Kehidupanku

Kehidupanku
mama ami sadar


__ADS_3

Di Rumah sakit Mama Ami setelah di tangani beberapa jam yang lalu mulai siuman dan membuka matanya secara perlahan


"ada dimana ini kenapa tanganku di infus". kata mama ami mungkin masih belum sadar semuanya.


"mama udah sadar syukurlah, mah mama lagi ada di rumah sakit tadi mama pingsan ". menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.


"terus apa kata dokter ra, mama baik-baik ajakan ". menanyai keadannya sendiri mengapa tiba-tiba pingsan.


"mama baik-baik aja mungkin mamah karena syokkk jadi pingsan ".


mamapun mengingat sesuatu dan menanyakannya kepada ara dengan hati-hati takut anaknya malah yang trauma.


"oh baikk lah ra, mama mau tanya sesuatu sama kamu tapi jawab jujur ya".


"iya ma silahkan kalau memang ada yang perlu di tanyakan sama ara ".


"apa benar Anita dalang dari rencana tindakan pembunuhan terhadapmu".?


"hmm... ituuu...iyaaa maa... kak anita yang melakukan itu terhadapku tapi aku gak dendam ko mah".


"ternyata benar diaaa yang melakukan ini dalam maksud apa dia sampe tega menyakitimu?


"kurang tahu mah ".jawab ara


"baiklah kalau memang kamu belum bisa cerita sebenarnya nanti mama akan tanyakan langsung ke Anita".

__ADS_1


" tapi ma....". arapun merasa takut


"udah gak usah khawatir ra semuanya akan baik-baik saja.


"iya ma... yaudah mama istirahat dulu lagi biar cepat sembuh ".


"baiklah....".


maafkan aku ma, aku masih belum bisa bercerita sebenarnya sama mama, takut mama sakit lagi nanti kalau udah waktunya ara janji bakal ceritain semuanya.


Ditempat yang di tinggali oleh Anita. anita merasa bosan tinggal disana dengan ala kadarnya untuk tidur saja hanya ber alaskan kardus bekas sedangkan keuangannya saja semakin kesini semakin menipis.


"sial sampai kapan aku tinggal disini hidup susah begini mana uangku habis lagi. ini semua gara-gara kamu Ara".


"sedih rasanya dulu sebelum ayah menikah sama tuh janda gatal kwhidupanku bahagia gak seperti sekarang hidup menderita, lihat aja apa yang aku akan lakukan kepada kalian berdua".senyum licik terurai di bibirnya.


"sampai kapanpun aku tidak akan mengakui bahwa kalian adalah ibu serta adik tiriku ".


sedangkan di rumah sakit mama Ami boleh di perkenankan untuk pulang setelah mengurus semua keperluan kepulangannya kebagian administrasi


tampak sosok tak asing lagi bagi mama ami dan ara yang sedang bersiap-siap untuk segera pulang siapa lagi kalau bukan om dimas suami barunya mama ami.


ma.... aku ke kamar kecil dulu yaaa ". kata ara.


"iya sayangg... ". kata mama ami

__ADS_1


kebetulan sudah ada om dimas yang bisa menemani mamanya lalu arapun berlarian kecil kearah kamar kecil tanpa pikir panjang setelah itu apa yang akan terjadi kepada dirinya.


"yahhh.. sudah pulang gimana kegiatan kerjanya pasti kamu capekk....".


"lumayanlah mah,oh ya katanya dokter kamu boleh pulang ya hari ini ".tanyanya.


"iya yahh... boleh pulang makanya kita berkemas aku bosen baru beberapa hari disini gak bisa melakukan apapun karena harus terbaring disni ".


"iya ma, gimana kita sebelum pulang kita makan diluar anggap aja ini hadiah buat kesembuhan mama". kata on Dimas.


"baiklah yah...,ara ikut kan ya..?".


"ara? ikut?


"iya kenapa gitu apa gak boleh". tanya mama ami.


"boleh aja sih tapi gimana ya ini kita mau ngobrolin masalah anita ma ". kata om dimas


"oh ya sudah deh mungkin ajak ara lain kali aja kali ya, benar juga kalau ara ikut dia pasti trauma lagi ".


". iya maaa.... makasih pengertiannya".


"sama-sama ayah...".


mereka berduapun berpelukan tanda rasa sayang diantara mereka lupa akan ada sosok ara yang berada di situ untungnya ara pergi ke kamar mandi jadi tidak mendengar apapun yang mereka berdua bicarakan.

__ADS_1


aku janji aku akan ungkap semua kejadian ini maaf,gara-gara mendengar kabar tersebut kamu sampai begini itu gara-gara kelalaianku sebagai suami dan ada maksud apa anakku tega sampai melakukan hal nekad membunuh seseorang itu bukan orang lain termasuk anggota baruku anak sambungku anak dari istriku tersayang


(batin om Dimas).


__ADS_2