
"harga caffe ini berapa?"tanya Riko tanpa basa basi
"sekitar 20 juta saja pak untuk tempat ini memang strategis karena lumayan dekat dengan kantor, kampus dan sekolah menengah ke atas dan untuk kariayan bapak sendiri yg mencari nya karena mereka akan saya pecat semua karena sudah berbeda pemilik nya"ucap seorang laki laki yg ternyata bernama Robin dia adlah pemilik dari caffe tersebut
hal tersebut membuat Riko syok dia pun berkata lepada Robin
"jangan pak jangan pecat mereka!"ucap Riko dengan tegas
"loh mengapa memeang nya pak?"tanya Robin
"jangan pecat mereka pak biarkan mereka bekerja karena kita belum tahu siapa tahu nanti salah satu dari mereka adalah tulang punggung keluarga"ucap Riko membuat Robin tertegun dan
keputusan Riko pun sudah bulat untuk membeli caffe tersebut dan mulai mengelola nya lagi
...****************...
hingga saat ini Riko pun seskali untuk datang ke caffe nya yg saat ini sudah memiliki cabang yaitu 5 cabang dengan masing masing mendapat omset perminggu hingga 5 juta keatas hingga saat ini dia menjadi laki laki yg sukses sbenarnya bukan karena tekun saja dia pun tak segan segan untuk turun tangan serta
dan untuk Dio sebenar nya dia berterimakasih sekali kepada Dio karena membantu nya tanpa mengeluh
saat ini ternyata sudah pukul 7 malam
"setelah semua sudah di data aku ingin pergi ke caffe cabang lain" ucap Riko
setelah dari caffe dia pun keluar biasany dia menggunakan mobil namun dia sedang malas membawa mobil
dua pub langsung mulai perjalanan nya pada saat di perjalanan dia melihat seorang gadis yg sedang menangis dia pun iba terhadap gadis itu dia pun langsung menghampiri gadis itu
"kau kenapa ?"tanya Riko membuat gadis cantik itu ketakutan
"jangan takut aku tidak akan melukaimu "ucap Riko
"yasudah kalau kau merasa ketakutan ikut aku yo aku akan mengajak mu ke tempat bekerja ku aku tidak akan macam macam jika kau merasa aku akan melukai mu kau boleh memukul ku hingga kau puas"ucap Riko menenangkan gadis itu lalu gadis itu mengajak gadis itu untuk ikut dengan nya ke caffe cabang yg berbeda
__ADS_1
Bebrapa saat setelah nya
"ayo masuk"ucap Riko kepada gadis itu namun gadis itu hanya diam saja
"ayoo aku hantar kan kau masuk kita bicara di ruangan ku"ucap Riko dengan tegas
"mengapa kau tadi menangis di jalanan seperti itu?"tanya Riko
"aku di usir oleh bibi ku"ucap gadis tersebut
"nama mu siapa?"tanya Riko dengan lembut
"nama ku Melani Putri"ucap gadis itu lalu Riko pun berkata
"nama yg indah apakah kau ingin bekerja di caffe ku ini?"tanya Riki membuat mata gadis tersebut berbinar
"apakah boleh?"tanya Melani
"boleh kok siapa yg melarang selagi aku yg meminta mu pasti aku bolehkan tidak ada yg mau mengelaknya untuk bekerja di caffe kecil ku ini"ucap Riko yg merendahkan diri nya
"silahkan kau memberikan kartu nama mu?"tanya Riko
"hanya ini yg ku punya kak"ucap Melani lalu Riko pun melihat kartu nama itu hanya menganggukan kepala nya lalu berkata
"kau boleh bekerja di sini mulai besok yah"ucap Riko
Setelah beberapa saat wajah Melani pun kembali termenung
"dimnakah aku akan tinggal?"lirih Melani kepada diri nya sendiri
"kau boleh tinggaldi caffe ini caffe ini memiliki 5 ruang tidur salah satu hya adalah ini dan ini adalah milikku kalau kau mau kau bisa di kamar sebelahku "ucap Riko dengan lembut
lalu mata Melano pun berbinar lagi
__ADS_1
"alhamdulilah makasih yah kk "ucap Melani dengan wajah berbinar
"disana ada beberapa pakaian yg bisa kamu gunakan untuk sementara waktu jadi gunakan lah karena memang sudah di persiapkan olehku jika suatu saat nanti ada orang yg mau menggunakan kamar itu"ucap Riko
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
__ADS_1
hai hai semua tetap jaga diri kalian yah jangn biarkan penyakit menyerang kalian apalagi smpe memiliki oenyakit kanker semoga saja tidak karena pembaca setia Tasya akan selalu di ingat kan oleh Tasya untuk menjaga kesehatan pembaca nya dalam hal apapun
Tetap semangat jalani hidup ini ^_^