Kebahagiaan Berawal Dari Kesedihan

Kebahagiaan Berawal Dari Kesedihan
Harus memilih eps 3


__ADS_3

Ketika dia mengatakan "Apa kamu mau jadi pacarku", dan saat itu dalam hati masih sangat ragu untuk berpacaran lagi. Beberapa hari kemudian aku memutuskan untuk menerima cintanya, dalam harapan ini jadi yang terakhir sampai pelaminan dan akhir hayat menua bersama.


Awal pacaran dia merahasiakan dari teman-temannya, aku pun tak tahu kenapa. Sebulan berlalu satu persatu akhirnya teman- teman mengetahui. Senang dalam hati karna mereka pada tahu, tapi aku melihat dia seperti tak senang. Selama itu sifatnya sangat dingin dan aku memakluminya karna aku pikir mungkin dia butuh waktu buat semua, terkadang ada pikiran " kenapa dia jadi dingin seperti ini bukankah dia yang memulainya ". Sedih jelas banget tapi aku harus menerima.


Semakin lama semakin tak ada kepastian sifat dan sikapnya pun tetap dingin, tapi anehnya " kok aku bisa mulai mencintainya". Padahal selama ini tak ada perhatian apapun yang dia tunjukan kepadaku, dan bodohnya aku tetap mencintainya.


Sepintas dalam benakku," apa dia mencintaiku atau hanya aku yang mencintainya??". Aku merasa seperti orang bodoh karna bisa mencintai orang seperti dia. Semakin hari aku melihat dan merasa benar bahwa dia tak mencintaiku apa lagi menyayangiku. Entah kenapa waktu itu dia mengungkapkan perasaannya kalau itu semua hanya gurauan, dan aku mendengar cerita dari temannya bahwa sebelumnya dia sangat mencintainya Mantannya dan ternyata aku hanya sebagai pelampiasan. Sedih mendengarnya tapi itulah kenyataannya, selama berpacaran sekedar perhatian atau pun candaan tak pernah dia lakukan.

__ADS_1


Waktu terus berjalan dan aku mulai berusaha untuk yakinkan dia bahwa aku bisa jadi yang terbaik buat dia, aku berikan semua perhatian kasih sayangku agar dia bisa menerima aku dan aku pikir berhasil ternyata salah. Setiap malam aku mencoba menelpon dia walau setiap hari kita bertemu karna satu kerjaan, dan saat aku menelpon nomor telponnya selalu sibuk setiap harinya.


Aku pun penasaran kenapa selalu sibuk mulai lah aku bertanya, " kok nomor telpon mu selalu sibuk setiap aku telpon ya?". dan dia menjawab " aku selalu nelpon orang tuaku dikampung". Sedikit lega mendengar jawabannya. Beberapa hari kemudian entah kenapa aku mulai merasa sepertinya dia berbohong firasat ku mengatakan seperti itu. Gelisah setiap hari memikirkan apa dia berbohong, dan aku diam- diam mengecek panggilan dihandpone nya benar saja kalau selama ini bukan orang tuanya yang selalu dia telpon melainkan perempuan lain.


Sakit banget rasanya hatiku melihat kenyataan ini, aku pun bertanya kenapa dia berbohong dan jawabannya sangat indah " dia itu teman Perempuanku dikampung apa gak boleh kita berhubungan baik dengan perempuan lain", ya aku marah tapi aku mengalah karna hubungan ini. Aku bertanya kenapa sih kok kamu ga pernah nelpon aku saat malam dan jawabannya " Kitakan bertemu setiap hari buat apa lagi telponan", aku kan cuman pengen juga diperhatiin ma pacarku emangnya ga boleh kah.


Status pacaran tapi seperti tak pacaran, saat pulang kerja seperti biasa aku selalu pamitan tiba-tiba kok dia ngomong " kamu gak perlu salim kalau mau pulang ya pulang aja". Deg sakit sekali hati ini mendengar perkataannya dan aku menjawab iya besok- besok aku ga pamit atau salim. Dua hari kemudian dia menelpon tau gak perasaanku senang sekali akhirnya dia nelpon aku juga, cepat-cepat dong aku angkat telponnya. Tanpa basa-basi dia langsung bilang " aku mau kita putus", dan aku bertanya apa salahku kok mau putus? karna kita ga cocok sakit tapi aku mengiyakan.

__ADS_1


bertemu tak ada komitmen apapun. Selalu bertanya kenapa sih kamu kok dingin banget sama aku, dan dia bilang aku memang seperti itu dari dulu. Tapi ketika aku cek inbox atau chat pribadi dia selalu perhatian ma perempuan lain sedih, kecewa tentu itu yang aku rasakan. Selalu berharap agar ada perubahan dalam hubungan ini tapi gak bisa karna itu semua karna dia yang berbuat.


Aku bertanya siapa Rika dan dia tak mau menjawab padahal aku tau itu mantan yang dia sangat sayang, aku selalu bertanya dia siapa mu dan akhirnya dia marah-marah tak jelas sebenarnya aku salah karna udah ungkit masal lalu dia.


setiap hari berantem karna aku mau diperhatiin sama dia pengen juga ngerasain malam mingguan bareng pacar karna selama ini tak ada malam mingguan buat kita berdua. Bulan puasa telah tiba dan kota kerja pun libur, sebelum dia pulang kampung dia tinggal ditempat temannya. Dia pulang kampung aku antar dia sampai pelabuhan disaat itu juga aku merasa benar sekali dia tak mencintaiku karna disana dia cuekin aku merespon pun hanya seperlunya. Besar harapan ku saat dia pergi harapan ku agar dia kembali bersama aku lagi walau sebenarnya dalam hati kecil ini berkata walaupun dia kembali bukan karna aku tapi karna kerjaan.


Selama itu kita tak pernah berkomunikasi lagi, pernah sekali aku nelpon itu pun dia lagi sibuk jadi hanya sebentar. Hari-hari aku cek hp, chat, Facebook tak ada kabar apapun dari dia aku coba hubungin aku berkata kok tak ada nelpon dia malah marah sama aku . Yey akhirnya lebaran telah tiba senang banget, tak lupa dong aku chat mengucapakan hari raya namun tak dibalas, kebayang dong betapa sedihnya setiap periksa handpone ternyata tak ada balasan sampe tengah malam baru dia balas itu pun aku Uda senang banget. Karna tanggal kerja sudah dekat mereka akan balik kesini lagi tak sabar dong nunggu dia datang akhirnya mereka sampai lagi dikampung halaman ku senang banget dia kembali lagi kesini. Hari pertama kerja pun dimulai aku bertemu dia lagi bahagia tapi dihati kok ada yang gak enak ya, diam-diam aku cek handpone nya benar sekali selama di kapal dia menelpon perempuan lain padahal waktu itu aku sangat berharap dia kasih kabar aku ternyata perempuan lain lebih penting. Aku pura-pura gak tau akhirnya aku mulai berusaha buat cuek tapi kok tiba-tiba dia seperti berubah mulai sedikit perhatian dan bodohnya aku tergoda aku mulai luluh lagi bahkan sangat mencintainya. Dia berubah lagi sikap dan sifatnya, tapi aku tetap yakin aku bisa jadi yang terbaik buat dia.

__ADS_1


Tiba-tiba kok kamu jual handpone mu dia jawab " biar kamu gak curiga-curiga lagi sama aku" . Senang dengarnya aku yakin ini pasti bakalan benaran dia belajar buat mencintai aku. Tentu saja benar ehh kok dia rajin ya tiap malam Minggu nginap dirumah mama ku, disaat itu besar harapanku bahwa dia akan mencintai dan menyayangi aku sama seperti aku yang mencintainya. Tapi kok tiba-tiba dia berubah lagi sih, aku menunggu dia untuk mengantarkan aku pulang tapi kok ga ada muncul-muncul dan aku pergi mencarinya betul saja kecurigaan ku dia sedang mencari perhatian ma anak tukang masak dikerjaan aku yang mendengarnya itu spontan langsung marah dan memukul dia karna sangat kesel, disaat itu juga dia malah marah balik sama aku. akhirnya aku pulang sendiri karna kita janjian mau malam mingguan akhirnya aku jemput dia buat pergi makan malam. Ternyata sesampai disana dia belum siap-siap karna gak mau keluar aku memaksa dan akhirnya dia mau,.sesampai disana dia hanya diam saja aku paksa makan gak mau aku coba suapin masih gak mau minuman pun tak ada diminum.


Akhirnya kita pulang sebelumnya dia bilang mau nginap dirumah tapi kok belok arah kerumahnya ya, dan aku bilang kok belok sini bukannya kita mau langsung ke rumahku. Gak jadi nginap karna lagi malas akhirnya kita berantem dan dia minta putus aku gak mau putus tapi dia memaksa aku pulang sepanjang jalan menangis kenapa dia selalu seperti itu. Keesokan Mamaku sakit dan aku ijin bekerja selama seminggu selama itu aku berharap dia hubungi aku ataupun chat aku tapi ternyata tak ada. Aku pikir setelah kita jadi teman dia bakalan perhatian sama aku sama seperti perempuan lainnya yang dianggapnya temannya. Ternyata aku memang hanya sebagai temannya agar dia gak merasakan kesepiaan disini, Temannya pernah bilang kamu itu harus tau yang mana serius sama yang buat main-main.


__ADS_2