KEPINCUT DUDA GANTENG

KEPINCUT DUDA GANTENG
KEPINCUT DUDA GANTENG PART IV


__ADS_3

"Nia,Kamu diam ja tumben?" ujar Mas Aldi ke Nia.


"Nggak apa-apa Mas,Nia nggak mau ganggu Mas Aldi sama Fitri yang asyik ngobrol."


"Nia,siapa yang asyik ngobrol?Aku sama Mas Aldi biasa ja ngobrolnya."


"Mas Aldi,liat tuh Nia ada rasa sama Mas?."


Fit,diam jangan sampe Mas suruh Kamu kedepan.


"Ogah ngapain kedepan mendingan Fitri duduk di belakang sama Nia,ujar Fitri sambil melihat raut wajah Nia yang sinis."


"Nia,ngomong jangan diem kaya patung?."


Siapa yang diam si Fit?


"Kamu yang diam, Nia Aku salah ya? udah gnggu kalian berdua."


Nggak Fit, Aku lagi pengin diam saja.


"Mas, Aku turun saja disini. Aku nggak mau bikin bete temen Aku sendiri."


Lain kali saja kita makannya.


"Nggak. Mas nggak akan nurunin Kamu disini.


Mas, akan nurunin Kamu di depan Mall buat makan bareng Kamu Nia dan Mas."


"Mas,nggak liat muka Nia bete gitu sama Aku."


Mas. denger kalau Nia lagi pengen diam.


Bilang saja kalau Kamu nggak mau ikut Mas makan bareng.


"Fitri.muka Kamu kenapa bete sama Mas?"

__ADS_1


Nggak apa-apa. Lagi pengen diam.


"Tiba-tiba mobil Mas aldi berhenti, kenapa mobilnya berhenti Mas?Ucap nia bertanya sama Mas Aldi."


"Liat muka Fitri bete gitu sama Mas?


Mas aldi keluar dari mobil. dan menyuruh Aku untuk duduk di depan."


"Aku bilang nggak! Sambil kubuang mukaku dari hadapan muka Mas aldi."


Fit. Kamu kenapa sama Mas aldi?nggak boleh gitu sama Mas aldi,ujar Nia sambil menasehatinku.


"Fit,duduk depan Mas?ucap Mas Aldi dengan nada tinggi.


Iya Aku duduk didepan. Aku keluar dari mobil dan tangan Aku di pegang sama Mas Aldi.


Sekali-kali nurut sama Mas.


"Kamu keras kepala,Mas mau Kamu jadi cewek yang lembut seperti Nia."


Khan Mas nggak ada hubungan apa-apa sama Fitri."


"Yakin suruh Mas pacaran sama Nia?nggak cemburu sama Mas."


Dih geer Kamu Mas,ujar aku sambil senyum sinis.


Liat saja senyum KAmu. sinis gitu sama Mas.


"Fit sebenarnya Kamu ada rasa sama Mas aldi?jujur sama temen sendiri Fit."


Neh apa-apaan pada mojokin aku.


"Jadi makan nggak Mas?kalau jadi makan jalan kenapa berhenti lama disini malah ngobrol.


Iya Fitri.

__ADS_1


"Baru kali ini Mas liat muka Fitri kesel dan marah?


Udah jalan Mas,udah laper neh perut udah bunyi kruyuk....kruyuk..."


Mas bawa mobilnya jangn ngebut-ngebut.


Marahin tuh Fit. Tadi juga samperin Kamu bwa mobil ngebut.


Iya Fit, biar sampainya cepat.


Ya cepat sampai rumah sakit yang ada.


Yaudah Mas bawa mobil perlan.


"Jangan perlan juga bawa mobilnya mas,yang ada kita di tabrak dari belakangnya."


Mas gantian sini. yang bawa mobil Fitri?


Emang Kamu bisa bawa mobil,ujar Mas sambil ketawa terbahak bahak


Yaudah Mas minggirin mobil dulu.


Fitri keluar. Mas pindah posisi duduk ketempat Fitri.


"Aku membuka pintu mobil dan bertukar posisi sama Mas aldi."


Inget jangan ngebut Fitri, ujar Mas aldi ke fitri.


Aku mengendarai mobil dengan kecepatan Enam Puluh km , Aku melihat Nia dari spion menatap Mas aldi dengan terkagum-kagum.


"Tapi Mas Aldi tidak menoleh sedikit pun kearah belakang untuk melihat Nia.


Mas Aldi malah melihat kearahku dan menatapku."


Padahal niatku untuk menjodohkan Nia bersama Mas Aldi. Kenapa Aku yang cemburu liat tatapan Nia kepada Mas aldi.

__ADS_1


End tunggu selanjutnya


__ADS_2