Kalau Jodohku Adalah Mantanku( Aku Bisa Apa?)

Kalau Jodohku Adalah Mantanku( Aku Bisa Apa?)
SAH


__ADS_3

Zidan tersenyum sambil memandang mantan kekasih yang beberapa menit lagi akan menjadi kekasih halalnya itu. Senyum Zidan itu, menyembunyikan debar jantung yang tak karuan. Jantungnya seakan mau meloncat, apalagi ketika ia memandang Sania. Dia sangat cantik dan memesona. Gaun putih itu sangat cocok untuknya. Ia memandang wanita yang di sebelahnya itu penuh arti. Lalu ia berkata lirih “ I love you Sania.” Lalu ia tersenyum. Ia masih gemetar.


Hati Sania semakin tidak karuan. Air mata menetes tak sanggup lagi di bendung. Dia bahagia. Bahagia yang sampai tak bisa lagi ia ungkapkan. Ternyata seindah ini rencanamu ya Allah…


Lalu Sania menoleh ke arah ayahnya. Ia menatap ayahnya penuh arti. Tatapan itu, adalah tatapan ungkapan terimakasih. Ayahnya pun mengangguk sambil tersenyum.


Lalu, ia kembali menatap Zidan. Sejenak mereka saling pandang. Pandangan sebagai sepasang kekasih, lagi. Rasanya, sama saat mereka baru jadian beberapa tahun lalu. Badan panas dingin, jantung berdebar tak karuan, keringat dingin mengucur. Mereka sungguh tak menyangka. sebentar lagi, mereka akan menjadi sepasang kekasih halal.


“ Sudah siap Nak?” kata penghulu memecah keheningan


“ Oh, Iya Pak. Saya sudah siap.” kata Zidan mantap dan tegas.


Lalu ijab qabul di mulai. Sania mendengar kalimat ijab qabul yang di ucapkan Zidan dengan jatung yang tak berhenti berdebar dengan hebatnya. Tangisnya pecah ketika semua orang di sekelilingnya mengucap “SAH…”.


Sania mengusap air mata dengan tissue yang sejak tadi ada di sampingnya. Lalu, Sania memandang Zidan. Ia raih tangan suaminya itu. Ia cium punggung tangan Zidan dengan khidmad. Lalu, Sania bangkit. Zidan memegang ubun-ubun Sania. Ia bacakan do’a. Sania memejamkan mata. Ia aminkan segala doa Zidan. Ya Allah… tiada rencana yang paling indah selain rencanamu. Sungguh bahagia, Zidan bisa berdoa sambil memegang ubun-ubunku. Mengucap janji di depan orang tuaku. Dan akan menjadi pembimbingku di sisi umurku. Ucap Sania dalam hati.


Setelah Zidan selesai mengucap Do’a, ia lepaskan tangannya dari ubun-ubun Sania, lalu ia mencium kening Sania. Sejenak ia saling pandang. Sania ingin sekali memeluknya, tapi tak mungkin. Pasti ia malu. Semua mata tertuju pada mereka berdua. Termasuk Riska, yang saat itu tengah melelehkan air mata.


“ Sungguh baper tingkat dewa melihat sweetnya mereka.” Batin Riska.

__ADS_1


Setelah itu, Sania langsung menghambur ke pelukan Ayahnya. Sania menangis sesenggukan disana. “ Terimakasih, Bapak.” Ucapnya lirih.


Ayah Saniapun ikut meneteskan air mata. “ Semoga kau selalu bahagia, Nak.” Kata Ayah Sania.


Setelah itu, Sania segera menuju ke arah Ibu Zidan. Ia mencium punggung tangan Ibu Zidan, lalu Ia langsung memeluk Ibu mertuanya itu. “Terimaksih Ibu, terima kasih sudah menerimaku menjadi anak IBu.” Kata Sania.


“ Ibu bahagia, akhirnya kamu benar-benar menjadi anak ibu sekarang.” Kata Ibu Zidan sambil tersenyum.


Lalu tiba-tiba sahabatnya, si Riska mendekat. Ia langsung memeluk Sania.Sania menangis lagi. Entahlah, ia berubah jadi wanita cengeng hari ini. Riska juga menangis. Mereka menangis bahagia. Akhirnya, sahabatnya bersanding dengan orang yang memang ada di hatinya. Ia bahagia, karena upaya untuk menyatukan mereka tidak sia-sia.


“ Cengeng!. “ Kata Sania di sela isak tangisnya.


“ Katanya jijik balikan sama mantan, katanya amit-amit, tapi giliran di nikahin beneran sama mantan, eh bahagianya setengah mati.” Kata Riska. Ia kembali meledek sahabatnya. Lalu Sania tertawa. Ia ingat waktu itu. Ketika ia bilang jijik jika harus kembali sama mantan.


“ Sekarang aku sadar Ka, sebenci apapun aku sama seseorang, kalau Allah sudah menulis namanya untukku, aku bisa apa?”


“ Ih… setelah jadi nyonya Zidan jadi pintar ih, “ kata Riska tak habis-habisnya meledek.


“Mulai deh” kata Sania

__ADS_1


Setelah acara ijab qabul selesai, seluruh tamu yang hanya sahabat dekat dan kerabat dekat Zidan dan Sania makan di ruang tengah. Semuanya Zidan yang menyiapakan. Karena ia tak mau keluarga Sania repot sedikitpun.


Lalu, Zidan menghampiri mereka berdua.


“ Riska, terimakasih ya? Ini semua berkat kamu. Kamu yang membuat aku sadar atas kesalah pahamanku. Mungkin, kalau kamu tidak nekat memberitahuku semuanya, ini semuanya tak akan terjadi. “ kata Zidan pada Riska.


Sania mengernyitkan dahi. Apa maksudnya?


“ Sama-sama pak Zidan” kata Sania sopan. Hilang seketika mulut TOA nya.


“ Maksudnya apa sih? Kok Riska yang membuat kamu sadar?” Kata Sania penasaran.


“ Jadi, Riska yang mengatakan semua tentang kesalah pahaman ini, Istriku.” Kata Zidan sambil mengerlingkan matanya. Ia menggoda Sania.


Tapi, alih-alih tersenyum. Sania malah memasang muka cemberut.


“ Jadi gitu ya? Aku yang mati-matian mencoba menjelaskan tak kau gubris, giliran Riska yang menjelaskan langsung saja percaya.” Kata Sania. Ia melirik kesal ke arah Zidan dan Riska bergantian.


“ Pengantin baru di larang ngambek dong”kata Riska

__ADS_1


Belum sempat Sania membalas ucapan Riska, Rino datang. Ia memeluk Zidan dan memberi selamat. Rino juga mengucapakan selamat ke Sania. Dan Riska… ia memandang Rino tak berkedip. “ Oh my Good… six pack sekali badan cowok ini, meskipun gelapnya sama kayak aku, tapi cowok ini cool banget, rambutnya ikal-ikal keren gitu… Ya Allah.. beri aku satu saja yang seperti ini.” Kata Riska dalam hati. Ia memandang Rino tak berkedip.


__ADS_2