Kalau Jodohku Adalah Mantanku( Aku Bisa Apa?)

Kalau Jodohku Adalah Mantanku( Aku Bisa Apa?)
Beginilah Rasanya Bertemu Mantan?


__ADS_3

"Apa? kamu ingin mempunyai mobil sport? Mimpi. memangnya kamu mau beli pakai apa?? pakai daun? Kerjaanmu saja cuma mengurus kebun. Mana bisa kamu beli mobil sport? " Ejek Ella Sambil tertawa


"Apa? kamu ingin kuliah sampai S3? Mimpi. mau bAyar kuliah pakai apa? daun? " Kata Santi sambil tersenyum kecut.


"Hahaha... wong kerjaannya ngurus kebun kok pengen punya rumah mewah? mau beli pakai apa? daun?" Kata Bu Laela, tetangganya yang kaya raya tapi pelitnya nggak ketulungan.


Itulah kata-kata mereka yang berhasil membuat Siti geram. Ia selalu terngiang-ngiang akan ejekan mereka. Bahkan bukan hanya mereka , banyak orang-orang yang suka mengejeknya karena ia mimpi terlalu tinggi. Giginya gemerutuk geram. Ia sudah jengah di ejek terus menerus.


"Ya Tuhaaaan... Aku ingin menjadi satu-satunya makhluk yang banyak uang. Hilangkan semua uang mereka yang suka mengejekku ya Tuhan.... biar mereka bisa merasakan pahitnya diejek karena tidak memiliki uang" Teriak Siti dengan penuh emosi.


Tiba-tiba, terdengar suara petir menyambar dengan kerasnya. Siti menutup telinganya. Ia memandang sekelilingnya dan berharap doanya akan menjadi nyata, seperti yang ada di film-film.


keesokan harinya, Siti menonton televisi. Ia menonton berita bahwa semua orang mendadak menjadi kaya. Tiba-tiba mereka mendapatkan banyak uang secara misterius. Ada yang menemukan uang di atas kasur. Ada yang tiba-tiba menemukan uang di tas kerjanya. Beberapa dari mereka ada yang tiba-tiba menemukan uang di dapur. Sungguh ajaib. Mereka semua terheran-heran, dari mana asal uang itu. Mereka sedang menari-nari merayakan kekayaan mereka yang mendadak.


Melihat berita itu, Siti langsung melihat ke seluruh rumahnya. Apakah dia sama dengan orang-orang itu yang tiba-tiba mendapatkan uang yang tak terhingga dan tidak diketahui dari mana asalnya?


Siti mencari di keseluruhan rumah, tapi tidak ia temukan uang sepeserpun.


Lalu, dia pergi ke tetangga sebelah rumahnya. namanya ibu Aminah. dia ingin memastikan, Apakah ibu Aminah juga mendapatkan uang seperti apa yang ia lihat di televisi? Ternyata benar, ibu Aminah pun mendapatkan uang yang secara tiba-tiba ia temukan di kamar mandinya. jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung ada sekitar ratusan lembar uang 100.000-an.


Begitu juga dengan Bu Hindun, tetangga depan rumah Siti. Bu Hindun juga tiba-tiba menemukan uang di bawah tudung saji. Jumlahnya pun juga lumayan fantastis. ratusan lembar uang ratusan ribu.


melihat itu, Siti pun langsung pulang ke rumah dengan kesal. Ia berteriak lagi kepada Tuhan

__ADS_1


"Ya Tuhan, kenapa orang-orang tiba-tiba mendadak menjadi kaya. dan kenapa hanya aku yang tidak mendapatkan uang sepeserpun. Bukan ini yang aku minta ya Tuhan. Aku ingin, aku yang kaya sendirian dan orang lain tidak, kenapa malah sebaliknya?" Teriak Siti. Ia merasa Tuhan sedang tidak adil padanya.


Saat itu, ia sangat lapar karena kelamaan kesal dengan semua orang yang mendadak memiliki banyak uang. sedangkan dirinya, hanya memiliki satu lembar 10 ribuan di dompetnya.


Dengan berbekal uang 10 ribu, Ia bergegas menuju warung untuk membeli telur dan mie instan


"Bu, beli mie instan 2 saja ya dan telur 1 butir." Ucap Siti kepada bu Jalal, penjual di toko kelontong di dekat rumahnya.


"Oke siap. ini telur dan mie rebusnya, Siti. Total semuanya 10 daun" Kata Bu jalal.


"10 daun? apa maksudnya bu Jalal?" Tanya Siti. ia tampak bingung.


"Iya, 10 daun. Kamu bisa membayar mie rebus dan telur mu ini dengan 10 daun. " Kata Bu Jalal meyakinkan.


"Jadi, aku tidak perlu membayar mie instan dan telur ini dengan uang? "Ucap Siti antusias dengan mata berbinar-binar.


"Ini bukan mimpi kan? Jadi sekarang saya bisa melaksanakan transaksi dengan daun ? " Ucap Siti. Ia sangat tidak percaya. Bagaimana bisa seperti ini? Bukankah semua orang lagi banyak uang dan mendapatkan uang dengan jumlah besar dengan tiba-tiba? Tapi bagaimana bisa saya membayar pakai daun? ataukah semalam aku tertidur selama bertahun-tahun seperti di dongeng? Ah, tapi tidak. Bu Jalal tetap segitu. Tidak ada yang berubah. Siti masih bertanya-tanya. ia bingung. tapi ia sangat gembira


"Betul Siti, kamu tidak mimpi." Jawab Bu jalal.


"Baik Bu Jalal, kalau begitu saya pulang dulu ya. saya ambil daun di belakang rumah, nanti saya akan kembali dan membeli banyak barang "Ucap Siti dengan sangat gembira


"Silakan Siti "

__ADS_1


Dengan sangat gembira, Siti pulang dan mengambil daun belimbing di belakang rumah sebanyak-banyaknya dan segera membawanya ke warung Jalal.


"Bu Jalal, saya mau beli beras 10 kilo, gula 5 kilo, minyak goreng 5 kilo. Lalu, telur 2 kilo. Oh iya, saya juga mau beli daging ayam 1 kilo ya Bu" Kata Siti


"Iya Sit, saya ambilkan dulu ya" Kata Bu Jalal sambil ini semua totalnya 50 daun"kata Bu jalal.


Siti langsung menghitung 50 jalan belimbing dan memberikannya ke Bu jalal.


"Ini Bu 50 daun. Oh iya, aku bisa membeli pakai daun apapun kah atau hanya daun belimbing saja? "Tanya Siti.


"Kamu bisa membeli pakai daun apa saja, Siti. Jangan lupa besok belanja lagi di warung ibu ya?" Kata bu Jalal.


"Terima kasih bu Jalal, saya pamit dulu ya Bu?mau masak dulu. Permisi." ujar Siti, Lalu Siti pamit pulang dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


Sesampainya di rumah, ia kaget karena ada beberapa mobil berjajar di depan rumahnya. dan di teras rumah Siti, ada beberapa orang yang sedang berkumpul di sana. dilihat dari penampilannya nampaknya mereka adalah orang kaya


"Ada apa ini, kenapa mereka beramai-ramai di rumahku?" kata Siti kepada dirinya sendiri. lalu, Siti menghampiri mereka.


" hai Siti, akhirnya kamu pulang juga" kata salah satu diantara mereka.


"Iya, tadi ke warung sebentar. Ada apa ini semua? kenapa beramai-ramai ke sini? ada yang bisa saya bantu? "Tanya Siti heran.


"Siti, kami boleh minta daun yang ada di belakang rumah kamu? kamu kan punya beberapa pohon di kebunmu. Jadi, bolehkah aku meminta daun berapa saja? kami punya banyak uang, tapi uang kami tidak bisa digunakan untuk membeli apapun. Kami harus membeli apapun pakai daun. sedangkan kami yang tinggal di perumahan, tidak memiliki pohon yang ada daunnya." Kata Ella memohon.

__ADS_1


Siti mengernyitkan dahi. sekarang, dia faham, kenapa orang-orang itu datang ke rumahnya.


"Oh, jadi itu alasan mereka datang ke sini. jangan harap mereka mendapat sehelai saja daun dariku." kata Siti dalam hati.


__ADS_2