Kisah Kotor Mereka

Kisah Kotor Mereka
"Hai"


__ADS_3

Dua belas tahun yang lalu, kita mengucapkannya. Mengucapkan janji untuk selalu bersama dalam suka maupun duka. Itu adalah salah satu janji dari berbagai janji yang kita ucapkan lima tahun setelah pertemuan di taman. Aku masih ingat, saat itu aku melihat seorang gadis yang tengah menangisi seorang laki-laki yang cengeng dan lemah. Dan tentu itu adalah kau dan Dika. ingat saat aku mengatakan kalian sangat lemah. Bohong . nyatanya aku hanyalah seseorang yang lemah fisik dan begitu rapuh dari kalian.


Maaf, tapi ingatanku tentang pertemuan itu hanya sampai di sini saja. Mungkin di lain waktu, aku harap kita bisa duduk di sebuah kafetaria dan berbincang-bincang tentang saat itu.Maaf, aku begitu tidak tahu malu. Tetap saja, aku…aku hanya ingin … itu tidak mungkin, yah?


Jujur saja, saat ini aku masih sangat ingin bertemu denganmu, tertawa, dan bermain bersamamu. Dan tentu, aku juga sangat ingin bertemu dengan Dika.---Maaf, hanya itu yang bisa aku lakukan. Mungkin ini hanya egoku saja, tapi aku tidak ingin tenggelam lebih lama lagi. Ini hanya terlalu sulit bagiku. Di ruangan ini, aku hanya bisa mengingat betapa indah dan luar biasanya hari-hari itu.

__ADS_1


Kemarin, aku bermimpi bertemu dengan Dika. semua Nampak begitu nyata dengan air mata yang membasahi pipiku. Aku tahu ini hanya seperti bualan belaka, tapi itu adalah saat-saat yang membahagiakan. Kau tahu? Dia menulisku menulis ini. Mungkin dia tahu, aku akan meninggalkanmu dan pergi dengannya selamanya.


tapi aku… aku juga takut melihat bagaimana ia dengan tatapannya itu menatapku. Ia tersenyum dan tertawa tanpa beban. Dan itu membuatku semakin jatuh ke dalam mimpi yang membawaku tenggelam lebih dalam lagi. Aku benar-benar ingin bebas dari semua ini.


Maya, izinkan aku menceritakan semuanya dengan versiku sendiri dan dengan apa yang aku ketahui. Ini pasti membutuhkan waktu yang lama, tapi semoga saja ini bisa sampai padamu dengan akhir utuh dariku. Kuharap dengan ini, kau lebih bisa memahamiku dari sebelumnya.

__ADS_1


Biarkan kumulai ini dengan cerita saat hari pertama kita masuk di SMP. Kau ingat? Saat itu aku membawa kameraku, kita bertiga berjalan di lapangan dengan tawa yang begitu polos sambil merekam diri kita seakan membuat vlog untuk kita upload di yc. Alih-alih hal itu, kameraku justru di ambiil oleh Pak Yanto dan membawanya ke ruang guru dengan kita yang mengikutinya dari belakang. Itu adalah kesan pertama yang tidak terlalu buruk. Kudengar siswa tahun sebelumnya dipanggil karena melepaskan wig kepala sekolah. Haha, itu mengingatkanku pada salah satu scene anime yang membuat kita tertawa di larut malam di ruang tamu, hingga di tegur oleh ibuku.


...----------------...


Terima Kasih atas Kunjungan Anda. Kedepannya, mohon bantuannya. Dan mohon maaf bila ada salah kata. Dan jangan lupa untuk votenya 🤗😘😘

__ADS_1


__ADS_2