
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kami pulang duluan ya, Kamu gak apa apa kan?"
Jangan di pikir si BayIbun tak paham dengan ancaman sang istri, sekali wanita itu mengatakan Tupu Tupu sudah tentu si Belalang akan berkedut kedut mencari sinyalnya.
"Oh, iya, Mas Aga. Gak apa-apa, Nuriah juga mau pulang kok'," jawab gadis itu yang nampak kaget sebab tak ada angin tak ada badai Pria tampan di depannya langsung panik padahal mereka masih mengobrol biasa.
"Baiklah, kami dulua. Salam untuk Abi, Umi dan Mas Agam ya," pesan Aga.
"InshaAllah, Mas."
Aga bangun dari duduknya bersama dengan Deeva, hanya wanita itu saja yang bersalaman karna dengan Aga itu tentu sangat mustahil.
Deeva yang tak tahan ingin tertawa dengan kepanikan suaminya hanya bisa menggit bibir bawahnya, ia usel usel manja di lengan Aga saat keluar dari Mall menuju parkiran mobil.
Brak..
"Puas Tupu tupu, hem?" kata Aga yang langsung menarik tengkuk istri saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Berani?" tantang Deeva yang justru di mata si belalang itu sangat menggemaskan.
__ADS_1
Satu... Dua... Tiga...
Ciuman yang tak hanya saling ******* itu pun terus kian menuntut, pertukaran saliva, dan gigitan gigitan kecil terus pasangan itu lakukan tanpa ada yang mau mengalah satu sama lain. Aga yang gemas sedangkan Deeva yang terus menggoda dengan ancaman yang menyebalkan.
"Jangan pernah bicara seperti itu lagi!" mohon Aga yang melempas pagutan bibirnya sesaat.
Namun, belum juga Deeva menjawab, Aga kembali mencium lagi. Tak hanya itu, dada yang menantang pun turut menjadi sasaran tangan Aga yang semakin aktif dalam menjelajah.
"Aaargh--," leNguHan Deeva justru semakin membuat Aga bersemangat merEmaaSs.
"Jangan, Ga!" Deeva langsung menepis tangan suaminya yang mau menurun kan resleting belakang dress nya.
Aga yang merasa di tolak padahal sedang enak enaknya pun menatap lekat istrinya.
Aga yang paham akhirnya mengalah, ia menghentikan cumbuannya lalu menyalakan mesin mobil. Tujuannya kali ini tentu bukan ke Kediaman Pradipta melainkan, HOTEL.
.
.
Braaak...
__ADS_1
Penginapan mewah yang terletak di lantai paling atas bangunan tinggi bak pencakar langit itu kini di isi oleh Aga dan Deeva saja. Jangan tanya Hotel itu milik siapa karna yang pasti pemiliknya kini sedang membuka kaos yang ia kenakan.
"Ga--," panggil Deeva mulai panik.
Aga hanya tersenyum kecil, ia terus mendekat berjalan maju hingga membuat istrinya mundur.
"Aga, tunggu dulu." cegah Deeva saat tubuh di balikkan hingga membelakangi sang suami.
Srek..
Bukan lagi di turunkan, tapi resleting itu rusak karna Aga melepas nya cukup lumayan kasar. Dada Deeva mulai berdebar hebat dengan jantung ribuan kali lipat berdetak tak karuan.
Perlahan, gaun itu di turunkan hingga jatuh ke lantai. Bahu seputih susu itu pun menjadi landasan bibir si bayi untuk mengawali cumbuan mereka. Tangan yang kembali meRemAas kedua bongkahan daging kenyal pun membuat pemilik tubuh sempurna itu medeSaAah.
Cukup, Aga yang tak kuat lagi dengan suara seksi istrinya mulai merebahkan Deeva di sisi ranjang, ia yang sudah setengah telanJaan9 pun langsung di tarik kain tipisnya di bagian paling sensitif.
Dengan senyum seringai penuh gejolak NapSUu, Aga menekuk kedua paha Deeva setelah ia ia buka cukup lebar.
.
.
__ADS_1
.
Rasakan... Tupu tupu tak akan di tabrak Belalang meski sudah banjir bandang.