
Disuatu tempat, di malam hari di gedung yang tinggi.
Kakek yang tadinya adalah gurunya Kyuu tiba-tiba berubah menjadi seorang pemuda yang cukup tampan.
Lalu ia masuk ke sebuah kamar, yg itu adalah kamarnya.
Lalu ia mengganti pakaiannya yang cukup keren.
Ia memakai topeng menutupi telinganya, kemudian mengambil katana yang ada pada sebuah kotak kaca.
Kemudian ia keluar dari kamarnya dan dengan lihainya ia melompati gedung-gedung yang tinggi. Tubuhnya sungguh sangat ringan terasa, melompat dengan seenaknya.
Pagi pun telah tiba.
Arka bersiap untuk mengikuti kompetisi, Ia pun memakai pakaian yang cukup rapi.
“Kakak, sarapan dulu ya!.” Kana menaruh makanan untuk sarapan di meja.
Kyuu tersenyum lalu mengangguk.
“Terimakasih,dek.”
Mereka pun mulai sarapan, dengan lahap Kyuu menghabiskan sarapan yang dibuat oleh Kana.
“Masakanmu enak, dek”
Mendengar pujian dari kakaknya, Kana pun tertawa kecil.
“Terimkasih, kakak harus semangat ya... pokoknya harus menang kompetisinya!”
“Pasti dong, harus menang!”
Keduanya pun tertawa.
Kyuu pun akhirnya mulai berangkat menuju gedung Astar.
“Aku berangkat dulu ya!”
Mengelus rambut adiknya.
Kana pun mengangguk dan tersenyum.
“Hati-hati ya, kak!”
Kyuu mulai beranjak meninggalkan Kana dan rumah kuno nya itu. Ya hanya rumah itu yang mereka punya, orang-orang mungkin memiliki rumah yang lumayan bagus dan mewah, bisa dikatakan modern lah.
Sedangkan Kyuu dan Kana hanya tinggal dirumah yang biasa, berdinding Kayu.
Kyuu mulai bertekad untuk membuat hidupnya didunia ini lebih nyaman. Karena di tubuh sebelumnya ia memiliki kehidupan yang berkecukupan.
Beberapa menit kemudian, Kyuu akhirnya sampai di kantor Astar.
Ia segera memasuki ruangan registrasi.
“Permisi!”
“Yaa, silahkan masuk, tidak perlu terlalu sopan.” ucap seorang pemuda yang sedang duduk di ruang registrasi.
Yaa, dia adalah admin.
Ia cukup tampan dan masih muda.
Kenapa di dunia ini semuanya memiliki wajah yang lumayan sempurna? Tampan dan cantik, kecuali si kakek sih, dia sudah tua.
Kyuu pun mulai menuju ke meja admin.
“Saya ingin mendaftar, kak.”
“Oke, siapa namamu?.”
“Ar... Kyuu, kak!”
Hampir saja Kyuu menyebutkan namanya yang dulu.
__ADS_1
Admin pun memandang wajah Kyuu.
Lalu ia mengambil kertas dan pena untuk mencatat.
“Namanya Lengkap?.”
“Anz Kyuu Yandalima!”
Admin pun mulai mendata diri untuk Kyuu.
Setelah semuanya selesai, Admin memberikan sebuah kertas dan angka 72.
“Ini kamu baca dulu, semua ada disitu tentang kompetisi ini, peraturan dan sistem kompetisi semuanya ada disitu”
Kyuu mengambil kertas dan angka yang diberi oleh admin.
“Terimakasih,kak”
“kompetisi dimulai 1 jam lagi, jam 9 nanti kamu sudah harus ada di gedung ke 3, kompetisi akan di mulai disana.”
Kyuu pun mengangguk, “Oke kak!”
Kyuu akhirnya meninggalkan kantor admin dan berjalan menuju ke pintu luar.
Sambil berjalan ia membaca kertas yang diberikan oleh admin tadi agar dia memahami tentang kompetisi ini.
Namun Kyuu tak menyadari bahwa Alia berada di depan jalannya dan menunggu Kyuu untuk menabraknya.
Pada saat hampir tertabrak, Kyuu pun menyadari bahwa Alia ada di depannya. Masih dengan kedua tangan memegang kertas. Alia masuk di lingkaran tangan itu dari bawah. Kini posisi mereka sangat dekat seperti Alia berada dipelukan Kyuu.
“Selamat pagi” sapa Alia yang tepat berada dihadapan wajah Kyuu. Hembusan angin mulut Alia pun terasa ketika ia sedang menyapa.
Wangi permen.
Itu lah yang Kyuu cium dari nafas mulut Alia.
“Ahhh... Ya, pa—pagi juga, p—princess” Kyuu sangat gugup.
Alia pun tersenyum lalu berbalik membelakangi Kyuu.
“Kyuu, kamu ikut kompetisi?” tanya Alia.
“Iyaa, aku ingin merubah sedikit nasibku” jawab Kyuu.
“Aneh sekali, dulu kamu tidak ingin mengikuti kompetisi ini, kamu lebih memilih kerja menjadi tukang bersih-bersih disini”
“Benarkah?” tanya Kyuu.
Alia pun mengangguk.
“tidak kusangka setelah hilang ingatan, kamu malah ingin ikut”
Aneh, tapi kata Kana aku ini sangat ingin mengikuti kompetisi ini, kenapa kata Alia malah sebaliknya.
Apa Kana membohongiku?.
“Tapi aku akan mendukungmu, semoga kamu bisa lolos ya!” ucap Alia sambil menatap keatas melihat wajah Kyuu.
“Terimakasih!” Ucap Kyuu tersenyum.
Alia pun berbalik kearah Kyuu.
Lalu menatap baju milik Kyuu.
“Hemm, kurang menarik... ayoo kita beli baju yang lebih keren!” Alia menarik tangan Kyuu dan membawanya pergi.
“Ta—tapi, princess”
“gak ada tapi-tapian, ayoo!!”
Alia pun membawa Kyuu ke sebuah toko baju yang lumayan besar. Tentu saja hanya orang-orang kaya yang bisa datang untuk berbelanja kesini.
Kyuu menatap heran toko baju itu.
Apakah ini Mall?
__ADS_1
Alia membawa Kyuu ke dalam, hingga sampai di tempat baju pria.
“Apa ini tidak berlebihan?”
“tidak apa, pilih saja mana yang kamu mau!”
Kyuu pun tak banyak bicara, karena dia tidak akan menang berdebat dengan wanita yang ada disampingnya itu.
Kyuu pun melihat sebuah baju yang cukup menarik baginya. Tapi ketika melihat labelnya, baju itu sangat mahal. Ia pun memilih baju yang lumayan murah.
“Mba, yang itu aja!” Kyuu menunjuk baju yang lebih murahan sedikit.
Namun Alia melihat mata Kyuu yang memandang baju yang tergantung diatas.
“Mba, jangan!!... Ambilin yang itu aja” menunjuk baju yang pertama kali Kyuu lihat dan yang paling ia suka.
Kyuu pun terkejut melihat Alia.
“Jangan, itu terlalu mahal!” ucap Kyuu tidak enak hati.
Alia pun menatap Kyuu.
“Apa kamu meremehkan pacarmu yang gelarnya adalah Tuan putri anaknya Helios Kensaka, Alia Sofya Kensaka?!” Wajah Alia sangat serius.
Wow!!, ternyata pacarku ini adalah anaknya Helios Kensaka, sang pemimpin Astar!.
“Maa–maaf, princess”
“Hemm, sana ganti pakaianmu!” ucap Alia dengan wajah yang jutek.
Arka tak berkata apa-apa lagi, ia langsung mengganti pakaiannya pada sebuah ruang ganti.
Beberapa menit kemudian Kyuu keluar dari ruang ganti berjalan kearah Alia dengan memakai baju baru yang menempel di tubuhnya.
Alia yang melihatnya pun terkesima.
Gila, apa ini beneran pacarku?. Batin Alia tak percaya.
“Kamu sangat tampan!” puji Alia.
Mendengar ucapan Alia membuat Kyuu malu, sehingga pipinya pun memerah.
“Terimakasihh!” ucap Kyuu.
Kini Kyuu mulai memasang topengnya di dekat telinganya lalu menaruh katana dibelakang punggungnya.
Katana dan topeng pemberian si kakek sangat cocok untuknya.
Mata Alia menjadi segar melihat pemandangan yang sangat luarbiasa dihadapannya.
Lain kali aku akan membelikannya baju bagus lagi untuknya hehe~. Batin Alia.
Note : foto diatas hanyalah ilustrasi saja ya.
“Kamu benar-benar seperti kesatria yang pemberani dan jatuh cinta pada seorang tuan putri” ucap Alia melebih-lebihkan.
“Dan tuan putrinya tepat berada dihadapanku yang terus memandang ketampananku~” ucap Kyuu.
Membuat Alia sangat malu, hingga pipinya memerah.
“Ada apa princess, kenapa pipimu merah?” tanya Kyuu tanpa dosa, padahal dia yang membuat Alia tersipu malu.
“Udah ahh!!... Ayoo, nanti kamu telat!” Alia menarik tangan Kyuu masih dengan wajah yang memerah.
“Aku cinta kamu, Princess” Kyuu sudah terlanjur menggoda, jadi terusin aja.
“Sudah tahu!!!” teriak Alia. Wajahnya semakin memerah dan panas.
Kenapa sih dari dulu ucapannya membuatku salah tingkah begini!. Batin Alia.
Jangan lupa klik tombol suka, dan favorite..
Dan jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya!!
__ADS_1