Kekuatan Dalam Bayangan

Kekuatan Dalam Bayangan
Chapter 1 - Dewa Kematian


__ADS_3

Disebuah perbatasan benua tengah, terjadi pertarungan yang sangat sengit. Pertarungan antara berjuta - juta prajurit dari semua kekaisaran benua tengah melawan seorang pria paruh baya yang kuat.


"Mati kau!!! Dewa Kematian!!!" ucap sekumpulan prajurit.


Mereka meneriaki ke seorang pria yang berlumuran darah. Dia telah membunuh lebih dari 2 juta prajurit seorang diri. Dia dijuluki dewa kematian kerana telah membunuh orang yang tak terhitung jumlahnya.


"Berisik." ucap dewa kematian.


Dia maju ke prajurit yang jumlahnya sekitar 100 ribu. Dia menebas prajurit yang terlihat tidak kira kaki, tangan kepala atau apapun itu dia menebas semuanya.


Sementara itu, para jenderal hanya melihat pertarungan sang dewa kematian. Mereka semua merinding kerana dewa kematian sangat kuat dan kejam.


"Gelar dewa kematian memang layak diberikan kepadanya kerana dia telah membumbuh banyak prajurit dari semua kekakaisaran benua tengah." ucap salah satu jendral.


"Kau benar, jika bukan kerana kaisar dari kekaisaran terkuat di benua tengah tidak membunuh adik dia, maka kejadian seperti ini tidak akan pernah berlaku." ucap salah satu jendral.


Mereka hanya bisa mengutuk kaisar yang membunuh adik dari dewa kematian.


Para prajurit terus menyerang, mereka tahu mereka tidak akan menang melawan dewa kematian, tetapi mereka hanya ingin membuat dewa kematian lelah kemudian para jendral akan membunuh dewa kematian saat dia sedang kelelahan.

__ADS_1


Dewa Kematian terus menebas terus menerus prajurit yang dia lihat. Dia menebas, menusuk dan lain-lain lagi.


"Jumlah mereka tidak ada habisnya. Aku harus cari cara untuk kabur." batin dewa kematian.


Tiba-tiba tangan dewa kematian tergores sedikit oleh pedang salah satu prajurit. Para prajurit menyadari bahwa sang dewa kematian sudah mulai kelelahan.


"Sekarang kesempatannya!!!" ucap salah satu jendral.


Kesemua jendral dari berbagai kekaisaran pergi menuju kearah sang dewa kematian manakala para prajurit mundur ke kubu masing-masing.


"Terkutuk!!! Mereka menungguku untuk kelelahan selepas itu baru mereka turun!!" batin dewa kematian.


Dewa kematian mengalirkan mananya ke seluruh badannya dan bergerak lebih cepat dari suara. Dia bergerak ke arah jendral dan tiga kepala jendral terlepasa dari kepala mereka.


Dewa kematian tidak berhenti lagi, dia mula menyerang ke arah jendral paling terdekat. Jendral itu berhasil menahan serangan dewa kematian.


Semasa jendral itu menahan serangan dewa kematian, jendral yang lain dengan cepat menendang dewa kematian. Dewa kematian hanya mundur beberapa langkah kerana berhasil menahan tendangan itu dengan tangannya.


"Kau meremehkanku dengan hanya menendangku!!! Tebaslah aku!!! Bunuhlah aku!!! Aku Dewa Kematian tidak takut yang namanya mati!!!" teriak dewa kematian dengan nada yang marah.

__ADS_1


Para jendral tesedar akan ucapan dewa kematian. Mereka semua menyerang dewa kematian secara bersamaan. Dewa kematian berhasil menghindar semua serangan para jendral walaupun dia sudah kehabisan tenaga.


"Sampai disini sahaja batasku." batin dewa kematian.


Dewa kematian sudah tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Dewa kematian tersenyum ke arah para jendral. Para jendral tertanya-tanya kecuali seroang jendral. Jendral itu tersenyum dan dengan cepat menuju ke arah dewa kematian.


"Semoga kau tenang di alam sana." ucap jendela itu sambil menusuk dada dewa kematian.


Dewa kematian memuntahkan seteguk darah segar. Dia tersenyum kemudian bertanya kepada jendral.


"Menurut kalian kapan seseorang benar-benar mati?" ucap dewa kematian.


Para jendral hanya terdiam. Mereka kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari dewa kematian yang pelik.


"Mereka mati ketika mereka ditusuk di jantung oleh pedang? Tidak. Ketika mereka diserang oleh penyakit yang tak tersembuhkan? Tidak. Saat mereka meminum minuman yang tercampur dengan racun!?" ucap dewa kematian.


Para jendral muka mendengar dengan serius kata-kata terkahir dari sang dewa kematian. Mereka pasti dia akan mengatakan sesuatu yang bagus.


"Tidak!! Seseorang benar-benar mati ketika dia dilupakan!!!" ucap dewa kematian sambil menghembuskan nafas terakhirnya dan dia mati dalam keadaan berdiri.

__ADS_1


Para jenderal hanya bisa terbaru dan. tersenyum akan perkataan dari dewa kematian. Kabar tentang kematian dewa kematian mengguncang dunia kerana dewa kematian satu benua seorang diri.


Dewa kematian tercatat dalam sejarah sebagai seorang pendekar yang hebat. Bahkan sejarah mengenai dewa kematian terus berlanjut hingga 10 juta tahun kedepan.


__ADS_2