Kontrak Pernikahan Si Kupu-kupu Malam

Kontrak Pernikahan Si Kupu-kupu Malam
Part 22


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂


"Waalaikum salam--," sahut Aga sambil menoleh begitu pun dengan Deeva. mereka tak salah karna jelas Aga di sebut setelah mengucapkan salam yang ternyata dari...


"Nuriah, kamu disini?"


"Iya, Mas. Kebetulan sekali bertemu," jawabnya dengan senyum kecil di ujung bibir.


Aga tak sama sekali mengulurkan tangannya, tak hanya dengan Nuriah tapi dengan semua wanita meski dengan gadis itu ia cukup kenal baik bahkan sangat baik.


Nuriah yang menangkup ka kedua tangannya di depan dada hanya di balas senyuman, sedangkan dengan Deeva ia menyalami seperti biasa layaknya se muhrim.


"Dengan mas Agam?" tanya Aga setelah dua wanita itu mengurai pelukan.


"Sendiri, Mas. Dari depan sama aku sudah liat Mas Aga, tapi karna penasaran benar atau tidak, aku mengikuti sampai sini, maaf," ucapnya yang langsung menunduk.


"Tak apa, kamu buru buru? kita makan sama-sama gimana?" tawar Aga sambil menoleh ke arah istrinya yang menggangguk setuju.


"Aku nanti menganggu, lain kali saja, Mas," tolak Nuriah tak enak hati karna ada wanita lain di antara mereka.

__ADS_1


"Tak apa, kami juga sudah lapar. Ayo-," timpal Deeva yang tak mempermasalahkan hal tersebut.


Aga yang senang dengan sikap terbuka istrinya langsung merangkul Deeva, tak lupa ia juga mencium pucuk kepala istrinya tersebut sebagai tanda Terima kasih atas pengertian yang di berikan.


"Hem, baiklah."


Hanya butuh 15 menit Deeva dan Aga melakukan transaksi pembayaran setelah wanita itu menjatuhkan pilihan pada ponsel keluaran terbaru yang jangan tanya berapa harganya.


Ketiganya pun keluar dari toko tersebut secara bersama, lain seperti saat datang Deeva dan Aga hanya bergandengan tangan biasa, tentu itu tak lebih agar Nuriah yang masih lajang nyaman dan tak risih dengan kemesraan sepasang pengantin baru tersebut.


.


.


.


"Ada yang beberapa kebutuhan kuliahku yang hanya ada disini, Mas. Sore juga aku pulang," jawabnya yang ternyata dari kemarin pagi di ibu kota.


"Oh, Mas Agam gak ada cerita apa pun padaku, kamu tinggal dimana?" tanya Aga lagi yang tak sadar jika istrinya sedari tadi hanya menjadi pendengar saja.

__ADS_1


"Hem, di hotel."


Mendengar itu, Aga sedikit kecewa karna biasanya Nuriah dan keluarganya akan menginap di kediaman Pradipta. Tapi kali ini, gadis itu justru memilih hotel untuk ia istirahat sampai urusannya selesai. Sedangkan Nuriah yang peka dengan perubahan tatapan Aga langsung menjelaskan, jangan sampai pria di depannya saat ini salah paham dengan keputusannya dan juga keluarga.


"Kami hanya tak ingin mengganggu, Mas. Toh, hanya dua hari satu malam saja," ucap Nuriah.


"Baiklah, tapi lain kali jangan begini ya, rumah kami pu terbuka lebar untukmu dan keluargamu," tegas Aga yang di balas anggukan kepala oleh Nuriah.


Deeva yang sedari tadi diam seribu bahasa masih bersikap biasa, padahal dalam hatinya sedang berkecamuk rasa yang sulit ia ungkapkan. Dan sialnya sang suami tak peka dengan hal tersebut, ia fokus pada gadis lain padahal di sampingnya ada yang jelas jelas sudah halal.


"Ga--," bisik Deeva pelan, dan itu hanya suaminya yang dengar.


"Apa?" tanya pria tampan tersebut dengan tampang santai luar biasa.


.


.


.

__ADS_1


Kabarnya, jika belalang main Api, taman tupu tupu akan di tutup secara PERMANEN..


__ADS_2