
Gedung ke 3.
Semua peserta sudah berkumpul di dalam gedung ke 3.
Semua berbaris sangat rapi bahkan tak ada yang berbicara sedikitpun, ya karena itu lah peraturannya.
Bagi yang bersuara, akan di diskualifikasi.
Aku harus bisa lolos hari ini, agar aku bisa mengubah sedikit kehidupan yang miskin ini.
Batin Kyuu.
Kemudian datanglah seorang lelaki yang cukup gagah dan terlihat berwibawa.
Ia berdiri di hadapan semua peserta.
“Perkenalkan, namaku adalah Van Chrono.... Aku yang akan memimpin kompetisi ini.” ucap pemuda itu memperkenalkan diri.
“bagi yang belum memahami aturan dan kompetisinya, silahkan baca kembali kertas yang sudah diberikan oleh admin”.
“jika sudah tau, silahkan masuk ke ruangan itu semuanya”.
Van Chrono menunjuk sebuah pintu yang kemudian dibuka oleh seorang petugas.
Seluruh peserta pun langsung masuk ke dalam ruangan itu.
Kyuu yang memasuki ruangan itu merasa sangat aneh, karena ruangan itu tak diberi lampu maupun cahaya sama sekali, sangat gelap.
Tempat apa ini?, mengapa begitu sangat gelap?
Batin Kyuu.
Setelah semuanya masuk, pintu pun di tutup.
Semuanya pun terkejut karena ruangannya begitu gelap tapi bisa menampung seluruh peserta.
Tempat apa ini?, aku sama sekali tidak merasa ada orang disampingku, seluas apa ruangan ini sampai kami tak bersentuhan?. Batin Kyuu.
Seluruh peserta semuanya mungkin sedang panik.
Namun mereka harus menaati peraturan.
Mereka terpaksa berdiam.
Klekkk!!!....
Seketika Kyuu berada di sebuah hutan yang luas.
Dimana ini?, kenapa aku bisa berada disini?. Batin Kyuu.
Kyuu melihat sekitar, tapi tak ada orang lain di sekitarnya, pantas saja ia tadi tak merasakan keberadaan peserta lainnya.
“Selamat datang di kompetisi Astar!”
Suara Van Chrono terdengar di dekat Kyuu, layaknya sedang menggunakan toa.
“Saya tidak akan memperpanjang omongan saya....”
“Jumlah kalian ada 200 orang, sisakanlah 10 orang untuk melaju ke babak selanjutnya”.
__ADS_1
“Kalian tidak perlu takut untuk membunuh, karena disini memang keras, lakukanlah apa yang bisa kalian lakukan untuk melaju ke babak selanjutnya”
“Ingat, hanya 10 orang saja yang berhak lolos ke babak selanjutnya!!”
Van Chrono menjelaskan semuanya tentang kompetisinya.
Apa-apaan ini!... Jelas di kertas sudah diberitahu bahwa kompetisinya menggunakan sistem satu lawan satu, tapi ini kenapa kami malah harus saling membunuh?. Batin Kyuu merasa bingung.
Apa yang harus ku lakukan?, Sekejam ini kah kompetisinya? Harus memakan nyawa untuk bisa lolos. Batin Kyuu merasa mengeluh.
Seseorang tiba-tiba menyerang Kyuu dari belakang menggunakan katana.
Namun Kyuu sadar, ia langsung menghindar.
Orang itu tak pikir panjang, ia terus menyerang Kyuu dengan katananya. Sedikit saja Kyuu lengah, mungkin bagian tubuhnya akan ada yang terpotong.
Namun orang lain tiba-tiba muncul mengganggu.
Ia langsung menyerang orang yang tadi menyerang Kyuu.
Dan akhirnya keduanya berkelahi tanpa rasa takut.
Tanpa sadar mereka saling melukai, bahkan salah satunya ada yang kehilangan tangannya karena terkena tebasan katana.
Kyuu yang melihat hal itu merasa takut.
Ia segera berlari meninggalkan perkelahian dua orang itu.
Apa-apaan ini!, kenapa bisa se berbahaya ini!?. Batin Kyuu.
Kyuu tak menyangka kompetisinya akan semenakutkan ini.
Ia hanya mengira kompetisi yang biasa saja. Bertarung dan menentukan pemenang tanpa harus membunuh.
Setelah sekian jauh berlari, akhirnya Kyuu menemukan sebuah goa untuk bersembunyi, ia pun segera memasuki goa itu.
Ahh... Akhirnya aku bisa berdiam diri dengan tenang disini. Kyuu merasa lega.
Di tempat lain, para peserta sedang bertarung sekuat tenaga, mereka berkelahi tanpa ada rasa takut.
Yang lemah akan gugur, dan yang kuat akan membabi buta.
Sama halnya terjadi antara dua orang yang berkelahi saat ini, dengan kelincahannya dan kekuatan yang sangat hebat membuatnya membunuh banyak orang.
Pada ruangan monitor, Van Chrono melihat perkelahian dua orang bocah laki-laki tersebut.
Namun mereka bukan saling berkelahi satu sama lain, melainkan berkelahi di tempat yang sama dengan musuh yang berbeda beda.
“Siapa mereka berdua?” tanya Van Chrono pada seseorang yang berada di sampingnya.
“mereka anak bangsawan, tuan muda ke 3 dari keluarga Sin, dan tuan muda ke 5 dari keluarga Yang” jawab orang yang berada di samping Van Chrono.
Lalu view monitor pun berubah, kini monitor memantau di kejadian tempat lain.
Van Chrono melihat Kyuu yang sedang bersembunyi di goa.
“Siapa anak ini?” tanya Van lagi.
“Dia tidak begitu istimewa, namanya Anz Kyuu Yandalima, ia bekerja disini sebagai tukang bersih gedung utama”.
__ADS_1
Kukira dia cukup menarik, penampilannya seperti tuan muda saja, ternyata hanya orang biasa... Yahh aku harap ada kejutan di kompetisi ini. Batin Van
Kemudian di tempat lain.
Si kakek, gurunya Kyuu. Ia sedang bersama seorang pemuda yang umurnya mungkin sepantaran dengannya. Ya karena si kakek juga berubah menjadi seorang pemuda. (baca episode sebelumnya)
“Bagaimana keadaan anak itu?” tanya pemuda itu pada si kakek.
“Yahh dia cukup baik, dia juga memiliki kekuatan yang tak kalah hebat” jawab si kakek.
“baguslah, nampaknya kau sudah melatihnya dengan sangat baik”
“Yaa, aku menggunakan pelatihan seperti kita dulu... aku tak menyangka dia berhasil melewati kedua latihan itu”.
“Tentu saja, dia itu istimewa” ucap pemuda itu.
“Dan hari ini sepertinya dia akan mengikuti kompetisi Astar”
“Yahh bagus”
“kenapa kau ingin aku melatihnya?” tanya si kakek.
“ada gelar yang sangat menakutkan di dirinya, dan juga ada kekuatan tersembunyi di dalam dirinya... Dan kekuatan itu tersegel dalam dirinya, jika dia di ambang kematian barulah segel itu akan terbuka” jawab pemuda itu.
“tapi jangan sampai segel itu terbuka” lanjut pemuda itu.
“kenapa?” tanya si kakek.
“kekuatannya sangat mengerikan dan bahkan tak memiliki batas maupun kelemahan”
Apa ada kekuatan yang tak memiliki batas bahkan tak memiliki kelemahan? Bahkan dewa saja memiliki kelemahan dan batas. Batin si kakek tak percaya.
Di gedung ke 3.
Babak pertama sudah selesai, Kyuu berhasil melaju ke babak selanjutnya bersama sembilan orang lainnya yang nantinya akan menjadi musuhnya.
Mereka semua keluar dari ruangan gelap itu.
Semuanya keluar lengkap seperti semula.
Kyuu dan 9 orang lainnya merasa aneh.
Tentu saja pertandingan tadi sangatlah sadis, mereka saling membunuh. Tapi mereka keluar di ruangan itu masih dengan keadaan baik-baik saja dan tak ada luka sama sekali.
Mereka semuanya yang sudah terbunuh di dalam ruangan itu langsung keluar dari gedung ke 3 karena angka yang diberikan admin sudah menghilang, itu artinya mereka gagal.
Mereka keluar dengan keadaan yang tak tahu apa yang telah terjadi, karena ingatan mereka tentang kejadian dalam ruangan itu sudah di hapus.
Namun kesepuluh peserta yang lolos, tidak akan di hapus ingatannya.
***Mengapa para peserta yang gagal tidak mati?
Siapa pemuda yang bersama si kakek?
Siapa si kakek sebenarnya?
Kenapa pemuda yang bersama kakek itu sangat tahu tentang Kyuu?
Gelar mengerikan apa yang dimiliki Kyuu?
__ADS_1
Semua akan terbongkar di episode-episode selanjutnya!.
Makanya jangan lupa klik favorite cerita ini, dan ikuti terus ceritanya***...