Kehidupanku

Kehidupanku
Hari Pernikahan


__ADS_3

Satu bulanpun berlalu Ara telah sembuh dari sakit yang di akibatkan tindak kejahatan calon kaka tirinya.


Diwaktu lain tampaklah seorang wanita yang sudah di rias secantik mungkin dengan berbalut hanya bermodalkan kebaya yang dihiasi manik-manik yang nampak cantik bagi siapa yang memandangnya. Karena hari ini dimana mama Ami dan om Dimas akan mengikat janji suci sehidup semati.


Ara sudah bersiap untuk menuntun mamanya selaku pengantin wanita ke tempat dimana akan di langsungkan acara Akad nikah tersebut tampak laki-laki yang setengah paruh baya berpenampilan rapi menggunakan setelan jas berdasi kupu-kupu dan di padupadan kan dengan sepatu yang mengkilat membuatnya menambah ketampanannya. Dan menghampiri mama Ari untuk bersanding duduk di sampingnya.


Penghulupun menuntun om Dimas untuk mengucapkan akad dengan hentakan satu napas tanpa pengulangan dan saksi yang menghadiri serempak berkata "Sahhh"


"selamat yaaa maaa..., dan omm semoga kalian bahagia selalu". ucapan dari Ara.


"terimakasih banyyak sayangku ". jawab mama ami.


"iya makasih ya sayang kamu sudah mengizinkan om menjadi suami bagi mamamu dan sekaligus menjadi papah buatmu".katanya .


"sama-sama ". ucapnya.


Maka mereka berdua sah menjadi sepasang suami istri walaupun bukan pernikahan yang pertama menurut keduanya tetapi pernihakan ini cukup berkesan bagi mereka .

__ADS_1


Di sisi lain Anita tidak menghadiri acara hal terpenting bagi hidup ayahnya karena dia takut akan terbongkar rahasia yang selama ini dia jaga dan tidak ada satu orangpun yang tahu tentang persembunyianya dikarenakan jalan akses yang sulit untuk dilalui.


Anita mendengar kabar ini dari salah seorang suruhannya untuk memata-matai ayah serta ibunya terutama Ara.


drrtt... drrrt...


Telepon masuk dari seorang mata-mata


tak waktu lama Anitapun mengangkat telepon tersebut.


"iya ada apa kamu telepon saya apakah ada hal penting tentang ayah saya "? tanyanya.


"terus bagaimana dengan anak ingusan itu ? bertanya kembali


" dia baik-baik aja boss, bahkan dia begitu sangat bahagia ". katanya.


"okkk teruslah pantau mereka semua jangan sampai lolos kalau ada informasi penting lagi harap hubungi kembali. mengerti kamu !". perintahnya.

__ADS_1


"baikk boss, saya laksanakan".


percakapan antara mereka berduapun terputus...


"*kurang ngajar sialan kenapa papah masih ingin menikahi janda gatal itu ".


"dan lebih sialnya kenapa si ingusan itu masih hidup kenapa aku gak sekalian dulu lempar diia bodohhh... dasar bodohhh ...".mengutuki dirinya sendiri*


Di sisi lain setelah acara akad nikah selesai para tamupun bergantian memberikan ucapan kepada dua insan yang telah berbahagia tersebut.


Acarapun akhirnya selesai juga mereka semua yang menghadiri acara dimana berlangsungnya pernikahan mama Ami dan om dimas kembali kerumahnya masing-masing karena sudah berganti menjadi malam .


Dua insan sejolipun masuk ke dalam ruangan kamarnya dan tinggalah seorang Ara yang masih betah di taman dan termenung karena dia sekarang sudah menjadi bagian dari om dimas yang tak lain adalah Ayah tirinya .


*Semoga saja mama berbahagia dengan om dimas dan tidak ada lagi kata cerai yang terucap dalam rumah tangga kalian yang baru saja di bangun. dan soal anita biarlah itu urusan ku dengan dia (batin Ara) .


*** bersambung*****

__ADS_1


** **maaf ya bagi pembaca yang selalu setia menunggu baru up lagi nihhg dan jangan lupa sumbangkan sebagian poinmu untuk memvoting karyaku ini **


** terima kasihhh*****


__ADS_2