Keberuntungan Seorang Gadis Desa

Keberuntungan Seorang Gadis Desa
Evan cemburu


__ADS_3

pagi pagi sekali micela dan diana pun bersiap siap untuk pergi ke kantor...


karena memang demi michela Diana rela ikut bekerja di perusahaan pak Rizwan...


Diana begitu menyayangi teman nya itu.


padahal Diana anak orang berada, dan orang tuanya adalah sahabat juga rekan bisnis nya pak Rizwan ,orang tua Evan dan Revan.


"Cell Luh sekarang sekertaris nya bos Revan dooong,ga apa apa sel loh ga usah buang buang Aer mata...masih ada cowok tampan yang percis cowok loh itu haha" ucap Diana sambil pilih pilih stelan yang mau di pakai hari itu tertawa meledek.


"apaan sieh Din...ngeledek nieeeh..."


ujar micela sambil menepuk pantat Diana.


"awww sakit tau celll...gue bercandaa kali...tapi kalau beneran jg gpp hahahaha"ucapnya lagi.


"eh ngomong-ngomong loh mau bawa dress yang mana buat nanti malam "ucap michela.


"emmmm ini mah sok Nora sih nona evaan,gila aza loh sel Luh mesti jadi yang paling cantik nanti malem ...gue kaga rela si Miranda Manas manasin loh di acara nanti malem.


"idih gue kaga tau mesti pake yang kayak gimana,sueer gue butek banget..."


"Ie gue ngerti,hati Luh lagi tercabik cabik Khan,biar gue yang urus,loh terima jadi ok."ujar Diana.


michela dan Diana pun bersiap seperti biasanya memakai setelan untuk ke kantor.


"memang tiada duanya, nyonya Evan itu pake baju rombeng az dah cakeeeep..duh duh duuuh...apalagi pake baju bagus.."ucap Diana sambil melihat berdecak kagum melihat teman nya itu.


yang memakai setelan rok pendek berwarna jotol di padu padan kan dengan t shrit berwana putih tulang dan di lengkapi blezer..bunga2 kecil.rambut nya yang panjang terurai ..menambah daya tarik seorang michela.


"udah cocok loh jadi sekertaris nya bos Revan,gue yakin Evan ga bisa berpaling dari looh Cell haha."


"udah ah diiin jangan ledekin gue muluuu..yuk kesiangan nanti"ucap michela .


mereka berdua pun bergegas untuk pergi ke kantor nya itu.


sesampainya di kantor, karyawan sudah sibuk dan bergosip ria..terlihat mereka bahagia karena hari itu di adakan pesta dan ada hadiah menarik menanti mereka.


michelapun bergegas menuju ruangan Revan..bos barunya .


tok tok tok... michela dan Diana pun mengetuk pintu ruangan itu.


terdengar suara dari dalam


"masuk"rupanya Revan sudah ada di kantor.


"permisi pak,maaf saya terlambat"ucap michela dan Diana kompak.


"oh ia gpp..emang saya sengaja pagi pagi datang ke kantor ko,"ujar nya


"pak Revan maaf saya cuman antar micela az ,jadi saya mau permisi hehehe"ujar Diana seraya tersenyum.


"ga mampir dulu Bu?ngopi dl atau minum jus dulu gitu?ucap revan seraya tersenyum.


"waah ga usah ngerepotin pak Revan...saya titip esell az ya pak,kalau dia melihat penampakan mohon di selamat kan ya pak revan"tandas Diana sembari memeluk micela sambil tertawa.


Diana pun pergi meninggalkan michela dan Revan.


untuk beberapa saat mereka cuman terdiam.


Revan dan michela sama-sama merasa canggung.


"sell..sudah siap?tanya Evan membuka percakapan.


"siap pak"ucap michela singkat.


"siap apaan?tanya Revan.


"ia siap bekerja sama bapak Revan"ujar Michel.


seraya tersenyum


"ok..hari ini saya mau keluar dan kamu harus ikut ya"!


"ia pak"


Revan dan michela pun keluar dari ruangan itu.,.


baru beberapa langkah mereka melihat Evan dan Miranda sedang berjalan ...Evan terkejut hatinya begitu sakit,jantung nya berdebar hebat..melihat michela yang begitu cantik sedang berjalan bersama kakanya Revan.


dan revanpun sengaja menggandeng michela.


terlihat michela begitu kikuk dan canggung.


tidak tau apa yang harus dia perbuat, perasaan begitu campur aduk ga karuan...cuman bisa mengikuti langkah kakinya yang tak tau arah tujuan...


"sialan kenapa gue gemeteran begini "gumam Evan.


wajah nya tidak bisa menyembunyikan kegalauan dan kemarahan..


tangan nya yang di gandeng erat Miranda serasa ingin menghempaskan tangan itu..terasa gatal dan terasa jijik .. perasaan benci itu timbul kepada Miranda.


"waaah mesra sekali ya kaliaaan...!owwww hey anak kampung miskin,ga malu km jalan sama konglomerat...ga dapet Ade nya sekarang Kaka nya loh Pepet juga ,dasar perempuan murahan kamu"ucap Miranda menghina...


Evan pun menahan amarah nya .. karena ocehan Miranda itu.


"sialan perempuan gila ini beraninya menghina kekasih gue..kalau bukan karena mama gue yang minta..tidak Sudi gue harus baik sama wanita gila macam Luh Miranda"grutu Evan dalam hati.


"hai Van..gue mau ketemu klien dl ya di luar"ucap Revan.


"di luar di mana ka "ucap Evan.


"di tempat biasa Van.


"di mall A kan ka?"


"iyeeee."jawab Revan ,kakanya itu paham Ade nya sangat meng kuwatirkan pacarnya itu


"takut juga pacarnya gue Embay"gumam Revan dalam hati.


Revan tampak bahagia hari itu tidak tau kenapa berada di samping michela ada rasa aneh yang tidak dia mengerti...

__ADS_1


sampai dia melupakan adik kesayangannya..


dia begitu terlena


di dalam perjalanan menuju tempat klien nya berada...Revan berusaha mencari bahan untuk bisa bercakap dengan michela.


dan akhirnya mereka pun bercakap-cakap .dan ada gelak tawa di sela sela obrolan itu.


tidak tau apa yang sedang mereka obrolkan.


setelah Revan dan michela ketemu klien.


Revan pun menjemput Diana teman michela karena mereka ingin mengunjungi sebuah butik terbagus di kota itu.


sesampainya di butik Diana dan michela pun asik berbelanja.


di temani Revan.


"seneng juga ya nemenin dua gadis cantik belanja"gumam nya.


mata revan malu malu memandangi michela dari kejauhan yang sedang memilih dres..


"Din..gue pake gaun yang mana ya..orang semuanya keren keren,ihhh mehong mehong...udah ah yuuk kita pindah butik jangan di sini..gila az ini mah..gajih gue setahun ludes diiin kalau belanja disini..teriak michela.


"hei hei hei....tenang nona evaaan...nooooh..ga liat cowok keren yang duduk di sofa itu"ucap Diana sambil menunjuk Revan yang sedang focus melihat tabloid."bukan kite yang mau bayar okeeeee..


tapi nooh tuan muda yang akan bayarin,gile aza ,masa die cuman nganterin kita,gengsi dooong."ucap Diana.


michelapun cuman terbengong-bengong,tidak bisa membantah perkataan sahabat nya itu.


tak lama kemudian michelapun tertarik pada sebuah gaun yang menarik perhatian nya.


gaun itu berwarna silver di taburin manik manik ..begitu sexi...di bagian dada sampai pinggal begitu pas di bodi...di bagian pinggang ke bawah sedikit mengembang ada aksen rempel..dres itu sangat mini...panjangnya di atas lutut..dari pinggang ke bawah ada aksen rumbay..ujung rok jigjak..sangat indah dan bikin pemakaian pangling.


michelapun menghampiri dres cantik itu dan melihat harganya...hampir keluar bola mata michela melihat nominal yang tertera di gaun cantik itu..


"ini ga salaaah?"


ucap nya.


tak di sadari Revan sudah berdiri di belakang nya.


"kenapa sell..kamu suka itu?"tanya Revan.


"emmmm engga pak."seperti nya dress ini tidak cocok hehe"ucap michela.


"pelayan.. bungkus gaun ini"ucap Revan tanpa menunggu persetujuan michela.


michelpun kaget.


"iiih gpp pak gaun itu mahal sekali...saya g ada duit,"


"emang nya kamu yang mau bayar,biar saya yang bayarin,hayoo gaun mana lagi yang km suka ambil"ujar Revan.


dianapun menghampiri mereka.


"sel Luh dah dapet gaun nya?"tanya Diana.


"gue jg udah nieh,cantik ga ?tanya Diana.


"bagus Din cocok buat loh.."ujar michel


"nieh gue juga pilihin buat loh satu ,"ucap Diana.


"gue udah dapet Din,nih satu.ucap michela


"cuman atau doang,gpp ini jg di bungkus ya"ujar Diana sambil memberikan bungkusan itu kepada pelayan.


setelah belanja..michela dan dianapun.melanjutkan perjalanan untuk memanjakan diri di spa langganan mereka.


siang pun berlalu berganti malam.


Michel dan Diana asik mempercantik diri.


setelah selesai mereka pun bergegas ke kantor.


di kantor terlihat karyawan dan para tamu undangan sudah hadir dan begitu ramai.


terlihat Bu Tiara dan pak Rizwan sedang sibuk menyambut para koleganya.


dan terlihat kedua orang tua Diana jg hadir.


suasana di pesta itu sangat meriah..


memang kantor konglomerat itu ada ruang aula khusus untuk acara-acara kantor dan pesta.


terlihat juga Evan dan Miranda serta kedua orang tua miranda sudah berada di acara itu..


terlihat Evan yang dari pertama datang ke acara itu..clingak slinguk seperti mencari seseorang.


michela,Diana dan revanpun sudah bersiap untuk memasuki ruangan pesta itu.


ketika mereka bertiga memasuki ruangan pesta itu..semuah mata tertuju kepada seorang wanita tinggi putih yang sedang di gandeng oleh Revan dan Diana..


perempuan yang jadi pusat perhatian itu adalah michela.


wajah putih bersih dan rambut hitam panjang se pantat telah menghipnotis semuah tamu undangan..


tak terkecuali Evan yang begitu terpesona kepada kekasihnya itu,tetapi dia merasa sakit dan hancur...ketika kekasih nya yang seharusnya, dialah yang berada dan menggandeng tangan nya itu bukan lah kakanya Revan...


evanpun hanya bisa meratapi nasib nya ,badan nya begitu tak berdaya..serasa tulang di badan nya menjadi lunak..tangan nya bergetar ..jantung nya berdebar kencang.


hampir Evan tidak bisa menguasai dirinya.


Miranda yang berada di samping nya mengingat kan Revan untuk berlaku mesra terhadapnya.


"sialan perempuan sialan itu , sepertinya dia berhasil merayu Revan untuk membelikan baju mewah itu,dasar perempuan kampung sialan."


grutu Miranda dalam hati.


dia merasa sangat iri terhadap michela.

__ADS_1


Revan pun merasa sangat percaya diri dan bangga bisa menggandeng michela mengganti kan adiknya Evan


"hi sayaaang..ko baru datang?mamah sama papa nungguin kamu loooh ,mamah mau kenalin kamu revan...sama anak temen mamah..anaknya jeng darti...!"


ujar Bu Tiara sambil menarik tangan Revan..seraya memperkenalkan perempuan yang sedang duduk bersama ibunya itu.


michela dan tianapun terbengong.


"hi esel"hi Diana...waaaah kalian cantik banget yaa.."ucap pak Rizwan.


"katanya michela jago nyanyi ya..?ucap nya lagi


"ia om,Diana SM esel permisi dulu ya om"!ucap Diana.


mishela cuman tersenyum dan menyalami pak Rizwan..


karena Bu Tiara seakan cuek dan tidak memperdulikan mereka.


Revan yang di tarik dan di paksa untuk berkenalan sama anak dari mamah nya itu cuman tersenyum dan berusaha menerima uluran tangan mereka.


revanpun segera berpamitan dan buru buru menyusul Diana dan michel.


"hei Revan mau kemana,dasar anak ini...eh malah keloyor"ujar Bu Tiara seraya meminta maaf kepada temannya jeng darti itu.


"biarin az maah..Revan SM michela.


Evan udah mama ancam dan sekarang mau Revan jg?"saut pak Rizwan ketus.


"ga usah ikut campur pah...mamah ga rela anak mama nikah SM orang kampung miskin"ucap Bu Tiara ketus.


terdengar pembawa acara membuka acaranya.


acara pertama,acara kedua,dan acara dimana karyawan dan karyawati menampilkan kebolehannya.


dan mengumumkan hadiah yang tidak biasa dan sangat wow..


peserta pertama, peserta kedua,ketiga ke empat..dan sampai saat nya michela menunjukkan kebolehannya..


si bintang kampus itu mulai naek ke atas panggung yang di sediakan untuk para peserta menunjukkan kebolehannya..semuah mata tertuju kepada michela.


tak terkecuali Evan,Revan kedua lelaki itu kini menaruh rasa dan cinta terhadap michela.


tidak di perintah seketika hening ketika michela mulai memainkan piano dan mulai bernyanyi merdu.


suaranya menghipnotis semuah tamu undangan.


dan tak terasa michela pun selesai bernyanyi..


tepuk tanganpun bergemuruh..


dan decak kagum terlontar kepada gadis cantik itu.


michelapun turun dari panggung dan di sambut pelukan Diana sahabat nya.


Revan yang sedari tadi bersama dianapun dengan replek memeluk michela..


melihat Revan memeluk michela ..


Evan pun tidak bisa lagi menahan emosi nya.


Evan pun segera menghampiri mereka dan menghajar Revan.


sialan kou..kenapa Luh peluk peluk pacar guee.


sontak tamu undangan mengarahkan pandangan nya itu kepada Evan yang sedang menghajar Revan.


Bu tiarapun segera melerai mereka.


pak Rizwanpun segera membawa Evan dan Revan ke sebuah ruangan.


terlihat mereka berdebat.


tidak lama kemudian mereka bertiga pun keluar dan Evan yang memegang mic memberikan klarifikasi atas kejadian itu..


michela yang shock di peluk sahabat nya Diana.


Miranda dan kedua orang tuanya serta Bu Tiara..memandang michela dengan tatapan sinis.


mungkin kalau tidak ada Diana michela sudah jadi bulan2 perempuan itu.


revanpun segera menghampiri michela dan Diana.


dan di bawanya duduk di satu kursi.


sesampainya di akhir acara.


yaitu pengumuman pemenang lomba


terdengar pembawa acara itu


mengumumkan pemenang dari urutan akhir hingga pemenang pertama.


dan ketika penyebutan nama pemenang pertama nama michelapun di sebut nya.


dan tidak main main hadiah dari acara itu sebuah mobil mewah ..dan uang tunai.


Michela yang sedari tadi merasa shock dan bingung.


"apa aku harus senang apa sedih ya Allah.."gumam michela


michela begitu tertekan dan dilema


Antara senang dan sedih bercampur aduk.


senang karena mendapat kan hadiah yang luar biasa itu yang tak pernah dia impikan.


sedih karena pacar nya Evan begitu aneh.


hp nya tidak bisa dihubungi dan tidak berusaha menghubungi nya setelah terlihat jalan mesra dengan miranda,tetapi barusan dia marah besar ketika Kaka nya Revan memeluk nya.


michela merasa di permainan...michela merasa terpuruk dan terhina.

__ADS_1


__ADS_2