
Perkenalan karakter.
Anz Kyuu Yandalima
Baik, pekerja keras, pintar mengambil keputusan, dan kadang suka menggoda (cuma menggoda Alia sih).
Tinggi sekitar 173 cm, bentuk tubuh biasa saja, memiliki rambut hitam yang tidak terlalu panjang, memiliki mata yang sedikit besar dan bola mata yang merah gelap.
Kana Hima Yandalima.
Ceria, perhatian (terutama pada Kyuu), bisa membuat orang yang disekitarnya bersemangat.
Tinggi badan sekitar 160 cm, bertubuh mungil dan imut, rambut hitam yang panjang namun sedikit mekar, mata sedikit besar dan bola mata yang berwarna pink.
Alia Sofya Kensaka
Cuek (tidak kepada Kyuu), jarang tersenyum (tidak kepada Kyuu), mulutnya menusuk (lembut pada Kyuu).
Tinggi sekitar 158 cm, dengan wajah dan tubuh yang mungil, memiliki rambut yang lumayan panjang namun diikat, dan memiliki bola mata berwarna ungu ke pink-an.
Masih di gedung ke 3, Kyuu bersama 9 peserta lainnya berbaris di hadapan Van Chrono selaku pemimpin kompetisi.
Kyuu berbaris di belakang dari ke 9 peserta lainnya, karena ia sedikit canggung jika berada di depan.
“Baiklah, kalian yang 10 orang ada di hadapanku ini pastinya peserta terbaik yang berhasil lolos ke tahap akhir ini, dan selangkah lagi kalian akan menjadi bagian dari organisasi Astar! untuk itu lakukanlah yang terbaik!”
Ucap Van Chrono dengan jelas dan lantang.
Para peserta pun nampak bersemangat mendengar ucapan dari Van Chrono, semangat jiwa muda mereka membara, tak terkecuali Kyuu.
“Oke, mungkin kalian penasaran tentang peserta yang keluar tanpa terluka satu pun, padahal kalian berkelahi mati-matian di dalam ruangan itu tadi”
Ya, memang semuanya terkejut melihat peserta yang seharusnya mati namun mereka masih sehat setelah keluar, dan penasaran apa yang telah terjadi, mengapa mereka tidak terluka, banyak pertanyaan di pundak mereka.
“Ruangan itu diciptakan khusus kompetisi Astar, setelah kalian memasuki ruangan itu, tubuh kalian akan tersimpan di tempat yang memang sudah tersedia disana, dan hanya pikiran kalian yang berjalan, otak kalian yang bekerja, sama halnya seperti mimpi, namun itu kejadian nyata! Kalian saling bertemu di dunia yang disebut dunia mimpi, kalian saling membunuh disana, hingga menyisakan 10 orang saja. Semua di buat seakan-akan semuanya nyata bahkan rasa sakitnya pun nyata! Tapi bagi yang terbunuh dianggap gagal dan kami akan menghapus ingatan mereka, sehingga mereka lupa apa yang telah terjadi di dalam sana, tiba-tiba keluar dan mereka gagal”
Van Chrono menjelaskan semuanya.
Membuat rasa penasaran kesepuluh peserta itu terbayarkan.
Kyuu yang bukan berasal dari dunia fantasy ini merasa sangat terkagum mendengar penjelasan dari Van Chrono.
Sungguh ini pengalaman pertama untuknya, dunia fantasy memang cukup menarik baginya dan membuatnya semakin bersemangat untuk mengetahui tentang semuanya di dalam dunia fantasy ini.
Membuatnya semakin ingin memenangkan kompetisi Astar ini.
“Oke, kalian semua bersiap-siaplah untuk per—”
“He-hey! Apa kami boleh ikut bersenang-senang?”
Seseorang muncul entah dari mana, tiba-tiba menyangkal ucapan Van Chrono.
Kyuu pun menoleh kebelakang kearah sumber suara, dan semuanya juga ikut menoleh kearah sumber suara.
__ADS_1
Ada 2 orang pemuda yang berjalan dari belakang barisan para peserta.
“Siapa kalian!? Bisa keluar dari sini?,” ucap Van Chrono mengusir mereka, Van Chrono juga sedikit kesal karena mereka mengganggu kompetisi dan tugasnya.
“Oh, perkenalkan! Namaku Xee!”
“Dan aku Minst!”
Keduanya dengan tanpa rasa berdosa malah memperkenalkan diri sambil tersenyum yang meremehkan.
“Aku tidak peduli siapa nama kalian!, kalian boleh keluar dari sini!”.
Van sedikit kesal.
Tanpa di sadari, yang bernama Xee sudah berada di samping Van dengan tersenyum jahat.
“Kau yang harusnya keluar dari sini.”
Xee lalu menepuk pundak Van, saat itu juga Van hilang entah kemana.
Para peserta terkejut melihat Van yang menghilang dengan sekali tepukan di pundaknya.
Melihat para peserta terkejut membuat Xee tertawa.
“Hahaha!! Kalian tenang saja, aku hanya membuangnya ke tempat yang jauh”
“Yahh, sedikit merepotkan jika ada dia disini” sambung Minst.
“dan aku akan membuat kalian tidak tenang disini!”
Sorot mata Xee terlihat sangat bernafsu ingin membunuh.
“Siapa kalian?!” para petugas langsung menyerang dua orang yang dianggap sebagai penyusup ini.
Kyuu yang merasa tidak aman, langsung berusaha pergi dari barisan meninggalkan 9 peserta lainnya.
Tanpa pikir panjang, 2 orang tuanmuda dari keluarga bangsawan itu berusaha melawan dengan menyerang Xee dan Minst.
Namun tanpa melakukan perlawanan yang berarti, kedua tuanmuda itu berhasil dibunuh dengan katana yang memotong leher mereka.
Dan tanpa perlawanan yang berarti, 7 peserta lainnya pun juga ikut terbunuh.
Ini sudah seperti pembantaian!.
Picratan darah mengenai wajah Kyuu yang sedang berusaha lari dari tempat itu dengan niat memberitahu para Star lainnya.
Kyuu pun berhenti setelah terkena picratan darah itu.
Ia termenung, dan berfikir betapa bodohnya ia malah pergi melapor dan bukannya melawan.
“Kenapa berhenti, bukannya kau ingin kabur?”
Xee tersenyum memandang bokong Kyuu yang sudah berada di hadapan pintu keluar.
Bodohnya aku, aku ada di dunia fantasy untuk berkelahi, bukan untuk jadi pengecut!
Kyuu akhirnya berbalik kearah dua orang itu.
Dengan cepatnya Xee sudah berada di hadapan Kyuu.
__ADS_1
Ia dengan cepatnya menebaskan katana ke leher Kyuu seperti ia menebas leher lainnya.
Namun ternyata tebasannya berhenti.
Entah apa yang terjadi, tapi itu adalah kekuatan Kyuu.
Aura merah seperti petir keluar dari tubuhnya Kyuu.
Kyuu menatap kesal kearah Xee.
Apa ini? Kekuatan psikis kah?, dia berhasil menahan tebasanku. Batin Xee.
Kyuu hanya diam menatap kesal Xee.
Minst datang dengan serangan cepat kearah Kyuu.
Namun serangan Minst juga berhasil di hentikan.
“Nampaknya kau cukup menarik!” Minst tersenyum.
Aura hijau kebiruan keluar dari tubuhnya Minst, ia memperkuat serangannya kearah Kyuu.
Namun itu juga tak berdampak apa-apa, serangan Minst tak berhasil menyentuh Kyuu.
Kyuu pun mengeluarkan katana yang berada di pundaknya.
Namun hanya setengah saja baru terkeluar, Xee dan Minst terkejut dan segera menghindar dari Kyuu.
Entah kenapa ia terkejut melihat katana pemberian dari gurunya Kyuu itu.
Katana Red Sankey!, dari mana dia mendapatkan katana kuno itu?!. Batin Xee.
Katana Red Sankey?! apa dia seorang Hight Star?. Batin Minst bertanya-tanya.
Katana Red Sankey adalah katana yang bersejarah.
Katana yang dibuat sekitar puluhan tahun yang lalu itu sudah memakan ratusan ribu nyawa.
Ya karena katana ini memiliki mata yang tajam.
Dikatakan tajam bukan karena berhasil membunuh ratusan ribu orang, tapi di akui tajam karena katana ini berhasil memotong sesuatu yang mustahil terpotong ataupun sesuatu yang sulit terpotong.
Bahkan dalam sejarahnya katana ini berhasil membelah gunung tertinggi di dunia yaitu gunung Revista yang tingginya 20 kilometer.
Note: ini cerita fantasy ya!.. jadi gunung tertinggi bukan gunung everest hehe.
Dan katana Red Sankey memiliki pasangan yaitu Blue Sankey.
Katana Blue Sankey sendiri tak kalah bahayanya.
Meski sekarang tak diketahui keberadaannya, namun orang yang memiliki katana Blue Sankey adalah orang yang memiliki kemampuan tinggi. Blue Sankey sendiri katana yang sulit dikendalikan. Karena kekuatan yang begitu besar, ia akan memberontak jika jatuh ke tangan yang salah.
Namun Red Sankey dan Blue Sankey memiliki kekuatan yang sama.
Sebaiknya kami menghindar, akan bahaya jika dia menggunakan katana itu!. Batin Xee.
Xee pun segera memegang pundak Minst, dan mereka menghilang dari hadapan Kyuu.
Mereka sudah teleport ke tempat lain.
__ADS_1
Terimkasih sudah membaca sampai akhir:)
Maaf jika novel ini memiliki banyak kekurangannya.