
Denis sudah habis kesabarannya sebab ia sudah berusaha untuk mengambil hati Mita.Ia merasa sudah melakukan semua cara tapi sia sia.
Akhirnya malam itu, Denis mengambil jalan pintas ia mulai mencari tempat hiburan malam. Dari sejak itu hampir tiap malam ia masuk keluar cafe. Ia jarang mengurus perusahaannya.
Mita sudah membulatkan tekad untuk meninggalkan suaminya karna sudah hampir dua bulan suaminya tidak pulang.
Sebelum pergi ia terlebih dahulu menjual rumahnya yang memang atas namanya.
Ia membawa kedua anaknya ke tempat yang jauh agar ia tak bertemu lagi dengan mantan suaminya itu.
Dari hasil penjualan rumahnya ia membeli rumah sederhana dan membuka usaha warung makan.
Tiga tahun sudah berlalu, usahanya makin ramai bahkan ia sudah membuka beberapa cabang.
Kedua anaknya juga tumbuh sehat dan jadi anak yang cerdas, pintar dan anak yang baik.
" Nak....cita citanya nanti mau jadi apa?
Saya mau jadi dokter ma.....kalau misalnya mama sakit aku yang obati.
Kalau aku.ma, mau jadi polisi.....ujar sibungsu tak mau kalah.
Nah...anak mama yang cantik dan pintar.....
ibu mendukung cita cita kalian.nah, kalau demikian, harus lebih giat belajar.
Siap ma...pasti.mulai dari sekarang saya akan lebih rajin belajar. ujar si kakak.
Nah...sekarang kalian belajar, mama akan membuat bumbu untuk makanan besok.
Seperti itulah malam - malam mereka penuh sukacita dan harmonis.
Setiap hari sepulang sekolah Mita selalu dibantu oleh kedua anaknya di warung.
Seperti itulah keseharian mereka, hidup bahagia.saling melengkapi dan bercerita pengalaman setiap harinya.
Tahun.ini, si kakak sudah lulus SMA dan masuk universitas Kedokteran.sementara si adek kelas 2 SMA.
Selamat ya kak....
Besok mama dengan adek akan mengantarmu sekalian kita mencari rumah kosmu.
Ia ma..
(Keesokan harinya mereka berangkat ke kota Surabaya).
Mereka naik bus.
Di dalam mobil mereka saling bercerita pengalaman sambil melihat pemandangan di sepanjang jalan lewat kaca mobil.
Tiba tiba mobil berhenti...
Ma...kenapa mibilnya berhenti? tanya cinta penasaran, tapi tak lama kemudian...
Mohon maaf kepada semua penumpang agar tetap tenang.Kami juga meminta kepada semua penumpang agar turun dari mobil karena ban mobil kita bocor dan harus bongkar.
Ayo , kita keluar ...ajak Ester pada mama dan adiknya.
Setengah jam kemudian mereka kembali ke masuk ke mobil karena sudah diperbaiki.
Ester....
Ya ma...
Kamu kenapa? kok kelihatan sedih?
Nggak ma, saya cuma sedikit cemas karena selama ini mama selalu ada didekatku.
Oh....tidak apa apa nak, itu awalnya saja nanti kamu akan terbiasa juga.
Ia ma....
Perhatian kepada semua penumpang karena sebentar lagi kita akan tiba di terminal, jadi kami minta kepada semuanya untuk memperhatikan barang masing masing.
Selang 10 menit kemudian bus tiba di terminal.
Mereka bertiga pun turun sambil membawa barang masing masing.
Dari terminal mereka naik mobik angkot yang langsung ke tujuan.
Setelah melakukan beberapa kali pencarian akhinya mereka menemukan rumah kos yang cocok untuk Ester.
Tahun pertama kuliah di kedokteran Ester menjalaninya penhh semangat belajar dan aktif di kegiatan kampusnya.Semester pertama dia meraih nilai terbaik yang membuat dia mendapat beasiswa dari kampus dan dari pemerintah.
Suatu sore yang sepi ia berjalan pulang dari kampusnya.Seperti biasa karena jarak kampus dengan rumah kosnya memang dekat bisa dijangkau dengan jalan kaki.
Hai cewek cantik, boleh kenalan ??(seorang laki laki tak dikenal menganggunya, Ester terkejut bercampur takut).
Ka..kamu siapa?
Ayolah cewek cantik abang bawa jalan jalan keliling kota.
Siapa kau!!
Pergi!!!!!
Tolong...tolong...
Seorang laki laki datang menolongnya dan langsung menghajar orang yang mengganggunya sampai lari terbirit birit.
Terima kasih mas, karena sudah menolongku.
Ya dek, lain kali hati hati jangan jalan sendiri bahaya .
Sekali lagi terima kasih bang.
Adek tinggal dimana biar abang antar.
Saya tinggal di dekat sini ja bang....
oh ya nama adek siapa ?
Ester bang...sambil berjabat tangan.
Ester diantar dengan menaiki sebuah mobil mewah, tentu hal itu membuat Ester terkejut dan bertanya tanya siapa gerangan laki laki yang telah menolongnya itu.
Malam harinya Ester tidak bisa tidur mengingat laki laki yang telah menolongnya itu.
Kenapa lah tadi saya ngga nanya
Siapa namanya
Tinggalnya dimana?
Akh....sudahlah kalau kami berjodoh suatu saat nanti pasti bertemu.
Iapun menutup matanya matanya berusaha untuk tidur.
Entah jam berapa ia tertidur yang pasti pagi itu ia terlambat bangun.
Seminggu telah berlalu...ia belum bertemu dengan penolongnya.
Sebulan juga telah berlalu ia pun belum juga bertemu dengan penolongnya.
Akhirnya ia merelakannya dan membuang harapannya untuk bertemu penolongnya.
Seiring berjalannya waktu, Cinta juga lulus masuk polisi.
Mita sangat bahagia melihat kesuksesan kedua putrinya. si kakak selalu mendapat nilai terbaik di kampusmya.
Kini Mita tinggal bersama seorang karyawannya.
' Bu....sepi rasanya ga ada mereka berdua, tapi ....
ya ga papa, Rita.....lama- lama akan terbiasa juga nantinya.Saya senang kamu mau tinggal disini.
Anggap saja rumah sendiri.
Terima kasih bu....
Ibu orang yang baik, berkat ibu saya bisa hidup sampai sekarang bahkan sudah lulus SMA.Itu semua berkat ibu, terima kasih bamyak bu...
Saya akan selalu ada untuk ibu, saya sudah menganggap ibu, sebagai ibu kandung saya.
Ia sama sama ....
Ayo kita tidur sudah malam , besok pagi kita harus belanja ke pasar pagi.
Baik bu....
Begitulah keseharian Mita ia selalu semangat bekerja.dan semua usahanya tidak sia - sia.
Empat tahun kemudian Ester lulus dari sekolah kedokteran dengan peringkat cumlaud.
Saat acara wisuda Ester melihat orang yang pernah menolongnya, dan ternyata ia juga mahasiswa kedokteran yang ikut di wisuda saat itu.
Ia mendekati laki laki itu,
Bang, masih ingat saya? tanya Ester sedikit ragu.
Ehm....maaf saya tidak mengenalmu...
bang, aku Ester orang yang pernah abang tolong 3 tahun lalu.
Dimana ya....
Ester terdiam dan kecewa lalu pergi setelah mengucapakan beberapa kalimat.
__ADS_1
(setelah kepergian Ester Riko terdiam dan mencoba mengjngat kapan ia pernah bertemu dengan Ester)
Riko....
berusaha mengingat tapi belum bisa mengingatnya, yah karena dia termasuk orang yang selalu membantu dan menolong setiap orang yang membutuhkan.
Siapapun...
Dimanapun ....
kapanpun tanpa melihat latar belakang orang yang ditolongnya.
Seiring berjalannya waktu Ester kini sudah bekerja di sebuah rumah sakit besar di Surabaya.
Ia salah satu Dokter andalan di sana dan bangak Dokter, perawat atau pasien yang mengenalnya.
Suatu ketika ia mendapat kesempatan untuk bertemu pemilik perusahaan itu karena dia terpilih sebagai Dokter terbaik dari segi prestasi, pengabdiannya dan kebaikannya yang membuat pasien senang.
(Pertemuan pertama pemilik perusahaan dengannya berjalan dengan baik).
Pak Utomo pemilik Rumah Sakit suka dan senang bertemu Ester iapun berencana menjodohkan Ester dengan anaknya.
Karena dari yang dilihat dan didengarnya Ester adalah wanita yang baik, ramah, sopan dan cerdas.
Iapun mengundang Ester makan malam di rumahnya.
Ester bingung datangkah atau tidak?
Dokter Rini teman Ester selain itu mereka juga tinggal di Apartemen yang sama.
Rin, saya gimana ya....
Kenapa ter...
Aku diundang pak Utomo makan malam di rumahnya...
Ya udah datang ja ...ini kesempatan baik untukmu.
Oh ya ter, kalau ga dalah pak Utomo itu punya anak loh....ganteng....baik siapa tau kamu mau dijodohkan dengan anaknya.
Akh ga mungkin lah Rin..
siapalah aku ini dibandingkan mereka...
Gimana Rin aku datang ga?
Kapan acaranya?
nanti malam jam 7.00 Wib.
Kalau menurut saya sih, kamu datang aja daripada penasaran.
Baiklah ...tepi...
Tapi apa lagi....
Aku kan ga punya baju dinner, ayo temani aku beli baju.
Ya ya ayo....
Pukul 18.30 Wib Ester sudah berangkat dengan menaiki taxi.
Setiba di sana ia disambut oleh Securiti di gerbang rumah pemilik Rumah Sakit.
Silahkan masuk mba, sudah ditunggu di ruang keluarga.
ya, terima kasih pak.
Ester kembali disambut oleh asisten rumah tangga di depan pintu dan mengantarnya sampai ke ruang keluarga.
Ester terkejut bercampur bingung melihat sambutan keluarga itu.
Ayo silahkan duduk nak ....ujar istri pak Utomo.
ya , terima kasih banyak bu....
kenalkan bu, saya Ester...
ia bapa ada banyak cerita tentangmu, terima kasih atas kedatangannya.
Ia sama sama bu....
Tidak lama kemudian Riko anak sulung di keluarga itu datang.
malam pa...ma....saya langsung ke atas sebentar mau ganti baju.
Ia cepat ya nak...kita ada tamu istemewa malam ini.
seolah tak mendengar omongan ibunya, ia langsung naik ke lantai 2 untuk mengganti baju.
Nak Ester ...itu anak kami Riko...
Riko...
oh ya...maaf bu.
ya tidak apa apa. Ayo silahkan diminum tehnya.
Tidak lama kemudian Riko pun datang...
Siapa ma, tamu istimewanya? Riki penasaran juga.
Ini loh nak....belum sempat ibunya melanjutkan perkataannya...Esrter dan Riko sama sama terkejut,
Kamu? ujar mereka berdua bersamaan...
Oh kalian sudah saling kenal? tanya pak Utomo
baguslah kalau demikian jadi papa dan mama ga pelu repot repot lagi.
Maksud papa?
Maaf pak ini maksudnya apa?
Sebenarnya.....
sebelumnya saya minta maaf ya nak Ester.
saya memang berencana untuk menjodohkanmu dengan anak kami karena saya melihat nak Ester cocok dengan anak kami..tapi keputusan ada sama kalian.
(Dalam hati Ester sangat senang bertemu lagi dengan Riko).
Pak...bu ...makanan sudah tersedia kata salah satu ART mereka.
Ayo kita makan dulu, ajak bu Utomo.
Entah apa yang merasukinya saat di meja makan baik Riko maupun Ester salalu bersamaan mengambil makanan dan hal itu membuat keduamya malu.
(Riko mencuri pandang dan dalam hati mengagumi kecantikan Ester).
Cantik juga cewek ini ...dan saat itu juga ia berkata Saya sudah ingat...kamu kan cewek yang diganggu preman waktu itu? ucapnya tiba tiba dengan suara yang keras, tentu hal itu membuat semua yang ada di ruangan itu terkejut.
Oh...abang sudah ingatkah? tanya Ester senang.
Ia saya sudah ingat setelah saya lama memandangimu tadi.
Nah...itu berarti kalian jodoh....
Akh papa...
Untuk merayakan pertemuan kita malam ini papa akan kasih kalian kado spesial.
Ya mama juga ada kado untuk nak Ester,
sebenter ya.....
Ia ke kamar mengambil sebuah gelang...
nak, inumi gelang turun temurun jadi ibu berharap kamu mau menerimanya.
Maaf bu, saya belum bisa menerimnya kita kan baru kenal.
Tidak apa apa kamu terima ya...
Baiklah bu...terima kasih.
Lama mereka berbincang bincang hingga tak menyadari sudah jam 11.00 malam.
Pak...Bu... saya pamit dulu sudah malam.
Ya.. biar Riko yang ngantar kamu ya...
nggak baik loh cewek pulang sendiri malam malam.
Malam itu Ester merasa seperti minpi.
Bang....bisa cubit tangan say ?
kanapa memang ....
Saya ini sedang bermimpi kah atau memang nyata.
Rikopun mencubitnya...
Sakit....
berarti ini nyata...
__ADS_1
Riko tersenyum melihat tingkah Ester dan hal itu membuat ia makibmn suka.
Bang.....
ya...
sa...sa.saaya taidak tau kalau mas adalah anak dari pemilik Rumah sakit tempat saya bekerja.
kalau tahu emang kenapa....
Mungkin kita akan lebih cepat bertemu..
Maksudnya tanya Riko penasaran.
Ia sejak kejadia beberapa tahun lalu saya sudah suka sama abang dan sejak itu saya mencari cara untuk bisa bertemu.Saya ada beberapa kali menunggu abang di tempat kita bertemu.
Dan...waktu acara wisuda saya sangat senang bisa bertemu abang dan waktu itu pemikiran saya abanglah jodoh yang dikasi Tuhan ke saya.
Tapi.....lagi lagi saya sedih karena abang nggak kenal dengan saya.
Tapi...malam ini adalah kali ketiga kita bertemu....
Sejujurnya saya senang.
Riko terdiam mendengarnya....
Bang...
bang...
Ia kenapa?
Sudah sampai bang.
oh ia...maaf abang tadi...
Menghayal ya....potong Ester melihat Riko gugup.
Setiba di rumah....Rini temannya sudah menunggunya..
Dimana makan malamnya ter....
acara apa geramgan hingga kamu diundang bos besar?
Saya sangat senang malam ini ujar Ester sambil tersenyum bahagia.
Ceritain dong....
Coba tebak saya bertemu siapa di sana?
Bertemu cowok ganteng ya....
lebih dari itu...
Ayo coba tebak siapa?
Lebih dari ganteng....berarti sesorang yang spesial ya...
Ayo kasi tau Ter ...siapa jangan bikin penasaran...
Eh, Rin kamu masih ingat nggak cowok yang pernah menolong aku beberapa tahun yang lalu?
Oh ...Maksudmu Riko?
kenapa dia bisa ada di sana?
Saya juga nggak menduga sedikitpun bisa bertemu dengannya du sana.
Apa hubungan Riko dengan pak Utomo?
jangan bilang dia anaknya pak Utomo.
Ya betul sekali.
Akh...kamu pasti bohong kan....
Nggak aku ngga bohong dan ternyata pak Utomo mengundang saya ...ya itu untuk menjodohkan aku dengan Riko.
(hp ester berdering)
siapa itu Ter malam malam nelpon,
Nggak tau Rei, nomor baru....
Jam Angkat ja....siapa tau Riko...
Nggak mungkin,
Ayo angkat ja Ter....
Ia saya angkat ya....
Hallo...ini siapa ya.
Aku Riko
Oh....tapi tau darimana no hpku?
Papa yang kasih, kan ada di buku agenda Rumah sakit.
" Besok ada waktu lah...
Jam berapa bang?
Malam sekitar jam 07.00 malam besok saya jemput.
Baik bang.
Apa bilang Riko Ter?
Dia ngajak ketemuan Rin,besok jam 7 malam.
senangnya....yang lagi kasmaran canda Ririn sambil menggodanya.
Udah ah...kita tidur yo besok kita masuk pagi.
Keesokan harinya setiba di Rumah sakit Ester sangat senanģ hal itu sangat terlihat dari pancaran sinar di wajahnya.
Seperti biasa Ester selalu ramah kepada semua pasien.Hal itulah yang membuat pasien senang dengannya.
Pukul 07.00 wib malam Riko sudah datang memjemput Ester.
Malam itu Riko mengajaknya ke sebuah restoran.
"Bang, kenapa sepi ....(belum selesai dia berbicara tiba tiba Riko duduk dihadapannya sambil menunjukkan sebuah cincin).
Maukah kamu menjadi ibu dari anak anakku?
tiba tiba terdengar teriakan 'terima...terima".
Ester terkejut bercampur senang dan iapun memerimanya.
Sejak malam itu mereka resmi berpacaran dan mereka lalui dengan kebahagiaan.Tidak lama setekah berpacaran mereka memutuskan untuk menikah. Acara resepsi diadakan di sebuah hotel berbintang dihadiri oleh para pejabat dan pengusaha.
Mita sangat behagia di acara pernikahan anaknya .
Tiga tahun usia pernikahan mereka telah dikaruniai satu orang putri cantik dan satu orang putra.
Kini hidup Mita semakin lengkap dengan kehadiran dua orang cucu yang cantik dan tampan.Kedua anaknya pun sudah sukses hidup mandiri dan tentu tetap sayang pada ibunya.
Denis, berakhir dipenjara karena melakukan tindak kejahatan.Perusahaannya bangkrut, utang dimana mana dan untuk membayar hutang hutangnya ia melakukan segala cara.Mulai dari merampok, sampai melakukan pembunuhan.
Suatu sore Mita kedatangan beberapa tamu yang tidak ia kenal.
Selamat sore bu....pesan nasi 3 porsi.
baik, mohon ditunggu sebentar ....
Keesokan harinya salah seorang dari ketiga orang itu datang lagi, hampir tiap hari dia datang.
Mita merasa ada yang aneh dan janggal tapi ia seolah olah tidak tau.Sudah sebulan laki laki itu datang makan dan memesan makanan yamg sama.
Selamat pagi ....
maaf saya boleh nanya ?
Boleh, Nanya apa ya mas?
Hari itu pertama kali saya ke sini entah kenapa perasaan saya pernah bertemu denganmu. Dimana dan kapan saya lupa.
Perkenalkan saya Anton
Mita....
Mas mungkin salah orang.. ujar Mita ( tentu saja ga kenal karena itu cuma strategi Anton untuk mendekatinya karena ia merasa tertarik untuk mengenalnya lebih dekat).
Sejak itu hubungan mereka semakin akrab.
Mita ada teman ngobrol atau berbagicerita.
ya....sejak karyawannya menikah ia tinggal sendiri di rumahnya, tentu kehadiran Anton sangat diharapkannya untuk mengisi kekosongan hatinya.
Akhinya Anton melamar Mita yah...memang usia mereka sudah tidak muda lagi.Tetapi karena mereka berdua sama - sama hidup sendiri, merekapun memutuskan untuk menikah.
Acara pernikahan diadakan secara sederhana saja.
Sementara Rena jatuh miskin karena ditipu orang.
__ADS_1
TAMAT