keteguhan sekeping hati

keteguhan sekeping hati
hukuman 02


__ADS_3

triiinggggg triiiinggggg bel masuk pun terdengar.


tap tap tap tap,, suara langkah kaki terdengar semakin cepat,dia yang sedikit berlari menuju kelas agar tidak terlambat mengikuti pelajaran guru yang terkenal killer itu.


namun naas,kesialan menghampirinya sebelum ia sampai ke kelas.


brak brak......... dia menabrak seorang.


"awww,,,sakiitnya pantat aku". umpat ludia di dalam hati.


"heeh lo kalo jalan pake mata dong, liat baju gue jadi kotor tau gak haaa". ucap sarnobe sambil mengibaskan tangannya ke bajunya itu.


yah remaja yang lebih tua dari ludia satu tahun itu, bernama lengkap, Sarnobe sanjaya winata, siswa yang berparas tampan bak pangeran dongeng hehehe, satu sekolah namun berbeda jurusan.


selain ia tampan, ia juga pintar namun sangat galak,datar,kejam dan dingin.


namun,dengan sifatnya yang dingin dan kejam itu banyak sekali gadis2 yang ingin menjadi kekasihnya, tapi itu semu sia_sia.


ludia yang masi merasakan sakit di bokongnya itu,belum sadar sepenuhnya


"heh lo budek ya, gue itu bicara sama lo". ucap sarnobe, sambil berkacak pinggang dwngan muka merah menahan rasa kesalnya.


"eehh maaf2 aku gak sengaja", sambil menatap kedepan,dan wooww😯


"ya Allah gantengnya calon imam", ucap ludia dalam hati.


"heh gue ini nanya malah bengong,lo udah gak waras ya"sambil menyentil jidat ludia.


"aw sakit tau, aku itu bukannya gak waras,tapi masi kaget aja ada pangeran tampan di sekolah ini", ucap ludia sambil mengelus jidatnya yang merah.


"gue tau gue tampan,emang gue terlahir tampan". ucap sarnobe sedikit bangga.


ludia yang mendengar ucapan sarnobe seketika menyesal telah memujinya.


"heh nyesel aku muji abang ini", sambil memutar bola matanya dengan malas.

__ADS_1


seketika ludia tersentak kaget, ludia baru ingat kalau harus segera ke kelas,


"mampus gue ibuk killer", sambil meng endap_endap hendak pergi, tiba_tiba...


greep,,,


"mau kemana lo", belum juga melangkah sarnobe sudah memegang kerah baju bagian belakang ludia.


"hehehe aku mau ke kelas bang udah masuk soalnya", ucap ludia.


"enak aja lo mau masuk kelas, trus ini gimana baju gue yang udah lo kotor", sambil matanya melotot lebar.


"em anu bang nanti aku ganti deh,tapi abis pulang sekolah ya,


sekarang aku mau masuk dulu, guru killer soalnya", sambil menangkupkan ke dua tangannya agar sarnobe melepaskanya.


"heh lo pikir lo bisa nipu gue, kalo gue lepasin lo sekarang yang ada lo gak bakal ganti rugi," sambil menatap ludia tajam.


ludia yang mendapat tatapan tajam itu sangat gugup dan sulit menelan salivanya sendiri.


"nanti abis pulang sekolah aku tunggu di depan gerbang sekolah ya bang"..


"gue gak percaya, bisa aja lo nipu guekan". masih dengan ekspresi datarnya sarnobe.


"aduh mampus aku kalo sampe telat jam ibu killer".


sambil berpikir keras bagai mana carnaya, agar segera lepas dari cogan datar ini.


lama berpikir sambil memutar matanya kanan kiri tiba_tiba ide cemerlang muncul.


"aahaa aku punya ide,kenapa gak dari tadi", sambil menyunggingkan senyum sedikit.


sarnobe yang masih mengibaskan bajunya itu, tidak terlalu memperhatikan ludia yang ingin kabur.


ludia yang melihat adanya peluang untuk kabur, tidak menyianyiakan kesempatan itu.

__ADS_1


"bang_bang,,oi bang" ucap ludia.


"aapaan ha", sarnobe yang masih fokus pada bajunya.


"bang ada pak kepsek lagi jalan ke arah sini,itu di bekang lo",ucap dia.


sepontan saja sarnobe menengok ke belakang.


tentu saja kesempatan ini tidak di sia2kan ludia, secepat kilat ludia memutar badanya,


namun naas baru lari tiga langkah, sarnobe langsung mencekal tangannya dengan kuat sampai memerah.


yahh,sarnobe yang tdinya melihat ke belakang,tidak mendapati pak kepsek.


langsung memutar kepala,


ia merasa di tipu oleh gadis tengil yang menabrak nya.


"heh lo pikir lo bisa nipu gue", dengan menatap tajam pada ludia.


ludia yang melihat mata tajam laki2 itu, sedikit merinding dan sedikit meringis karena, cengkraman tangan laki2 itu.


gawat kalo aku gak cepat_cepat kabur abislah aku.


ludia yang tidak punya pilihan lagi, secepat kilat mengeluarkan jurus seribucara.


ludia maju lalu, secepat kilat menendang tulang kering laki2 datar itu.


tuk tuk.. dua kali ludia menendanhkan kakinya, dan melesat wuuussss, menuju kelasnya,


meninggalkan sang empu kaki yang meringis kesakitan.


"oiii cewek tenggiiil awaslooo", ucap sarnobe yang masih meringis, dan mengelus kakinya.


bersambung.......

__ADS_1


lanjut besok lagi... 😊😊


__ADS_2