
...Ayah pulang...
"Benarkah Bu... Ayah pulang nanti malam?"tanya Aidah pada ibunya
"Iya sayang nanti malam ayah pulang"jawab ibu
"Horeeee.... horeee ayah pulang dek izza"teriak aidah yang sudah melupakan kesedihannya karena dihina oleb wanita itu.
"Alhamdulillah akhirnya dia bisa melupakan omongan orang itu... siapa sih wanita itu kok berani-beraninya bilang sejahat itu pada anak kecil"gumam ibu aidah yang penasaran dengan wanita yang menghina putrinya itu.
__ADS_1
"aidah.... sudah mainnya sayang sudah sore ayo cepat mandi dan sholat ashar... ayo cepat nak"pinta ibu pada aidah yang sedang bermain dengan adiknya.
"Baik Bu... aidah mandi sekarang...."jawab aidah "Dek Izza kakak mandi dulu yaa... dek izza sama ibu gih"pinta aidah pada adiknya "Baik kak"jawab izza
Izza saat itu masih berusia 5 tahun karena memang beda 2 tahun dengan aidah. Izza dari kecil memang pendiam tidak terlalu banyak bicara tapi sebenarnya Izza memiliku karakter yang cukup keras dan terkadang kata² juga menyakitkan.
Malam pun tiba dan setelah sholat magrib ibu, aidah dan izza sedang menanti kedatangan ayah adi sambil bersenda gurau "Aidah... nanti aidah mau adik laki² atau perempuan"tanya ibu pada aidah "hemmmm🤔🤔🤔"gumam aidah "Izza gak mau adik lagi nanti gak ada yang saya Izza lagi... adiknya jangan keluar"sela izza tiba² memecah suasana "Izza gak boleh seperti itu sayang... ini kan adik Izza juga dan harus keluar untuk disayang... semuanya akan tetap saya izza kok"tutur ibu pada izza "hemmm ya sudah adiknya perempuan aja jangan laki² nanti dia akan mukuli izza"jawab izza dengan sedikit kesal
"mau beli apa pak"tanya aidah "aihhh cantiknya... mau jadi pacar akang gak"ganggu pria itu pada aidah "maaf bapak mau beli apa..."tanya aidah lagi... "mau beli kecap manis"jawab laki² itu sambil memperhatikan langkah aidah mengambil kecep. Dan pandangan itu membuat aidah risih "Ini pak kecapnya harganya Rp. 2000"jawab aidah... "ini uangnya... gadis kecil kamu jangan sombong yaaa nanti gak ada yang mau sama kamu lo"kata laki² itu sambil menyerahkan uang pada aidah
__ADS_1
Aidah memang masih berusia 7 tahun tapi sudah terlihat seperti anak usia 10 tahun karena tubuhnya tinggi dan sedikit gemuk serta berkulit kuning langsab bersih ditambah mata yang besar & berambut pirang yang lurus. Berbeda dengan izza walau rambutnya hampir sama tapi izza berbadan kecil dan berkulit putih.
"Ibu... aidah gak mau ngambili barang lagi kalau orang itu beli kesini lagi aidah takut"kata aidah pada ibunya "kenapa sayang"jawab ibunya "masak dia bilang aidah disuruh jadi pacaranya... memang pacar itu apa bu... kan pacar itu yang dihaluskan ditempel dikuku kan Bu... aidah gak mau"kata aidah "hahahahahahaha.... aidah... aidah... kamu memang anak yang cantik & lucu lihat saja nanti kalau besar banyak laki² suka sama kamu seperti ibu dulu... kamu akan jadi idola... hahahahah"tawa ibu aidah...
"Assalammualaikum... bu... aidah... izzah ayah pulang"sebuah panggilan yang memecahkan suasana malam "waalaikum salam..."jawab ibu "hore ayah pulang... ayah pulang ayah pulang"teriak aidah dan izzah tersenyum gembira menyambut ayah masuk rumah.
"Alhamdulillah ayah sudah sampai... bagaimana kabar Dik muji yah dan bagaimana sambutannya"tanya ibu pada ayah adi "Semua baik baik dek Rif... kamu sehat & yang dikandunganmu juga bagaimana?"tanya ayah adi "Alhandulillah sehat semuanya kemarin saya sudah periksa kedokter katanya sehat semuanya"jawab ibu aidah "Alhamdulillah... kalian berdua baik² saja kan"tanya ayah pada aidah & izza "Baik ayah... tapi aidah diejek sama ibu² disamping itu Yah... katanya aidah sudah besar main sama anak kecil & dibilang aidah jelek"jawab aidah.
Ternyata aidah belum bisa melupakan semua kejadian yang terjadi padanya.....
__ADS_1
bersambung.....