
"Tia , Doni , Rizki kemudian Siska yang menjadi ketua divisi 1" ucap Jenny
"Di dalam tim dengan 4 di bawah ketua memang harus memiliki kemampuan yg sangat di unggulkan dan tidak heran jika Siska di tunjuk untuk menjadi ketua", tambahnya
"Siska orang yang sangat teliliti dan bijak dalam mengambil sebuah keputusan baik yang beresiko atau pun yang menguntungkan tim, di tambah dengan sikap tegas namun friendly itu point plus untuknya".
Jam masih menunjukkan pukul 04:30 pagi dan Jenny sudah berada di meja belajarnya dengan beberapa dokumen profil setiap anggota divisi. dia selalu menganalisa setiap keunggulan dan karakter di setiap anggota kesatuan karena memang ia tumbuh dengan sikap kewaspadaan serta kehati-hatianya dalam bertindak.
"Rizki memiliki latar belakang di sebuah kota yang tidak maju namun keunggulan yang ia miliki ialah mencuri informasi , dengan kata lain orang ini bisa jadi madu untuk tim dan juga bisa jadi racun untuk tim" jelas uraian Jenny
"Lalu Doni yang memiliki latar belakang di sebuah kota miskin dimana terlalu banyak tindak kejahatan di sana , di tambah dengan masa lalu nya perihal kematian ibunya. Ia orang yang sangat kuat dalam hal fisik dan kuat dalam prinsipnya, ia bisa menjadi anggota yang sangat menguntungkan tim"
"Lalu Tia hmmm data yang kudapat hanya ini dan analisaku saat masih dalam pelatihan, ia anak yang cukup mudah berbaur namun keunggulan nya ia memiliki tekad yang cukup kuat dalam menggapai apa yang di inginkannya yaaa hanya saja aku tidak mendapatkan lebih informasi tentang anak ini. Keunggulan anak ini adalah mampu berkontribusi dan menaikkan semangat tim walaupun dia tidak menjadi kandidat sebagai ketua"
"Tim yang sempurna untuk bisa memata-matai, mendobrak markas musuh, pengolahan strategi taktis, dan penganalisaan yang cukup baik sudah terlihat seimbang dalam tim ini", "aahhhh sudahlahh cukup aku akan bersiap berangkat", ucap Jenny sambil merapikan dokumen dan mengenakan seragam lengkap untuk berangkat.
"Untuk divisi 1 kita akan mendapatkan kantor dan untuk hari ini kita akan rapat pembahasan perihal tujuan dan misi baru serta nanti siang akan ada kunjungan dari jendral jadi jangan terlambat ya" isi pesan di grup
*Kantor Divisi 1
"Tidak kusangkat kau sudah tiba dan merapikan ruangan sepagi ini untuk seseorang sepertimu", ucap Siska yang mendapati Jenny sudah tiba di kantor.
"Tidak aku belum lama sampai dan aku tidak begitu menyukai ruangan yang terlalu sumpek" jawab Jenny
"Tidak masalah bukan , keetuuaa", tambah Jenny sedikit judes
"Haha tentu saja tidak Jenny justru aku terlalu berfikir buruk mendapatkan tim yang bisa bersikap sepertimu", jawab Siska sambil tertawa
Tak lama kemudian Rizki datang,
"Selamat pagi ketua mohon kerja samanya", sapa Rizki dengan menundukkan kepalanya seraya memberi hormat dengan sopan.
__ADS_1
"Oh iyaa tentu , mohon kerja sama nya juga ya rizki", jawab Siska dengan ramah dan penuh dengan senyum yang begitu sangat ramah.
Mereka bertiga pun merapihkan beberapa ruangan kerja mereka agar terlihat nyaman untuk mereka semua dan karena nanti siang pun memang akan rapat bersama jendral dengan kunjungannya.
"Oh iya Jenny aku buatkan kopi aku melihatmu sepertinya sedikit mengantuk", ucap Rizki menawarkan kopi
"Tidak terima kasih", jawab ketus Jenny
"Apa-apaan wanita ini sikapnya padaku" ucap Rizki di dalam hatinya
"Hei Jenny jangan bersikap terlalu dingin dengan anggota tim itu tidak baik", ucap Siska sambil tersenyum
"Apa sikapku merugikan mu Rizki", tanya Jenny dengan dinginnya
"Oo..hh tidak tidak santai saja hehe"
"Sudah tidak apa-apa ketua , oh iya saya juga membuatkan ketua kopi susu silahkan", ucap Rizki sambil berjalan memberikan kopi tersebut.
"Oh iya yang belum datang tinggal Tia dan Doni ya", tanya Siska pada Jenny dan Rizki
"Permisi selamat pagi maaf saya terlambat ketua", tiba-tiba doni datang dengan keringat yang terlihat jelas sekali.
"Ohh wahh iya selamat pagi baru saja aku bertanya pada Rizki dan Jenny tiba-tiba kamu datang hehe", ujar Siska
"Maaf ketua karena saya tidak memiliki kendaran jadi saya berjalan menuju kesini", jawab Doni
"Wahh keringatmu sampe seperti itu , sudah tidak mengapa lekas ganti pakaianmu di dalam", ucap Siska
"Baik ketua terima kasih", ucap Doni
"Aaaaa maaf maaaf aku terlambat ketua", datang dengan tiba-tiba
__ADS_1
"Maaf ketua aku terlambat datang", ucap Tia tergesa-gesa sambil menundukkan kepalanya
"Iiiaa Ria tidak apa-apa", jawab Siska
"Maaf ketua aku Tia bukan Ria", ucap Tia dengan mengerutkan dahinya
"Ohh ohh iya iya aku salah maaf ya Tia hehe", jawab Siska dengan tenang dan seperti biasa penuh dengan senyuman.
"Apa-apaan mereka itu tidak menunjukkan profesionalitas sama sekali huhh merepotkan", ujar Jenny di dalam hatinya
"Hei kenapa kamu memasang muka tidak mengenakkan seperti itu", tanya Tia saat melihat ekspresi wajah Jenny
"Tidak ada urusannya denganmu", ketus Jenny menjawab.
"Apa-apaan wanita judes ini menjawab", ucap Tia di dalam hati.
"Ahh sudah sudah kita Satu Anggota Divisi jangan bertengkar persoalan kecil", Siska mencoba menengahi.
"Iya bersikap dewasa lah kalian berdua", ucap Doni yang telah usai mengganti pakaiannya
"Iya sudahlah hehe", tambah Rizki
"Merepotkan sekali", ucap Jenny dengan ketusnya
Jenny dan Tia saling memandang dengan tajamnya
"Baiklah hari ini jendral akan berkunjung dan rapat bersama kita jadi tunjukkan profesionalitas kalian, BISA DIMENGERTI", ucap tegas Siska menunjukkan sisi kepemimpinannya.
Tak butuh waktu lama mereka berempat bersikap sigap dan menjawab dengan keras
"SIAP DIMENGERTI KETUA"
__ADS_1
Bersambung . . . .