
alex begitu sagat senang bisa seperti itu,
manja-manjaan, sambil berpelukan
tapi Nisha takut jika hal yg tidak dia ingin itu terjadi pada nya.pikiran aneh sudah muncul di benak Nisha. tapi dia berusaha untuk tidak membantah kepada lelaki yg ada di depan nya, Karena dia tau
bagaimana lelaki di depan nya itu
marah ke padanya.... sedikit saja kesalahan yang dia perbuat bisa fatal akibatnya.
tiba² ada yg mengetuk pintu kamar Alex, dan dia pun terbangun dari tidurnya.
"siapa" tanya Alex ke arah pintu kamar nya.
"ini saya tuan" ucap Doni di balik pintu kamar.
"hem, masuklah" menyuruh Doni masuk dengan nada yg males.
"maaf tuan saya mengganggu anda, tapi ini sudah pagi dan matahari akan segera bersinar di luar sana, apa tuan tak ingin pergi kerja" kata Doni.
"maaf Don, tapi hari ini saya tidak akan pergi kerja, kau gantikan saya yah" ketus Alex.
"tapi tuan meeting nya bagaimana" tanya.
"kau gantikan posisi ku dulu" jawab Alex.
"baik tua muda, kalau begitu saya pamit dulu, dan saya akan bilang ke pak Han jika makanan nya akan di antar ke kamar tuan" ucap Doni lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
***
pak Han sedang merapikan makan di meja, dan tak lama Doni pun datang dengan membawa tas berwarna hitam yg sedang dia pegang.
Doni menyampiri pak Han yg sedang mengatur makan di meja makan, lalu dia pun bertanya ke Pak Han.
"pak Han, tuan muda dan nona muda tak akan turun untuk sarapan pagi, lebih baik bawa makanan itu ke kamar nya dia
akan memakan itu di kamar nya" ucap Doni.
"baik sekertaris Doni" ketus pak Han.
"kalau begitu saya pergi dulu yah pak Han" pergi tanpa pesan lagi.
...huff...
Alex sedang sibuk bermain dengan gadis di depannya itu, lalu Nisha pun bertanya kepada nya.
"tuan kenapa kau tidak pergi kerja" tanya Nisha.
"terserah aku, kantor kantor aku" jawab Alex dengan sombongnya.
"sombong baget" gumam Nisha.
"ouh begitu yah" ketus Nisha.
lalu Alex beranjak dari kasur.
"tuan mau kemana" tanya Nisha.
"mau mandi" jawab singkat Alex lalu pergi meninggalkan Nisha dan masuk ke kamar mandi.
"hm"
dan Nisha pun juga beranjak dari kasur dan pergi pe arah jendela, Nisha
__ADS_1
membuka tirai jendela kamar nya, dan membuat sinar matahari itu masuk memenuhi ruangan.
dan Nisha juga membuka pintu jendela Agar udara segar masuk ke dalam
kamar.
dan Nisha pun membersihkan kasur yg ia
tempati tidur bersama Alex.
*selesai membersihkan kasur*
"akhirnya selesai juga" ucap Nisha.
Alex pun keluar dari kamar.
"siapa yg membersihkan kasur nya, Jagan bilang kamu yg melakukan nya" tanya Alex.
"iya...aku tuan" jawab dengan polosnya.
"lain kali kamu Jagan yg melakukan nya, ada pak Han yg membersihkan nya, aku tidak ingin kau kelelahan" ucap Alex.
"tapi tuan aku tidak keberatan kok, lagian yg tempati tidur siapa, masa Iyya orang lain yg akan membersihkan kasur yg kita tiduri sendiri, ngak boleh" kata Nisha.
"dia kan di gaji sayang, jika dia tak mengerjakan tugas nya lantas gunanya di gaji untuk apa, apakah dia menginginkan uang tetapi tak melakukan sesuatu, pak Han itu sudah bekerja 20thn di sini, dia sudah tau apa yg harus dia lakukan di rumah ini, jadi jangan kau yg melakukan pekerjaan ini, kau seperti pembantu jika melakukan pekerjaan ini" kata Alex
dan Nisha pun hanya terdiam mendengar kata-kata Alex.
"tapi tuan, pekerjaan inilah yg setiap hari kulakukan di rumahku" seru Nisha.
"benarkah" tanya Alex ke Nisha dengan tatapan tajam.
"I iya tuan" ketus Nisha.
"tapi tuan tak perlu marah kok, bukankan itu pekerjaan anak gadis" kata Nisha.
"tapi tetap saja aku tidak menyukai nya" kata Alex
"aku kan bukan anak orang kaya tuan, andai orang tua ku kaya, pasti aku tak perlu melakukan pekerjaan rumah" kata Nisha.
tok tok tok
ketukan pintu lagi.
"masuk" kata Alex.
lalu pak Han masuk ke kamar dengan membawa banyak makanan.
"permisi tuan/nona ini makanan nya" kata pak Han. lalu pak Han meletakkan makanan² di meja bulat yg ada di kamar Alex.
setelah semua sudah di pindahkan di meja, pak Han lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"saya permisi dulu tuan/nona" kata pak Han, lalu keluar dari kamar Alex dan menutup pintu dengan lembut.
"ayo kita makan" ajak Alex.
"kok kita tidak makan di bawah tuan" tanya Nisha.
"tidak apa, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama mu hari ini" kata Alex.
"Hmm"
lalu Nisha pun duduk di samping Alex.
__ADS_1
"tuan aku merasa, aku tak kesepian jika ada kau" ucap Nisha
"hmm...kayaknya kau butuh aku sepanjang waktu" ketus Alex.
"hehehe.... mungkin" terkekeh kecil.
"ayo kita makan" ajak Alex.
lalu mereka berdua pun menikmati makanan nya ada di depan nya.
mereka sungguh menikmati hari ini.
*selesai makan*
mereka sudah selesai makan dari tadi, dan pak Han sudah ingin membawa piring² yg di pakai tadi.
"saya permisi dulu tuan/nona" keluar.
huff
Alex dan Nisha sudah berada di kasur, mereka berdua sedang menonton acara TV yg di sukai Nisha.
"hmm, kamu mau gak jln²" ajak Alex.
"hah... serius tuan, tuan mau ngajakin aku jalan² keluar" bertanya dengan girangnya.
"iya, tapi kamu harus menyamar, jika ada yg melihat mu kau bisa saja masuk kantor polisi" ucap Alex.
"lah kenapa begitu tuan" tanya lagi.
"kan kau pernah masuk berita dan kau sedang dalam pencarian polisi, jika ada yg melihatmu, pasti kamu masuk kantor polisi dan kau akan bawah pulang ke orang tua mu" kata Alex.
"Hmm, iya tuan" kata Nisha.
"kalau begitu cepat siap² dan jangan lupa kau pake masker, dan masker ada di laci yah" kata Alex.
"iya tuan" ketus Nisha.
lalu Nisha pun pergi ke ruangan ganti pakaian.
selang beberapa menit kemudian Nisha sudah selesai memakai baju, dia begitu sagat cantik, dan sangat anggun dia tidak lupa memakai masker.
"wah cantiknya, kesini sebentar" memanggil.
Nisha pun mendekati Alex dengan ragu².
"nih aku pakaikan kacamata hitam" biar menyamar mu lebih sulit di tebak.
"makasih tuan"
"ayo kita turun" ajak Alex.
lalu Alex memegang tangan Nisha dan turun ke bawah.
*sampai di luar"
mereka berdua sudah ada di depan rumah, Alex membuka pintu mobil untuk Nisha.
"masuklah" seru Alex.
"makasih tuan" tersenyum.
SELESAI.
__ADS_1
AUTHOR BUTUH LIKE NYA YAH, DAN JAGAN LUPA KOMEN JUGA 🤗.