Justice Or Crime

Justice Or Crime
Berkemampuan Khusus


__ADS_3

"Ahh lelah sekali hari ini", Jenny mengeluh dan menjatuhkan diri ke kasur miliknya yang begitu sangat empuk.


"Akhirnya aku bisa masuk di divisi satuan khusus, aku tak sabar untuk mendapatkan misi-misi khusus", Jenny terus menggumam karena begitu sangat senang sekalih dengan hasil pelantikan hari itu sampai-sampai wajahnya yang begitu imut memancarkan aura yang menenangkan.


Pandangannya teralihkan oleh suara langkah kaki yang mengendap-ngendap. Jenny pun melangkah pelan penuh dengan kehati-hatian mencoba melihat siapakah gerangan yang berada di luar, saat ia melihat jendela ia melihat seseorang sedang jongkok di depan pintunya.


"SIAL, KENA KAU", teriak Jenny dengan sangat sigap membuka pintu dan mencoba meraih seseorang itu.


Namun seseorang itu begitu gesit dan mudah menghindari sergapan Jenny. Jenny pun mencoba mengejar namun perhatiannya teralihkan oleh sebuah paket yang seseorang itu letakkan di depan pintunya.


"Apa-apaan orang itu bisa menghindari sergapanku, paket apa ini", ucap Jenny penuh dengan penasaran


Jenny pun membawa paket itu ke dalam kamarnya namun ia tidak langsung membuka nya. Ia terus menganalisa bentuk serta aroma paket dan fisik paket tersebut, yah karena Jenny memang wanita yang penuh dengan perhitungan dalam bertindak dan kemampuannya itu lah yang membuat ia lulus dan masuk dalam divisi khusu.

__ADS_1


"Sial apa ini boneka dan surat aarggh aku benci sesuatu yang berbau dengan cinta", ucap Jenny setelah membuka paket tersebut dan mengetahui bahwa isi paket tersebut adalah sebuah boneka dan sepucuk surat.


"Selamat atas kelulusanmu semoga mimpimu segera tercapai", isi surat tersebut yang tidak menuliskan nama atau pun hal yang memberikan petunjuk sama sekali dari siapa.


"Aarrggghh aku tidak menyukai hal misterius tentang percintaan aku lebih suka hal misterius tentang memecahkan sebuah kasus kejahatan", teriak Jenny kesal lalu ia menuju dapur.


"Ahh aku lapar sekali aku ingin memasak sesuatu yang akan menghilangkan rasa laparku ini hehe", ujar Jenny yang begitu lapar dan berniat ingin memasak.


"Semua sudah selesai sekarang saatnya kita makan untuk memuaskan perut yang tidak tau diri ini sedari tadi bunyi dan sangat perih , rasakan makanan terenak buatan Jenny ya perutku", ucap Jenny begitu semangat untuk melahap makanan yang ia masak sebelumnya.


"Hmmm enaknya hehe , seandanya saja ada kakak ia pasti akan memuji masakanku yang sangat enak ini", gumam Jenny mengenang kakaknya.


*flashback

__ADS_1


"Adik kakak yang satu ini memang jago sekali memasak , semua yang kamu masak selalu tidak ada kurangnya hehe"


"Kakak aku rindu kakak makan bersamaku memakan masakanku", gumam kembali Jenny sambil terus menyantap pelan makanannya.


Setelah selesai makan ia kembali rebahan di kasurnya yang tentu sangat nyaman walaupun ia tidak terlelap tidur.


Kemudian tak lama dari itu Jenny kembali bangkit dari tidurnya dan melangkah menuju lemari. Ia perlahan membuka lemari yang ternyata disana ada sebuah tempat rahasi khusus menyimpan sesuatu.


"Dengan ini aku akan mewujudkan impianku dan membalaskan dendam kakak, aku ingin mengetahui siapa dalang dari semua ini yang berada di satuan keamanan", gumam Jenny lalu memandang cermin dan terlihat warna biru terang menyala di mata kirinya.


Di tempat lain ada seorang pria berjubah berdiri memandang bulan yang begitu sempurna dan terlihat mata sebelah kanannya menyala biru seperti mata yang di miliki Jenny


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2