengikuti pemilik itu dan sampai.


"disini sini kamar anda tuan, kalau ada yang


tuan perlukan silahkan panggil saya. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap pemilik dan pergi meninggalkan mereka.


"oi kusir! tolong ambil barang-barangku dan bawa kesini!" suruh Lucas kepada kusirnya.


"maaf yang mulia saya punya nama dan mohon panggil saya Raynor" kata kusir ke Lucas dan pergi mengambil barang.


"y...ya" jadi nama dia Raynor ya? salah aku juga tidak bertanya.


Setelah beberapa menit barang² sudah diambil dan berada di kamar penginapan.


"Kalau begitu yang mulia saya permisi dulu" ucap Raynor yang membungkukan badannya kepada Lucas.


"haahh?.. apa yang kau bicarakan? aku memesan dua kamar, satu untukku dan Lylia dan satu lagi untukmu"


"ya?" Raynor tidak mengerti apa yang dikatakan Lucas.


"sudah kubilang kan satu kamar lagi untukmu. bodoh ya kamu?" Lucas sedikit kesal dengan Raynor.


"beneran yang mulia?...kalau begitu terima kasih" Raynor senang dan segera pergi ke


kamar sebelah.


Tsk, menyusahkan gumam Lucas


"aya masuk!" Lucas mengajak Lylia masuk.


Setelah itu mereka masuk, Lucas pergi mandi sementara Lylia memasak untuk sarapan.

__ADS_1


*Bagaimana ini, aku pikir yang mulia pesan dua kamar satu untukku dan satu lagi untuk yang mulia.


Aku lupa bahwa ada Raynor, kalau begini bukannya kami akan tidur bersama? memang


benar kemarin aku tidur di ruangan yang mulia, tapi waktu itu aku tidur di lantai. ah! benar juga


pasti kali ini juga begitu, kenapa juga aku berpikir yang engga engga.* pikir Lylia


yang sedang masak dengan muka yang merah


hemm hemm mengendus!


"ehhh, bodohnya aku. makanannya jadi gosong kan"


Maafkan aku yang mulia hu hu ucap hati Lylia.


Creekk... (suara pintu)


"Lylia kenapa ada bau gosong?" tanya Lucas yang habis mandi.


"maaf yang mulia, karena kecerobohanku makanannya gosong. Padahal yang mulia belum sarapan dari pagi"


"tidak apa-apa..lagian kita berangkat jam 7 pagi dan sekarang jam 10, tidak makan 3 jam


tidak akan membuatku kehilangan nyawaku kan?" tapi bohong sih ... *karena terlalu bersemangat


aku lupa mandi dan makan*.


"tapi yang mulia" Lylia yang menatap Lucas dengan mata yang berkaca-kaca.


"sudah kubilangkan tidak masalah" Lucas yang berkata sambil mengelus kepala Lylia.


Mereka berduapun makan sampai melupakan seseorang yang tidak diajak.


"oi Lylila, apa kita melupakan sesuatu?" tanya Lucas sambil berpikir.


"benar..aku rasa juga begitu, tapi apa ya?


di waktu yang sama kamar sebelah


kruyuuk"


Setelah selesai makan Lucas pergi keliling desa dan mencari toko yang menjual peralatan.


Sedangkan Lylia membersihkan ruangan dan tempat tidur.


Beberapa jam berlalu dan hari sudah mulai gelap. Lucas kembali ke penginapan sambil membawa sebuah pedang dan


beberapa batu sihir *bisa mengeluarkan sihir tergantung jenis batu yang dibeli, tapi hanya sekali pakai*


"selamat datang kembali yang mulia, makan malamnya sudah siap" Lylia yang menyambut kedatangan Lucas


"iya, aku akan mandi dulu"


Setelah Lucas selesai mandinya, mereka berdua makan dan sesudah makan mereka bersiap untuk tidur.


"apa yang kau lakukan?" tanya Lucas kepada Lylia yang lagi mengamparkan karpet di lantai.


"tentu saja tidur yang mulia"


"hah? malam ini kau tidur denganku" ucap Lucas sambil menepuk² kasur.


"ya?" tanya Lylia yang pikirannya ngeblank.


Haahh...Lucas yang menghela napas dan menarik Lylia ke tempat tidur.


"kyaa" teriak Lylia


"anu..yang mulia kenapa anda membela saya waktu kemaren?"


tanya Lylia badannya di tutup selimut dan hanya tersisa bagian hidung keatas.


"entahlah, aku hanya berkipir kalau kamu tidak bersalah. Sudahlah lebih baik segera tidur." Kata Lucas


yang tidur di samping Lylia dan menatapnya.

__ADS_1


Terima kasih gumam Lylia, dengan pipinya yang memerah.


Setelah itu mereka memejamkan matanya, tapi...


tok..tok..tok


ada yang mengetuk pintu dan Lucas segera membukannya.


"yang mulia saya belum menerima bayaran dan belum makan" kata Raynor yang memegang perutnya


dan kelihatan lemas.


"maaf aku lupa hehe...ini!" ucap Lucas yang merasa bersalah dan memberi Raynor 3 koin emas.


*1 koin emas \= 10 juta, 1 koin perak \= 1 juta, 1 koin perunggu \= 100 ribu*


Lucas melanjutkan tidurnya, sedangkan Raynor pergi untuk membeli makanan.


Keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanannya kembali. Setelah lamanya di perjalanan mereka


sampai di Sacred Forest.


Sesampainya disana mereka kagum dengan keindahan Sacred Forest. Tanah yang begitu luas


di tumbuhi pepohonan yang besar dan hijau. Tidak hanya kagum merekapun heran,


karena tidak ada benteng, maupun penjaga.


Di waktu yang sama kerajaan Wisteria.


Raja telah tiada ucap Synthia penyihir kerajaan. Lumina menangis setelah mendengar


perkataan Synthia.


"Sebarkan berita bahwa raja Ron De Wisteria telah meninggal dunia, dan siapkan pemakaman untuk raja".


Perintah Lucas sambil menundukkan kepala dan pura-pura bersedih kepada prara pengawal.


Kabar duka! tuan kita sekaligus pemimpin kita raja Ron De Wisteria telah meninggal!


ratusan lembarah koran berita meninggalnya raja disebarkan oleh para pengawal.


eh ini bohongkan?


ridak mungkin..raja telah mati?


heboh para penduduk yang tidak percaya bahwa raja yang mereka hormati telah meninggal.


Setelah itu dilakukan upacara pemakaman raja dipimpin oleh pangeran pertama Larche,


saat ini kerajaan Wisteria dalam keadaan berduka.


"wahai penduduku yang aku cintai aku tau kalian sedih, karena kehilangan raja kita yang paling bijaksana.


Aku juga selaku anaknya yang pertama sangat tidak bisa menerima ini, tapi ini


sudah kehendak tuhan. Kita semua tidak bisa menghindari kematian, dan tidak bisa melawan takdir.


Mulai saat ini kedudukan tahta kosong, jadi aku akan menanyakan kepada kalian


apakah kalian bersedia jika aku akan menduduki tahta untuk sementara waktu? itu dikarenakan adikku


pangeran ketiga Lucas De Wisteria sedang tidak ada, Jadi dengan berat hati aku akan


mengambil kedudukan tahta, tapi hanya untuk sementara sampai pemilihan raja berikutnya" pidato Larche


di hadapan para penduduk yang sedang berkumpul untuk menyaksikan


pemakaman raja. Pendudukp setuju tentang apa yang dikatakan Larche. Setelah itu


Larche menutup upacaranya dan para penduduk kembali kerumahnya masing².


*ahh bagus sekali, adikku Lucas tidak ada disini dan dipastikan mati di Sacred Forest, Lumina yang


seharian menangis dikamarnya. Siapa sangka akan semudah ini* gumam Larche yang

__ADS_1


berjalan kembali ke dalam istana dengan muka tersenyum lebar menyeramkan.


Jangan lupa like dan komen 😁


__ADS_2