Kisah Kita Bersama (Gfriend)

Kisah Kita Bersama (Gfriend)
Episode 9 : Cupcake


__ADS_3

...~ HAPPY READING ~...











Selesai makan bersama, para kakak tertua yang bertugas mencuci piring bekas makan mereka. Sementara para tengah (Eunha dan Yuju) bertugas membersihkan meja. Dan SinB menemani Umji di kamar.


"Eonnie, bagaimana keadaan Umji?" tanya Yerin di sela kegiatannya.


"Tadi Umji udah membaik kok, dia juga menghabiskan buburnya dan sudah meminum obat." jawab Sowon.


"Syukurlah.."


DUGH!


DUGH!


GUBRAK!


"Yaampun! Suara apa itu?" tanya Yerin bingung.


"Biar aku cek" ucap Sowon lalu berjalan ke sumber suara.


Sowon berjalan ke sumber suara. Suaranya berasal dari kamar Eunha dan Yuju. Sowon sudah memanggil keduanya dari luar kamar. Tetapi tidak ada jawaban. Akhirnya Sowon perlahan memasuki kamar adik-adiknya itu.


"Eunha yya.."


"Yuju yya.."


"Hei tadi itu suara apa?" perlahan Sowon memasuki kamar Eunha dan Yuju.


Setelah membuka pintu kamar Eunha dan Yuju, Sowon malah memasang wajah datar.


"Kalian itu ngapain sih?"


"Hehehe, maaf eonnie.."


Yang terjadi saat ini adalah, Eunha dan Yuju memperebutkan cupcake. Jadi tadi saat memesan makanan, Eunha membisikan Yerin untuk memesan cupcake juga untuknya. Dan Yerin memesankannya.


Saat makanan mereka sampai, Eunha yang mengambilkannya. Dengan cepat Eunha berlari dan menyembunyikan cupcake miliknya ke kamarnya.


Setelah selesai makan, Eunha masuk ke kamarnya. Ia berniat ingin memakan cupcake nya. Saat sedang membuka bungkusnya, tiba-tiba ada seseorang yang masuk. Eunha menyembunyikan cupcake nya di balik badannya dan melihat siapa yang masuk.


Ternyata yang masuk adalah Yuju. Eunha dan Yuju bertatapan sejenak, lalu Eunha segera memutus kontak mata itu. Yuju yang bingung kemudian bertanya pada Eunha mengapa ia menyembunyikan kedua tangannya ke belakang. Eunha kebingungan mau jawab apa.


Sampai akhirnya Yuju menghampiri Eunha dan melihat ternyata Eunha sedang menyembunyikan cupcake lezat darinya. Awalnya Yuju ingin meminta sedikit, tetapi Eunha tidak memberikannya.


Sampai akhirnya mereka kejar-kejaran dengan cupcake yang di pegang bergantian karena mereka berebutan.

__ADS_1


Dan berakhirlah kejar-kejaran mereka karena Yuju tersandung kaki tempat tidur dan nyusruk ke lantai. Tetapi tetap cupcake ada di tangan Yuju dengan aman.


Eunha hanya berdiri tak bergerak seperti patung saat melihat Yuju nyusruk ditambah Sowon yang masuk ke kamar mereka dengan muka datar.


Yuju cengengesan dengan cupcake ditangannya. dan Eunha juga ikut menyengir menatap Sowon.


Sowon berkacak pinggang, "Itu kenapa kamu bisa di lantai sih Yuju?".


"Ayo sini berdiri." Sowon membantu Yuju berdiri. cupcake lezat masih aman di tangan Yuju.


"Untung saja cupcake nya aman~" ucap Yuju yang sudah berdiri dan menatap cupcake di tangannya.


"Lagian kalian ngapain sih tadi? Huh?" tanya Sowon sambil menatap Eunha dan Yuju bergantian.


"Cupcake itu punyaku. T-tadi aku mau makan cupcake nya, tapi Yuju merebutnya.." jawab Eunha memasang wajah sedih.


"Aku tidak merebutnya Eunha eonnie, aku hanya meminta sedikit" ujar Yuju.


"Tapi kan sudah aku bilang tidak boleh. Kenapa kau masih memaksa!"


"Karena cupcake ini terlihat lezat"


"T-tapi kan.."


"Sudahlah, ayo kita keluar."


"Dan nanti kalian bisa berbagi atau memesan saja lagi."


Belum selesai berbicara, Sowon lebih dulu memotong ucapan Eunha. Kalau tidak di potong, bisa-bisa tidak akan berhenti dan malah akan terus menerus berbicara dengan topik yang sama.


......................


"Eonnie..."


"Hm?"


"Apa yang kamu bicarakan, Umji yya?"


"SinB eonnie yang sudah menyelamatkan aku kan?"


"Iya, tapi kau tidak perlu meminta maaf."


"Baiklah. Terima kasih SinB eonnie.."


"Sama-sama. Aku akan melakukan apapun untuk adikku ini"


SinB mencubit pipi Umji gemas. Cubitan gemas SinB membuat Umji tertawa. SinB senang melihat adiknya bisa kembali.


Mereka berdua mengobrol sambil menikmati udara malam hari karena SinB membuka sedikit jendela tadi.


Saat sedang mengobrol mereka juga mendengar kegaduhan dari luar yang disebabkan karena Eunha dan Yuju yang berebut cupcake.


Mereka berdua penasaran dengan suara tersebut dan memutuskan untuk keluar kamar. Mereka berjalan menuju meja makan di dekat dapur.


Tapi mereka hanya melihat Yerin yang sedang mencuci piring. Tak lama kemudian Yerin sudah selesai mencuci piring dan saat berbalik badan ia terkejut karena sudah ada 2 adik termudanya yang duduk sambil memperhatikannya.


"Yerin eonnie.." panggil Umji.


"Ya? Ada apa Umji yya?" tanya Yerin yang sudah duduk juga.


"Tadi aku dan SinB eonnie mendengar suara berisik dari luar. Itu suara apa eonnie?" tanya Umji.


"Aku juga tidak tau, tadi Sowon eonnie yang memeriksanya." jawab Yerin.

__ADS_1


Tak lama kemudian datanglah 3 wanita cantik menghampiri mereka. Ya. Itu adalah Sowon, Eunha, dan Yuju dengan cupcake di tangannya.


SinB menatap ketiga kakaknya bergantian, kemudian pandangannya mengarah kepada Yuju dengan cupcake ditangannya.


"Kenapa kau membawa cupcake, Yuju eonnie?" tanya SinB bingung.


"Itu sebenarnya adalah cupcake punyaku, Tapi Yuju merebutnya dariku.." jawab Eunha sesekali melihat cupcake nya yang ada di tangan Yuju.


"Ck.. Ck.. Ck.. Tak baik merebut cupcake milik orang lain ya Yuju eonnie.." ujar SinB sambil menggelengkan kepalanya dan menggerakkan jari telunjuknya ke kanan ke kiri.


"Aku tidak merebutnya SinB yya.." ucap Yuju santai.


"Tapi kau merebutnya dariku Yuju!" ucap Eunha dengan penekanan di akhir kalimat.


"Aishh, sudah kubilang nanti kalian tinggal memesan cupcake lagi. Yang banyak saja sekalian." lerai Sowon.


Umji dan Yerin hanya terkekeh melihatnya. Sowon juga langsung saja duduk bersama, diikuti Eunha dan Yuju.


Pada akhirnya Eunha dan Yuju sudah tidak berebut cupcake lagi. Karena Sowon memesankan mereka berdua 20 cupcake, untuk masing-masing.


Apa tidak kebanyakan?


Tentu tidak. Mereka pasti sanggup menghabiskan 20 cupcake itu.


......................


Berkumpul sambil menonton televisi bersama, sangatlah menyenangkan. Bisa berkumpul bareng keluarga tercinta. Itulah yang dilakukan enam bersaudara saat ini.


Setelah selesai menonton televisi, mereka mematikan televisinya. Karena ini adalah waktunya mengobrol bersama.


"Eonnie.." panggil Umji yang tiduran di sofa dengan kepalanya berada di paha Sowon. Sowon mengusap rambut Umji lembut.


Karena televisi sudah dimatikan, dan suasana menjadi hening sehingga suara Umji terdengar jelas. Semua kakaknya pun menatap ke arahnya.


"Kenapa sayang?" tanya Sowon, ia menatap adiknya yang berada di pangkuannya.


"Besok kita pulang ya?" tanya Umji yang kini mengubah posisi tidurnya menjadi telentang dan langsung menatap kakak tertuanya itu.


"Iya" jawab Sowon dengan senyum manisnya.


"Yeayyyy" Umji mengangkat kedua tangannya dan menaik turun kan tangannya itu, ia senang.


"Oh iya, Umji yya.." panggil Yerin.


"Ya?" Umji kini telah menatap Yerin. Karena Yerin duduk di sebelah kanan Sowon, jadi Umji harus sedikit mendengakkan kepalanya.


Dan ketika Umji mendengakkan kepalanya seperti itu, terlihat sangat menggemaskan dimata para kakak. Langsung saja Yerin mencubit gemas pipi Umji. Umji tertawa geli karena Yerin mencubit pipinya terlalu gemas dan menggelitik lehernya.


"Hihi, hentikan Yerin eonnie.."


"Iya iya" Yerin pun berhenti mencubit pipi dan menggelitik leher adik bungsunya itu.


"Ada apa Yerin eonnie?" tanya Umji.


"Besok kan kita pulang..."


"Terus?"


"Besok juga di rumah akan ada-"


Ucapan Yerin terhenti saat Sowon memegang tangannya. Dan memberikan ekspresi seperti mengatakan 'Jangan sekarang'. Sehingga Yerin segera menghentikan ucapannya itu.


"Akan ada apa?"

__ADS_1


...----------------...


...~ To Be Continued ~...


__ADS_2