keteguhan sekeping hati

keteguhan sekeping hati
hadiah guru killer


__ADS_3

setelah berhasil lari dari cogan itu, secepat kilat ludia melesat sampai ke kekelasnya.


"assalamualaikum bu"ucap ludia.


"waalaikumsalam, ohh anak teladan baru datang yah" jawab bu rose, sambil tersenyum penuh arti.


ludia yang melihat senyum bu rose yang penuh arti itu, secepat nya mencari alasan.


"maaf bu,saya habis Dari toilet. sambil menunduk harap2 cemas.


"alasan trus, kamu terlambat 10 menit, silahkan hormat tiang bendera sekarang" jawab bu rose, sambil berkacak pinggang.


"yah bu, kan bru sepuluh menit"


"heh mau sepuluh menit, lima menit tetap saja kamu terlambat, seharusnya kamu itu lebih di siplin dan menghargai waktu. paham"sela ibu rose.


ludia yang mendapatkan ultimatum dari guru killer itu, hanya menghela nafas panjang.


"sudah sana, hormat tiang bendera, sampai jam ibu selesa"ucap bu rose.


"i-iya bu siap laksanakan"sambil memberi hormat pada bu rose.


"huh"ludia menghela nafas, sambil melangkah keluar kelas.


"jangan banyak ngeluh diaa, mau ibu tambahin"ucap bu rose.


"enggak bu"langsung secepat kilat keluar kelas, namun setelah membalikkan tubuhnya,nasipnya ternya kurang beruntung lagi.


wuss,, jedukkk, sontak menarik perhatian burose dan teman2nya.


"aduh,, alhamdulillah rejeki anak soleh"sambil meringis mengelus jidat.


"ahahahahaha, wahahaha,"gema tawa seisi kelas"ludia_ludia mantap"ucap salah satu siswa.


ludia yang menyadari teman2nya tertawa langsung melesat pergi.


"gadiis iniii"gumam bu rose, sambil geleng kpla.


sedangkan sahabat ludia hanya bergumam sambil menggelengkan kepalanya.


"dasar bocah tengil"


sambil berjalan ke arah lapangan upacara,ludia melewati beberapa ruang kelas, sejenak kakinya berhenti di salah satu ruang kelas.

__ADS_1


kelas 11 mipa A, kelas murit yang tergolong pintar.


dia berhenti sejenak sambil mengintip sedikit ke ruang kelas.


"woahh,,ya robbi cogan oyy"gumam ludia lirih.


sedang asik2nya melirik,mata ludia bersitatap dengan sepasang mata elang yang menatapnya tajam.


"mampus gue,,kabur2"ucapnya dalam hati, langsung pergi secepat mungkin.


"hmmm awaslooo tikus kecil, tunggu pembalasan gue"ucap pria itu lirih.


😊😊😊😊😊😊😊😊


sampainya ludia di tengah lapangan, langsung saja memberikan hormat kepada sang merah putih.


tak tak tak tak,, suara kaki mendekati ludia yang sedang hormat


"kamu lagi, kamu lagi, gak bosen2nya buat masalah yah dia"ucap pak kepsek sambil berkacak pinggang


ludia yang tadinya fokus, kini mengalihkan pandangannya ke sosok tersebut.


"hehehhehe"


"kamu knp lgi dia,kli ini apa yang kamu lakukan"masih dengan wajah garangnya.


"ii_tu pak telat masuk, kelas ibu ros, pdahal dia lagi sakit perut, tpi tidak di beri ijin msuk pak"sambil memperlihatkan raut wajah memelasnya.


"wah klo itu bpak pun udah gak heran lagi"sambil mengangguk kecil.


"bujukin bu rose dong pak, biar saya bisa masuk kelas, panas nih pak"bujuk ludia.


"itung itung bapak bisa pendekatan sama ibu ros"ludia menggoda pak kepsek sambil tersenyum kecil.


"aaiiss,,bapak malu diah"sambil memegangi wajah nya yang tersipu itu.


ludia yang melihat wajah pak kepsek yang tersipu itupun,hanya mampu mengulum senyum, agar tawanya tidak pecah.


"yaampuun,,bpak kepsek malu2 kucing"umpat dia di dalam hati.


"eh bpak dia boleh tanya ga"ucap ludia.


"boleh,ludia,asal jangan nanya yang ane2h"ujar kepsek.

__ADS_1


melihat siswinya yang penasaran itu, pak kepsek hanya mengangguk malu2


"pak kok malah nganggung2 si"tanya ludia yang bingung dengan ekspresi pak kepsek.


pak kepsek yang mendapat pertanyaan itu, sontak saja terkejut, sambil menahan gemas.


"eeheem,, ii_iya,bapak suka sama ibu rose dia"jawab pak kepsek


"wwaaahhh, bau-bau tumpeng nih"sambil membayangkan makanan lezat.


tiba-tiba..


tuk-tuk pak kepsek menjitak kening ludia.


"kamu ini ya ludia, bagaimana ada tumpeng klo pdkt aja blum"sambil memperlihatkan wajah sendunya.


"yaa pdkt lah pak, apa susahnya coba"ucap dia yang masi mengelus jidatnya.


"huh masalahnya gak mudah dia, bpak takut di tolak. "


"pfff,, blum di coba udah nyerah, mundur aja pak mundur"sambil menahan tawanya


pak kepsek sejenak ucapan ludia


"hhmmm, bener juga kata kmu bpak harus berjuang"dengan mengepalkan satu tangan, mengangkat tinggi2, sedikit senyum di bibirnya.


"yasudah bapak akan kejar cinta ibu rose,, tapi kamu bantuin bapak ya diah"ujar pak kepsek


"boleh saja pak, asal jangan lupa bayarannya"sambil mengedipkan sebelah matanya.


"yasudah bapak masuk dulu"sambil bertos ria, dan berlalu pergi.


ludia yang mulai tersadar langsung saja berteriak kecil


"pak saya bisa masuk kelaskan"ucap dia


spontan pak kepsek memutar badanya dan berkata


"hukuman kamu silahkan di lanjutkan, "sambil tersenyum simpul


sedangkan ludia hanya bengong dan menghela nafas.


" huuff,,, dasar bapak kepsek, bucin"sambil menepuk jidat, dan memanyunkan bibirnya...

__ADS_1


bersambuungg.......


__ADS_2