
jia yang merasa masih bingung dan takut mulai memberanikan diri untuk bertanya.
"pe..permisi kenapa...kalian memanggilku..ratu ? " ucap jia dengan gugup.
"oh, itu karena plat gelar yang kau pegang saat ini adalah plat ratu adan itu haya ada satu di neraka" ucap putih.
"apa neraka" ucap jia yang terkejut.("pantas saja tempat ini sangat menakutkan") ucap jia dalam hati.
"apa kau belum sadar kalau tempat ini berbeda dari bumi" ucap hitam.
"a...awalnya saya...kira ini alam....roh, ka..karena saya sudah...biasa masuk ke...sana" ucap jia.
sambil menghela nafas pria itu meminta hitam dan putih untuk meningalkan mereka.
"huu, kalian pergilah, biarkan masalah ini aku saja yang menjelaskannya" ucap pria itu.
"baik tuan" ucap mereka lalu pergi meninggalkan ruangan.
"jia kau ikut saya, saya akuan menjelaskannya di tempat lain." ucap pria itu.
__ADS_1
pria itupun berjalan pergi sambil di ikuti oleh jia dari belakang, tidak lama kemudian mereka tiba disenuah tempat terbuka yang mana memiliki danau yang jernih dan ditumbuhi bunga teratai dan terdapat sebuah bangunan tepat di tengah danau.
"i..ini di mana ? " ucap jia yang kebingungan.
"ini adalah taman utama, dan kelak kau akan tinggal di monsion utama" ucap pria itu.
"ta..tapi saya harus pulang, kakek dan nenek pasti kehawatir kalau saya benum kembali, apa lagi saya harus sekolah" ucap jia.
"soal itu kita bahas nanti, untukn sekarang kita akan membahas mengenai plat yang kau pegang" ucap peia itu.
jiapun baru sadar kalau ia masih memegang plat itu, dan karena ia masih penasaran iapun mengangguk menandaka ia setuju.
"ba...baik" ucap jia.
"pertama adalah plat selir yang biasanya berwarna silver, seperti namanya plat ini bisa memilih lebih dari satu orang untuk menjadi selir. dan yang kedua adalah plat ratu yang memiliki warna emas yang saat ini kau pegang, tidak seperti plat selir plat ini hanya bisa memilih satu orang untuk menjadi ratu dan tidak ada yang kedua." ucap pria itu.
sambil memandang plat yang ia pegang, iapun mulai mengerti, tapi jia merasa gelisah karna mendapat plat itu.
"tapi apa saya bisa kembali ? " ucap jia.
__ADS_1
"kau akan mendapatkan aksas keluar masuk neraka apabila pernikahan telah dilangsungkan" ucap pria itu.
"a...apa itu harus" ucap jia.
"ya, setelah kau mendapat plat itu pilihannya hanya ada dua yaitu menikah atau terkurung di sini selamanya hingga maut menjemput" ucap pria itu.
seketika wajah jia menjadi pucat dan tubuhnya mulai gemetar. melihat reaksi jia yang kurang baik iapun memerintahkan para bawahannya untuk membiarkan jia istirahat di ruangan yang telah ditentukan.
"pelayan, bawa dia untuk istirahat" ucap pria itu.
"baik yang mulia" ucap seorang pelayan.
"jia, kau bisa memberikan jawabannya setelah kau merasa tenang, sekarang kau bisa istirahat terlebih dahulu" ucap pria itu.
"ba....baik" ucap jia.
"kalau begitu kami permusi yang mulia" ucap pelayan itu lalu pergi.
lalu jiapun dibawa pergi oleh pelayan itu, sedangkan masih disana sambil memandangi jia yang berjalan menjauh pria itu menunjukan ekspresi senang dangan senyum tipis di wajahnya.
__ADS_1