
kedua orang itu memiliki rupa yang cukup menakutkan, karena takut ia mundur perlahan kebelakang tapi setiap jia melangkah mundur kedua orang itupun akan melangkah maju. lalu saat jia berhenti di tepi jurang yang mana dibawah sana terdapat api yang sangat besar, akan tetapi saat jia sudah terpojok secara tiba tiba kedua orang itu langsung membawa jia ke suatu tempat di sebrang jurang api itu.
dengan wajah pucat dan ketakutan jia dibawa kesbuah tempat yang menyerupai istana cina kuno, di tempat itu jia dibawa ke sebuah aula yang sanga besar. karena merasa takut jia tidak berani melihat ke sekeliling ia hanya bisa menundukan kepalanya, tapi tidak lama kemudian ia mendengar seseorang memerintahkannya untuk mengangkat kepalanya.
karena takut terjadi sesuatu jia hanya bisa mematuhi perkataan orang itu, dengan perlahan ia mengangkat kepalanya. saat itu ia melihat seorang pria tampan duduk di singgasana, pria itu memiliki kulit putih, rambut panjang berwarna putih, mata merah dan memakan pakaian berwarna merah dan hitam.
dengan nada tegas tapi lembut ia memberikan beberapa pertanyaan pada jia.
"siapa namamu?" ucap pria itu.
"na..nama...nama saya ji..jia li" ucap jia dengan gagap.
"bagai mana kau bisa sampai di sini, sedangkan kau ini belum mati?" ucap pria itu.
"sa...saya tidak tahu, sa..saya hanya masuk ke ...ger..gerbang makan" ucap jia.
"gerbang makam ya!" ucap pria itu.
lalu kedua pria hitam dan putih mendekati pria itu dan membisikan sesuatu.
__ADS_1
"yang mulia, sepertinya yang ia katakan benar. karena kami menemukannya di depan gerbang" ucap hitam.
"yang mulia, mungkin ia adalah orang yang terpilih. selain itu gerbang neraka hanya muncul di bumi setiap beberapa ratus tahun sekali, terlebih gerbang neraka tidak dapat dilihat oleh sembarangan orang" ucap putih.
"ya, sepertinya kalian benar, tapi kita harus memastikan dulu gelar apa yang dia miliki, bisa kau ambil benda itu" ucap pria itu.
selang beberapa lama hitam dan putih kembali dengan membawa beberapa plat nama baja model dulu, sambil di ikuti hitam dan putih pria itu turun dari singgasananya dan menghampiri jia yang masuh terduduk di lantai.
"jia bisa kau berdiri" ucap pria itu.
"ba...baik" ucap dia sambil berdiri.
lalu jiapun memegang satu per satu dari plat yang terletak di sebuah nampan yang di pegang hitam dan purih, tapi sayangnya tidak satupun dari plat yang dibawa mengaluarkan cahaya.
"tidak ada satupun yang mengaluarkan cahaya" ucap hitam.
"apa mungkin dia bukan tidak memiliki gelar" ucap putih.
"apa semua plat gelarnya sudah di sini" ucap pria itu.
__ADS_1
"masih ada dua, tapi kedua plat itu tidak pernah keluar karena selama ratusan bahkan jutaan tahun tidak pernah memunculkan tanda tanda gelar yang muncul" ucap putih.
"tidak apa, bawa saja kemari. bila memang terbukti ia tida memiliki gelar untuk masuk kesini, kita akan kembalikan dia dan menghapus ingatannya tentang tempat ini" ucap pria itu.
lalu selang beberapa lama hitam dan putih datang dengan membawa dua nampan yang masing masing berisi satu plat gelar, selain itu kedua plet itu memiliki warna yang berbeda yaitu silver dan emas.
"sekarang cubalah yang ini" ucap pria itu.
jiapun memegang plat berwarna silver tapi tetap tidak bersinar, lalu ia mencoba memegang plat emas. karena setiap plat yang ia pegang tidak bersinar, jia menjadi semakin takut dan akhirnya sambil memegang plat terakhir ia menutup matanya sambil berharap tidak terjadi hal buruk.
lalu saat jia sedang menutup mata ia mendengar peria itu mengucapkan selamat, karena penasaran iapun membuka matanya dan alangkah terkejutnya ia melihat plat terakhir bersinar terang.
"a..apa yang terjadi" ucap jia.
"akhirnya setelah sekian lama plat ini akhirnya memiliki pemiliknya" ucap pria itu.
"saya ucapkan salamat pada anda yang mulia raja dan yang mulia ratu" ucap hitam dan putih.
jia merasa bingung karena ia dipanggil ratu oleh mereka berdua, dan tampak pria itu kersenyum pada jia yang membuat jia semakin bingung.
__ADS_1