keteguhan sekeping hati

keteguhan sekeping hati
bertemu "lo lagi"


__ADS_3

hai hai jumpa lagi,ama author,


semoga suka sama karya autor ya.


langsung aja bacaa....


triiiing,, triiiing,, triiiinggg.


bel istirahat berbunyi, menandakan istirahat untuk sekedar mengistirahatkan tubuh, (biar gak terlalu banyak mikir, heheh)


"ya robby, panas sinar matahari di dunia saja sudah membuat aku kepanasan, bagaimana kalau panas nerakamu,ampunilah dosa2 hambamu ini ya allah"gumam ludia di dalam hati sambil merenung.


sedang nikmat2nya ludia merenung,tiba2 terdengar senandung suara2 sumbang, yang membuat ludia tersadar.


"ehemm eheem, gue mau nyanyi nih dengerin"ucap asep


ludia yang sudah tidak asing dengan suara emas temannya,hanya memutar matanya malas.


"eh ada ludia,lagi duduk rebahan, mukanya lelah abis kena hukuman, ludia yang badung dia kena hukuman, mau gak mau harus di laksanakan,oooooowwooooo oeoe" dengan riangnya asep bernyanyi


"eh munyuk,gak nyambung lirikloo, mules perut gue"komentar usman, sambil mentoyor jidat asep.


"iiss lo ini, lagu bagus tau"jwab asep.


"bagus jidatlo"ucap usman.


"eh ludia kok lo bisa telat sih, perasaan kita udah kasih tau lo sebelum bel masuk,"tanya ega.


"hee'em lud"ucap mereka serempah.


"huuuuuuh,, panjang ceritanya"jawab ludia cepat


"pendekkan"jawab mereka serempak.

__ADS_1


"heh kompak banget si kalian,,,,huhhh" sambil menghela nafas.


"udah buruan lo cerita ada apaan,lo jangan boong sama gue,"tanya fatma.


ludia yang mendengar kata yang tidak ludia sukai, langsung melebarkan matanya.


"pake bilang lo gue segala lagi, aku tegasin lagi ya, klo kita lagi berlima jangan pake kata lo gue paham" mata ludia masi melotot ke arah mereka semua.


sedangkan yang di lihat hanya cengar cengir saja.


"heheheh, ya maapp, "ucap fatma masih menyengir dan meraba tengkuk lehernya pelan.


"udah-udah kok malah berantem sih,, cepet jelasin knpa bisa lambat masuk nya" ucap rizki tiba2 menyela, sambil menunjuk ludia.


"hmmmmmmmmmmm, nungguin yahh"gurau ludia.


"aiiiiiiiisssss"mereka serempak mengeram kesal, sedangkan sang pelaku hanya tersenyum simpul.


"cieee kom.."


belum sempat fatma menjawab,iya menghentikan ucapanya karena mendapatkan tatapan tajam dari teman2nya.


"hhuuhh, tadi itu aku agak lari2 waktu mau masuk kelas, tiba-tiba aku gak sengaja nabrak cowo, aku udah minta maaf mau ganti rugi, ehh malah tu cowok marah2, "ungkap ludia panjang lebar.


"trus" tanya merka serempak.


"trus aku negosiasilah, tapi tu cowok malah marah2, karna aku buru2 ya aku coba kibulin tu cowo, tapi gak berhasil, dan parahnya lagi kalian tau gak"


"ya gak tau lah kamukan blom cerita"jawab mereka serentak,sambil memasang wajah kesal karna penasaran.


"heheheh selow selooo"jawab ludia


"trus pas aku kibulin, aku diem-diem mau pergi, tapi tu cowo tau klo aku mau pergi, trus tu, cow narik kerah baju belakang aku, karna aku panik dan kesekll kan, ya aku tendang tulang kakinya, abis itu aku kabur deh"jelas ludia panjang lebar

__ADS_1


sedangkan yang mendengarkannya hnya melongo mendengar ucapan ludia.


"wihh parah, pasti sakit banget tuh rasanya"komentar asep.


"iyaaa sakit, pake bangeeet"jawab mereka serempak.


kriuk,,kriuk,, kriukk. terdengar suara cacing yang memanggil.


"udah2 yuk kekantin,laper nih"ajak fatma


"cusss"jawab mereka serempak.


sesampainya di kantin,mereka mencari yempat duduk yang nyaman.


"eh itu tempat duduk di pojokan"ucap ega sambil menunjuk tempat di pojokan.


mereka serempak melangkahkan kaki ke tempat tersebut.


"mau pada makan apa nih,biar gue pesenin"kata aseep.


"nasi goreng"ucap ega dan fatma.


"usman riski lo mau apa? "tanya asep


"samain"jawab mereka.


"dia mau apa"sambil mengangkat dagu sedikit.


"udah samain aja, sama es tawar ya"jawab ludia


"okk"


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2