
Karna teriakan lelaki paruh baya yang berdiri di depan kelas..Semua murid yang tadi sedang menertawakan jeki..terdiam..
"Hei bocah...Apakah serius dengan perkataanmu tadi??," ujar lelaki paruh baya itu menatap jeki dengan pandangan tak percaya.
Melihat tatapan itu..Jeki tersenyum dan menantang lelaki paruh baya itu..Untuk mengecek jawaban di papan tulis tersebut..
"Hei pak tua..Jika kau tak percaya kau periksa saja sendiri..Apa jawabanku yang salah..Atau otak ku yang melebihi para murid di sini..!,"ujar jeki sembari melirik ke arah murid-murid lain di tempat duduk.
Kemudian lelaki paruh baya itu..mendekati papan tulis..Dan mengecek semua jawaban di sana..
Ketika mengecek soal yang pertama..Ia pun terkejut..
" Ho??pemeriksaanmu yang pertama betul..Baiklah lanjut ke sola berikutnya..!,"ujar lelaki paruh baya itu melihat ke papan tulis dengan sedikit terkejut.
Mendengar lelaki paruh baya yang mengintruksikan pemeriksaan jeki,ternyata benar..Murid yang lain pun merasa tak percaya..
"Hei..Kau dengar itu??jawaban sampah itu ternyata benar..!," ujar salah seorang murid kepada temanya secara berbisik.
"Hmm..Kemungkinan hanya keberuntungan saja..!," ujar temanya yang di bisikan tersebut.
Lelaki paruh baya itu tetap melanjutkan memeriksa jawaban di papan tulis..
__ADS_1
"Jawaban buat soal yang ke 2 dan ke 3 sesuai dengan perkiraan bocah ini...Baiklah kita lanjut memeriksa jawaban yang ke 4 dan 5..!," ujar lelaki paruh baya itu terkejut akan benarnya pemeriksaan jeki.
Murid-murid yang lain pun kembali terkejut...
"Hei??ini bukan lagi keberuntungan...Sampah itu tebaknya benar lagi...Apa sampah itu telah menjadi jenius??," ujar seorang lelaki membicarakan jeki dengan teman sebangkunya.
"Sepertinya memang sampah itu telah berubah..Orang ini bukan lagi seorang sampah..!," ujar salah seorang lelaki lainnya di tempat duduknya.
Lelaki paruh baya itu telah selesai memeriksa semuanya dan menghela nafasnya.....
"Huh...Semua sesuai dengan perkataan bocah itu..Terdapat 2 jawaban yang salah di sini..!," ujar lelaki paruh baya itu kemudian melirik ke arah jeki.
Lelaki paruh baya itu...berjalan mendekati jeki..Jeki yang melihat lelaki paruh baya itu mendekati dirinya..tersenyum..
"Pak tua... Apakah kau benar-benar mengatakan aku tadi tidur??Menutup matamu bukan berarti kau tidur pak tua...!," ujar jeki tersenyum mendengar perkataan lelaki paruh baya itu.
"Cieh..Kau mungkin tadi hanya menggunakan trik licik..Jadi bagaimana??sekarang kerjakanlah 2 jawaban yang salah itu...Buatlah yang benarnya..!," ujar lelaki paruh baya itu menantang jeki sembari menunjuk ke arah papan tulis.
Mendengar perkataan lelaki paruh baya itu..Jeki pun tertawa...
"Hahaha...Apakah aku perlu menuliskanya di situ...Bukankah kau hanya menyuruhku untuk memeriksanya sebagai hukuman aku menutup mataku tadi??Aku saja tidak membawa bukunya...Dan bahkan tidak membuat tugas itu..Kenapa aku harus menuliskan jawabanya??," ujar jeki menatap ke arah lelaki paruh baya itu dengan mengeluarkan sedikit aura membunuhnya.
__ADS_1
Kemudian lelaki paruh baya itu..Merasakan tekanan intimidasi yang di keluarkan jeki..Ia seakan melihat seekor monster raksasa..Yang memegangnya...
"Hei kau sampah..Beraninya kau melawan ke gurumu???apakah kau mau di keluarkan??," ujar salah seorang murid lelaki.
Mendengar perkataan itu..Beberapa murid lainya..Mulai serentak mengkomentari perkataan jeki..
"Ya itu benar..Sampah ini benar-benar mencari masalah..!!," ujar beberapa orang murid.
Lelaki paruh baya yang dalam tekanan aura membunuh jeki..Merasakan akan terjadi hal yang berbahaya..Dikarnakan anak lelaki yang mengeluarkan tekanan ke padanya seperti akan menyerang murid lainya..
"Hei...Diamlah para bocah....!!!," Ujar lelaki paruh baya itu meneriaki para murid yang lain.
"Jika kau hanya bertanya apa jawaban untuk yang salah itu..Jawabanya adalah..X\=N-3,dan yang kedua jawabanya 3N\=-8Y...Untuk rangkaian cara mencari jawaban ini..Lakukan sendiri..Dan buktikan siapa yang salah..!!," ujar jeki menatap tajam lelaki paruh baya itu.
Kemudian tekanan aura membunuh yang menekan lelaki paruh baya itu..Menghilang..
"Ha??akhirnya tekanan ini telah menghilang..!!Tapi siapa sebenarnya bocah ini??tekanan tadi..Bahkan ia bisa membunuhku jika ia mau..Aku harus berhenti memprovokasi monster kecil ini..!!," gumam lelaki paruh baya itu.
Setelah tekanan telah di hilangkan jeki..Lelaki paruh baya itu melirik ke arah papan tulis...
"Ehemz...Baiklah..!!!," ujar lelaki paruh baya itu.
__ADS_1
LANJUT CHAPTER 2....!!!