
dia sedari tadi memenggan foto itu
hinga suara familiar terdengar
"Yusi " pangil orang itu
sedangkan kan Yusi hanya membelakangi org itu dan terus menatap foto di tangan nya
" kenapa sikap mu berubah, ini bukan Yusi yg aku kenal dulu " ucap org itu
" semua orang bisa berubah seiring waktu " ucap Yusi yg masih membelakangi orang itu
org itu yg mendengar ini mengerutkan dahi nya
" Yusi aku merindukan dirimu yang duluh , kenapa kau seperti ini, lihat sikap dingin mu, dan jarak yg kau berikan ke orang lain, ini tdk seperti kau yg duluh " ucap org itu
" kau bahkan menjaga jarak dari ku tak seperti duluh yg selalu di dekat ku, yg selaluh tersenyum, kau bahkan pergi tanpa memberi tau ku, apa kau sudah tak menggagap ku sebagai saudara mu yusi, apa karena kau orang dari kota bintang jadi kau menjaga jarang dari semua org, kau seperti tdk menggagap semua org yg ada di sekitar mu " ucap org itu dengan nada sedikit tinggi
" apa omongan/janji mu saat kecil adalah palsu... " ucap org itu terpotong oleh teriakan Yusi
" CUKUP " teriak Yusi sambil meremas foto yg ada di tangan nya
__ADS_1
" aku begini karena mu, kau yg duluan mengingkari janji mu , bukan aku untuk apa aku menepati janji ku jika kamu tdk menepati nya," ucap yusi
" aku begini karena sikap mu terhadap ku, aku menjaga jarak karena aku tak ingin ada yg mengetahui perasaan ku, "
"janji yg kau berikan pada ku saat kecil,semua nya omong kosong cinta yg kau ucapkan kau jadikan pisau untuk menusuk hati ku,"
"apa kau tak sadar atas perilaku mu terhadap ku selama 6 tahun ini , aku begini karna mu kenapa kau malah bertanya pada ku ," ucap nya dengan nada gemetar seperti menahan sesuatu
"apa maksud mu dengan sifat ku pada mu " ucap org itu
"sejak kau bertemu dengan nya kau sudah berubah kau lebih sering berada di dekat nya dari pada aku, bahkan jika kita bertiga berada satu ruangan kau hanya memperhatikan nya tak pernah melihat ku lg , bahkan untuk bicara kau tak menatap ku"
" hati saya sakit, saya begitu cemburu melihat nya, dekat dengan mu, tersenyum begitu bahagia menempel dengan mu setiap saat, kenapa sesakit ini hanya untuk mencintai mu " ucap nya dengan nada sedikit tinggi di akhir kalimat sambil meneteskan air mata nya dan membasai penutup mata nya
rasa penyesalan/cinta/rasa sakit mulai menyerap ke hati nya dan memecahkan dinding di hati nya yg tertutup kabut
orang itu mulai memperhatikan punggung Yusi, yang tanpak berbeda dari
saat siang hari dia begituh dingin, kuat/tangguh, dan tak tersentuh begituh tingih seperti gunung taisan , begituh dekat tapi terasah jauh jika ingin meraihnya
tapi saat menjelang malam dia begitu rapuh, lemah, seperti jika kita hanya menyentuh/mendorong nya sedikit saja dia akan runtuh/mati, pecah seperti porselen
__ADS_1
ia jg seperti bunga yg rapuh jika di sentuh, kelopak bunga nya akan jatuh,
seperti di bawah langit malam yg berbintang, bintang sebagai saksi bisu yg melihat betap rapuh nya diri nya
kemudian org itu berjalan ke arah Yusi dan
tiba² orang itu memeluk yusi dari belakang aromah yg familiar milik orang itu membuat yusi menangis setiap malam
pelukan nya begitu hangat, itu membuat org merasah aman di dekat nya
"xiao yi " ucap orang itu
tubuh Yusi bergetar dia berusaha menahan tangis nya yg sudah tak terbendung, suara yg familiar,dan pangilan nama yg dia rindukan
" maaf, ini salah ku, aku tak seharusnya memperlakukan mu seperti itu," ucap org itu yg mengandung penyesalan yang tak berujung
penutup mata Yusi terbuka, air mata nya pun tumpah seperti air hujan yg turun,
dia memengang tangan yg memeluk nya dari belakang
suara isak tangis yg tak tertahankan keluar dari mulut Yusi , suara nya semakin keras dengan air mata yg berjatuhan meluapkan semua rasa sakit ,keluhan yang dia rasakan selamat beberapa tahun ini
__ADS_1
" maaf kan ku, aku tdk tau apa yg terjadi pada ku hingga mengabaikan mu, aku seperti terhipnotis oleh sesuatu hingah hanya melihat xiao wu seorang " ucap org itu tak lain tang san
"Huwaaa... hiks..m..mengapa ..hiks..begitu menyakitkan hiks ... mencintai Gege " ucap Yusi disela sela tangisan keras nya