
Tampaklah rona wajah bahagia yang tergurat di bibir senyum gadis berusia 16 tahun tersebut karena ibunya sekarang bukanlah janda lagi tapi dia adalah istri dari seorang pengusaha Mebel ternama di kota S. Ya, siapalagi kalau bukan Dimas Kusuma.
Dimas Kusuma adalah pengusaha tersohor di kabupaten S dia di tinggal mati oleh istri pertamanya sejak Anita usia 2 tahun sejak itulah om Dimas tidak menikah lagi dan membesarkan Anita seorang diri tanpa memperkerjakan baby sitter sampai sebesar sekarang.
pantesan saja Anita sosok anak yang brutal dan manja bahkan sulit untuk menjadi anak yang baik karena kurang kasih sayangnya dari seorang ibu.
sedangkan mama ami yang mempunyai kepribadian terbuka dan penyayang bagi siapa saja bahkan Anitapun sudah di anggap seperti anak kandungnya sendiri walaupun Anita tida menganggap mama Ami sebagai Ibu sambungnya.
Disisi lain Anita tampak seorang diri termenung di kediamannya sekarang ya dia masih berdiam diri di sebuah gubuk usang yang dimakan usia bagaimana lagi dia tidak bisa pergi dari tempat tersebut takut keberadaannya terendus oleh pihak polisi.
tampak terlihat sepasang suami istri yang belum lama ini menikah keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk melakukan sarapan pagi bersama.
" yah, Mama panggilkan ara dulu ya tumben jam segini belum keluar kamar". katanya mama ami lalu beranjak pergi untuk membangunkan Ara.
"ra, Ara apa kamu sudah bangun kalau sudah mama tunggu ya di meja makan ".perintah mama ami lalu bergegas pergi meninggalkan kamar Ara.
"gimana mah apakah ara sudah bangun " kata om dimas yang semenjak menikah sudah terbiasa memanggil mama kepada mama Ami.
"tidak tahu yah ,tidak ada jawaban mungkin dia lagi mandi". jawabnya. kebetulan kamar Ara terdapat kamar mandi di dalamnya.
" ya sudah tunggu saja dia mah ". kata om dimas untuk menunggu Ara bergabung dengannya dan mama Ami.
Di dalam kamar nampak Ara sedang berganti pakaian rumah kebetulan masih libur belum menjalankan aktivitasnya yaitu bersekolah tak butuh waktu lama Ara keluar dari kamarnya dan langsung bergabung dengan mama serta ayah tirinya.
"selamat pagi ma,yah ". sapanya dengan senyuman manis di bibirnya.
__ADS_1
"selamat pagi kembali sayangku"jawab mama ami yang sedang menyiapkan sarapan.
"yaudah yuu kita sarapan nanti keburu dingin ". mengajak Ara dan mama ami untu sarapan.
mereka bertiga sarapan bersama dengan hening tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. setelah selesai sarapan om dimaspun berpamitan untuk pergi ke toko mebelnya dan mama amipun kembali menjalankan aktivitas seperti sedia kala menjadi ibu rumah tangga.
Di siang hari nampak 2 orang polisi yang mendatangi kediaman rumah Ara mungkin menyangkut kasus yang menimpa Ara sebulan yang lalu.
tooookk toookkkk...
permisi ....
"kami dari pihak kepolisian apakah bisa bertemu dengan ibu Ami "begitulah penggalan kalimat yang terlontar dari depan pintu rumah Ara. tak berselang lama mama ami membukakan pintu dan terdapat dua sosok berseragam polisi.
" iya pak ada apa ya ". bertanya kepada pihak polisi mengapa datang-datang dengan menanyakan dirinya.
"apaaahhh pak , aniii..ta..gak mungkin dia melakukan tindakan kriminal itu". tidak percaya terhadap berita tersebut.
"apakah anda mengenal anita?. kebetulan dia adalah anak salah satu pengusaha mebel yang bernama Dimas Kusuma.". mama semakin syokkk dan tak sadarkan diri.
mama Ami di larikan kerumah sakit dengan diantarkan oleh Ambulance yang di pesan oleh pak polisi dan nampak Ara duduk dikursi ambulance di samping mama yang tidak sadarkan diri.
"ma bangun maa, ara mohon jangan tinggalkan ara,, hikkk hiikkss ". menangisi mamanya yang dibawa kerumah sakit.
sesampainya di rumah sakit Mama Ami di larikan ke ruangan IGD untuk penangan lebih lanjut. Dan di sebrang sana tampak seorang lelaki paruh baya yang berjalan terburu-buru bahwa istrinya masuk kerumah sakit tak lain yak tak bukan adalah om dimas.
__ADS_1
mencari setiap lorong rumah sakit dan terdapat suster di sana dan menanyakannya kepada suster tersebut dimana mama ami di rawat. setelah mendapatkan informasi tersebut om dimas berlari sekuat tenanga ke ruang IGD dan terdapat Ara sedang duduk menunggu disana.
"Ra kenapa mama bisa masuk kerumah sakit ". tanya om dimas kepada ara.
"begini yah, tadi siang ada polisi yang mencari mama dan ternyata polisi terrsebut membawa kabar bahwa kak Anita yang telah melakukan percobaan pembunuhan terhadapku setelah mendengar itu mama sudah tak sadarkan diri.". menjelaskan kepada om Dimas dengan hati-hati.
"apah gak mungkin Anita melakukan kejahatan semacam itu walaupun anita memang susah di atur dia adalah wanita yang baik ". membela anaknya yang jelas terbukti salah.
"maaf yah, itu memang sebenarnya begitu nanti Ayah bisa tanyakan langsung kepada pak polisi untuk lebih jelasnya supaya ayah bisa percaya apa yang selama ini yang di lakukan oleh kak Anita terhadapku". kata Ara
Polisipun mendatangi rumah sakit dan benar saja mencari selaku ayah dari pelaku yang bernama Anita.
"permisi apakah anda ayahnya saudara Anita? tanyanya kepada om dimas.
"iya saya sendiri ada apa ya pak ".pura-pura belum tahu kabar sebenarnya.
"begini pak, anak anda adalah pelaku dari semua rencana percobaan pembunuhan ini dan disitu juga sudah ada barang bukti sidik jari yang 100% akurat dengan saudari Anita. menjelaskan kepada om dimas.
"gak mungkin pak anak saya gak pernah melakukan itu ". katanya .
"baiklah pak lebih lanjutnya datang saja ke kantor kami kalau begitu saya permisi dulu ".polisi meninggalkan tempat dimana om dimas terpaku dan terkulai lemas.
pikiran om dimas berkecamuk antara percaya dan tidak percaya masa iya anaknya yang selama iya didik bisa melakukan tindakan senekad itu tidak masuk akal menurutnya.
*** bersambung ****
__ADS_1
lanjut besok lagi ya maaf kalau up nya sedikit karena masih ada yang harus aku kerjakan sekarang.
terimakasih ☺