
...Keberangkatan...
"Aidah......"teriak ayah aidah sambil berlari memeluk putri kecilnya "Aidah.... maafkan ayah ya nak"kata ayah "Iya yah aidah tidak apa² kok, aidah baik² saja"jawab polos aidah "Bu, mas, maaf aidah tetap saya bawa, saya & dek Rif tidak mau membebani keluarga, apa lagi adik² dek Rif masih sekolah & kuliah, kalau aidah disini akan menjadi beban ibu"kata ayah kepada keluarga Yazit yang saat itu sedang berkumpul. "Kenapa tidak izin dulu sama ibu Nak, kenapa..... ibu kecewa...."nenek yazit menangis & berlari masuk kekamar "kamu ini dek adi kenapa memutuskan pindah tanpa memberi tau kami semua, kami keluarga dari istrimu & kami saya dengan anak² mu terutama aidah, apa kamu tega..... apalagi istrimu saat ini hamil 6 bulan kalau ada apa² dijalan bagaimana?"tanya pakpuh ilham "Insyaallah akan baik² saja mas"jawab ayah aidah "Mas kami mohon diri & doakan semoga kami kerasan & baik² saja di tempat yang baru, kami permisi mas Assalammualaikum"jawab ayah aidah.
Dan aidah dan ayah pulang kerumah untuk menyiapkan keberangkatan esok hari.
Pagi pun menjelang..... semua sarang sudah disiapkan & tampak ayah aidah sibuk mengangkut barang² ketempat pemberangkatan.
__ADS_1
"Aidah.... sudah siap.... ayo kita berangkat & gandeng dek izza"kata ibu kepada Aidah. "Olahhh ternyata tetap nekat berangkat tok Nak Rif"tiba² nenek sarag datang & menangis tersedu². "kamu tega sama ibu nak, kamu satu²nya menantu perempuanku sekarang kamu mau meninggalkan ibu mu ini.."tangis dari nenek sarah. Suasana pun haru biru & aidah sikecil ini pun ikut larut dalam keadaan ini Dan dia pun menangis "Nenek.... nenek... nenek jangan menangis, nanti kalau aidah besar aidah akan datang & merawat nenek"kata aidah pada nenek sarah "cucuku sayang.... jangan pergi jangan ikut yaaa sama nenek saja"pinta nenek sarah. "Ini kesalahan kalian berdua karena iri dengan abang kalian & sekarang dia memutuskan pergi"kata nenek sarah pada 2 orang wanita yang berdiri dibelakangnya
Waktu keberangkatan pun tiba, nenek sarah & ke2 putrinya mengantarkan ayah aidah & keluarganya ketempat pemberangkatan, Dan waktunya berpamitan pun tiba "Bu... saya & keluarga pamit & kami minta maaf jika selama ini menyusahkan & membebani Insyaallah nanti kalau sudah sampai akan saya kabari"kata ayah aidah pada nenek sarah. "Ya Allah kamu tetap memutuskan pergi meninggalkan ibu, tapi kalau ini jadi keputusanmu semoga ditempat yang baru kamu akan berhasil, itu doa ibu"kata nenek sarah "aidah....."lanjut nenek sarah sambil menangis & memeluk cucunya itu"Baik² disana & jaga adik²mu & jadi anak yang patuh pada orang tua ya"kata nenek sarah pada aidah "Iya nek, doakan aidah ya nek"jawab aidah & nenek sarah hanya bisa menganguk & menangis saja. "Saya pamit bu"kata ibu aidah "baik² kamu disana jaga kandunganmu & anak²mu, kalau ada apa² cepat kirim kabar"jawab nenek aidah
"aku pamit dek rin titip ibu"kata ayah & ibu aidah "iya"jawab singkat tante rin yang terlihat biasa saja & cuek.
Nenek sarah melepaskan dua orang anaknya ayah aidah & adiknya, hanya saja adiknya sudah menetap ditempat yang akan dituju.
__ADS_1
*Paman lukman adalah suami dari adik ayah aidah yang bernama tante Rukmini
Akhirnya semuanya masuk dalam mobil & siap untuk berangkat. Diperjalanan ayah aidah menguatkan aidah yang masih enggan tuk pergi karena selama ini aidah cukup disayang oleh keluarga yazid & sa'id terutama nenek sarah.
.......
Bersambung
__ADS_1