Kamu Dan Segala Kenangan

Kamu Dan Segala Kenangan
episode 1


__ADS_3

flasback on


Siang hari yang cerah, gadis manis bersemangat untuk pulang ke rumah untuk menunjukkan hasil kelulusannya. Berharap orang tuanya akan senang dengan prestasi yang diraih, tapi kenyataannya tak sesuai dengan yang ia harapkan.


"assalamualaikum, Lyla pul.....lang"ekspresi muka Lyla mendadak suram setelah membuka pintu rumah. Keaadaan rumah kosong, perabotan rumah tak lagi di tempatnya, peralatan dapur sudah bertebaran, hanya kekacauan yang dapat disimpulkan Lyla mengenai rumahnya.


"mama....papa....kalian dimana? Lyla pulang nih" menyusuri ruang tamu menuju kamar orang tuanya.


" kau saja yang ajak Lyla jalan-jalan! aku sibuk tidak ada waktu untuk kalian!!" ucap Lay yang tak kalah kerasnya. "huh, kau kira hanya kau saja yang sibuk ha!! aku juga sibuk! dia kan anak mu kenapa aku yang susah hanya untuk mengajak nya jalan-jalan" Mila tak terima dirinya disalahkan. "kau yang mengandungnya! jadi kau juga orang tuanya! dasar kau ini" Lay hendak menampar pipi Mila namun terhenti karena suara Lyla.

__ADS_1


"pa!!...ma!! cukup! hentikan!!! kenapa kalian selalu saja bertengkar kalau membahas tentang anak!!!" bibirnya bergetar, matanya menitikkan air mata. "kalau keberadaanku tidak diharapkan kenapa harus ada aku diantara kehidupan kalian". Hati Lyla sesak, sakit, udara yang ia hirup seperti racun di dalam tubuhnya. Ia tak sanggup lagi menjadi pembawa masalah untuk kedua orangtuanya, padahala ia tak tau dimana letak kesalahannya.


"huh, tau juga rupanya kau posisimu sekarang!" Mila mengucapkan kalimat yang tak pernah Lyla harapkan selama ini. "Kalau begitu pergi lah, hidup mandiri, papa akan urus rumah yang akan kamu tempati di negara xx, dan papa akan kirim uang jajan untukmu sekali sebulan." Lay tak mau memperpanjang urusannya, karna ia punya urusan yang lebih penting dari pada perasaan anak semata wayangnya.


Walau sedih, Lyla berusaha setegar karang demi keutuhan keluarganya. " Baiklah pa, Lyla mau pindah dan hidup mandiri, tapi Lyla punya satu syarat". "Heh anak kecil, sudah menyusahkan orang tua, masi punya keberanian minta syarat! memang apa syarat yang membuatmu berani begini!" Mila yang awalnya senang tiba-tiba berubah suram. "syarat yang Lyla minta, papa sama mama jangan bertengkar lagi, hidup bahagia dan damai selama Lyla tak bersama kalian, jangan khawatikan Lyla, Lyla pasti akan baik baik saja disana" ucap Lyla tersendu sendu.


" apa? cuma itu syarat yang kamu ajukan? tak perlu diminta pun kami akan bahagia tanpa kamu!" bentak Mila yang merasa sia sia mendengakan ucapan anaknya. "sudahlah ma, biaran saja dia mengungkapkan kata kata terakhirnya itu, lagian sekarang dia bukan lagi beban untuk kita" Lay merasa sangat senang, karna Lyla mau tinggal terpisah dari dia dan istrinya.


" sudah ya pa.. ma... Lyla mau istirahat dulu, besok Lyla packing barang yang mau Lyla bawa" sambil mengakhiri tangisan. " ya, istirahat lah sana" ucap Lay. " kalau mau makan ambil di kulkas dan hangatkan sendiri, jgn membangunkan ku tengah malam" sela Mila saat Lyla hendak pergi. Lyla hanya tersenyum menanggapi ucapan ibunya.

__ADS_1


Sebenarnya Mila tak sepenuhnya membenci Lyla begitupun Lay. Hanya saja mata hati mereka ditutupi dengan uang dan kedudukan.


Lyla sendiri di besarkan sampai duduk sekolah dasar akhir oleh nenek dari ibunya, namun saat Lyla kelas 6, neneknya meninggal. Hingga saat ini Lyla tumbuh tanpa kasih sayang dan perhatian orang tuanya, ia melakukan semua pekerjaan sendiri. Meskipun di rumahnya ada banyak pembantu, tapi Lyla tak pernah menyuruh atau pun meminta kepada pembantu di rumahnya. Bahkan Lay pernah menawarkan pengasuh yang akan menemani Lyla kemanapun ia pergi tapu Lyla menolak.


flashback off


**happy reading semua๐Ÿ˜


terimakasih yang sudah berkunjung ke novel aku, jujur ini pertama kalinya aku buat novel gais๐Ÿ˜….

__ADS_1


semoga kalian suka๐Ÿ˜


jangan lupa tinggalkan jejak ๐Ÿ’™**


__ADS_2