
dua orang itu sudah berangkat ke kantor bersama, tinggal Nisha yg sendirian.
*di dalam kamar*
"aku bosan sekali seperti ini terus" kata Nisha yg lagi merengek.
"kurasa main hendpon juga sudah tak membuat ku bahagia.... heemm" ketus Nisha.
"aku pengen keluar" ucap Nisha sambil menatap langit² kamar.
huff
"main geme aja....tapi susah nyari geme yg sesuai dengan ekspetasi ku" memegang hp nya.
menatap cermin hp nya dengan serius.
"mana teman ngak ada.... menyebalkan sekali".
"suruh tuan beli binatang ahh buat teman main ku... seperti kucing kurasa" kata Nisha yg tersenyum lebar.
Nisha yg masih memikirkan kucing apa yg ia ingin kan.
"aku tidak tau" menggelengkan kepalanya.
Nisha pun beranjak dari kasur, dan pergi ke arah jendela kamar.
Nisha membuka kaca jendela, angin masuk lalu menghembus tubuh Nisha. rambut yg tak terlalu panjang pun ikut terhembus angin. Nisha menatap langit biru cerah itu di luar... membuat nya kepikiran dengan orang tuanya lagi.
"hey mamah/bapak....aku sekarang sudah bahagia, setidaknya beban kau hilang satu bukan" ucap Nisha masih melihat ke arah langit.
tak di sangka Nisha membasahi pipinya dengan air mata nya. mengingat kejadian itu kembali.
"sungguh menyakitkan" ketus Nisha lalu menghapus air matanya.
"suatu saat nanti, aku akan mampir, tapi mungkin kau sudah tidak mengenal ku lagi" kembali menetaskan air mata nya.
lalu Nisha pun pergi ke kasur untuk brebahan.
***
di gedung yg menjulang tinggi, di dalam ruangan nya dia.
hp hivan berdering, lalu dia mengangkat nya.
yg menelfon hevan itu adalah sekertaris jauh nya yg di Singapura.
"halo ada apa arhan?" ucap hivan
"maaf menganggu mu tuan hevan, tapi ini darurat... perusahaan kita menurun drastis, dan aku bingung mau ngelakuin apa, dan tuan harus datang ke sini" panik.
"apa!!!....arhan kau sudah ku beri tanggung jawab yg besar untuk mengurus perusahaan ku... kenapa kau kerja tak becus sih" hevan pun tak berdaya lagi dan memutuskan untuk pulang ke Singapura besok pagi.
Alex hanya diam melihat hevan di depan nya.
dan tak mau berkata apa apa.
"kak aku harus pulang ke Singapura besok pagi, perusahaan ku lagi turun" kata hevan.
"tapi kembali lagi yah"
hevan pun mengangguk kan kepalanya.lalu duduk kembali ke tempat sebelum nya.
***
malam sudah tiba...Alex dan lain nya memutuskan untuk pulang ke rumah.
*SAMPAI DI RUMAH*
mereka sudah tiba, Alex langsung masuk ke kamar dan hevan pergi ke dapur untuk mengambil air putih.
*sampai di kamar*
melihat Nisha yg tertidur itu membuat Alex gemas ke pada Nisha
Alex mendekati Nisha yg lagi tertidur, Alex
menatap wajah Nisha
__ADS_1
Nisha merasakan bau farfum yg Alex pakai itu seketika langsung bangun.
"kau sudah bangun" kata Alex yg mengagetkan Nisha.
"astaga, tuan kenapa dekat² seperti itu aku kaget lho" terbagun
"aku ngak ngagetin lho, aku cuman melihat kamu tidur aja"
*Nisha pun duduk.
mereka saling bertatapan, dan saat itu Alex langsung
mencium kening Nisha, dan langsung melarikan diri*.
"dia mencium ku" ketus Nisha.
huff
Alex sudah keluar dari kamar mandi, dia mengacuhkan
Nisha yg sibuk bermain hp, berapa menit kemudian Alex sudah
memakai baju nya, dia pun pergi ke kasur
saat di kasur dia masih mengacuhkan
Nisha dan Nisha pun meletakkan hp nya
di meja dekat kasur.
"tuan" tanya.
"hemm" dehem Alex, masih memainkan hp nya.
"pengen keluar" kata Nisha.
"mau kemana" bertanya.
"terserah, yg penting aku ingin keluar"
Alex berbalik ke arah Nisha.
"atau pergi sekolah, gimana" ucap Nisha.
"tidak, kau tidak bisa, jika ada yg mengetahui mu ada di sini gimana" kata Alex
"tapi tuan...aku benar² ingin bebas" kata Nisha.
"kau ingin ke mana?....kau bisa meminta apapun dari ku asalkan,
Jagan tinggalkan aku" tegas Alex.
"aku ngak bakal ninggalin tuan, aku hanya ingin hidup bebas seperti gadis,
remaja pada umumnya" kata Nisha.
"kau ini kenapa shi keras kepala sekali, aku bilang jangan yah
jangan ngerti ngak shi, dewasa dikit
bisa ngak" kata Alex dengan nada yg tinggi.
Nisha mengeluarkan air mata karena bentakan Alex kepada nya.
"tuan jahat" kata Nisha.
Alex dengan emosi meninggalkan Nisha yg mengeluarkan air mata nya. "seseram itu kah dia saat marah" ketus Nisha.
***
di bawah Alex ingin keluar untuk mencari angin segar untuk
menenangkan hati nya.
"Jagan sampai dia meninggalkan diriku, aku sungguh mencintainya" gumam Alex.
Alex duduk di depan pintu rumah nya sambil memegang gelas panas
__ADS_1
yg berisi susu coklat.
Alex melamun dan memikirkan kesalahan
yg dia lakukan ke pada Nisha tadi.
Alex Merasa bersalah kerena membentak
Nisha yg sangat berlebihan.
"apa aku jahat" berbicara pada diri nya sendiri.
Doni pun datang menghampiri tuan nya.
Doni duduk di samping Alex dan Alex melirik ke arah Doni tapi Alex membiarkan nya saja.
"tuan kenapa" bertanya.
"hem, tidak apa apa" menyembunyikan kesedihannya.
"apa tuan bertengkar dengan nona
muda?" ucap Doni.
"tidak kok....kau sendiri kenapa?" ketus Alex.
"hanya menemani tuan" kata Doni.
"pergilah istirahat, besok pagi kau harus mengantar adikku ke bandara" kata Alex.
"aku tidak capek, dan aku tau harus bangun jam berapa" kata Doni.
"Doni apa kau tidak kepikiran untuk menikah dengan wanita
pilihan mu?" tanya Alex.
"a-apa.... sebelum nya aku tak pernah
berfikir ke situ karena
aku hanya ingin fokus ke kerja dulu tuan
aku senag jika tuan masih
membutuhkan ku" ucap Doni.
"ouh begitu yah" jawab dengan singkat.
huff
Nisha merasa tuan nya sudah marah besar kepada nya,
dan dia tidak ingin mengulangi nya lagi, karena dia tahu jika
marah nya lelaki yg selalu ada di depan nya itu sangat lah menyeramkan.
Nisha pun memutuskan untuk tidur lebih awal malam ini..
***
"terima kasih sudah mau menemani tuan mu ini, aku ke atas duku yah" kata Alex lalu meninggalkan Doni sekertaris nya.
*sampai di kamar*
Alex melihat mata Nisha yg sembab karena habis menagis,
Alex tak tega sekali karena kelakuan nya
gadis dia depan nya itu
menanggung rasa bersalah.
dia pun naik di kasur lalu memeluk erat tubuh Nisha, dan perlahan lahan
dia pun tertidur.
SELESAI.
__ADS_1
AUTHOR BUTUH LIKE NYA YAH, DAN JAGAN LUPA KOMEN JUGA 🤗.