
Ken terkejut melihat tempat latihannya yang ternyata.
"kek, tempat ini?....".Ujar Ken.
"Kenapa kamu takut nak, ini adalah tebing kematian tempat latihan mu".Ujar kakek.
Mengingat cerita ibunya, tempat ini merupakan tempat para nenek moyang penduduk Burnis melakukan ritual bunuh diri.
"Kenapa harus disini kek?kan bisa kita latihan di rumah kakek!..".kata Ken yang takut akan tempat yang mengerikan itu.
"Hahaha...ini kan rumah kakek".Ucap kakek tertawa.
"Apa.....ini rumah kakek kakek pasti bercanda kan?.".tanya Ken serius.
"Aduh..aduh..coba lihat belakangmu".Ucap kakek.
Ken pun melihat ke belakang.
"Apa itu kek!!!..".Ucap Ken terkejut.
"Itu adalah ujian terakhir latihan mu jika kamu tidak bisa keluar dari sana maka kamu gagal".Ucap kakek serius.
"Tapi, kakek pernah masuk ke sana?".tanya Ken.
"Iya nak, saat kakek keluar dari sana ternyata sudah 3 tahun berlalu.yang artinya kakek baru keluar setelah 3 tahun di dunia itu".Jawab kakek.
"Kenapa bisa gitu kek?".tanya Ken.
"Kakek tidak bisa menjelaskan nya. bila kamu ingin mengetahuinya kamu harus berlatih terlebih dahulu".Jawab kakek.
"Baik kek, aku akan berlatih dengan kakek sebagai guruku!".Ujar Ken.
"Hahaha...baiklah nak mari kita mulai latihan hari ini...".Ucap kakek.
"latihan pertama mu adalah mengambil sebuah pedang yang ada di puncak gunung itu".Ucap kakek.
Ken melihat ke gunung tersebut dan berfikir.
"Ah gampang cuma daki gunung ambil deh".pikir Ken.
__ADS_1
"hehehe...Anak bodoh, padahal banyak perangkap disana".Ucap kakek dalam hati.
"Baiklah nak sekarang kamu bisa mulai dan kakek akan tunggu disini".Ucap kakek.
"Baik kek".ujar Ken.
Ken pun mulai menuju gunung tersebut. dalam perjalanannya Ken terhenti.
"Heh...Aku baru tau ada sungai disini".Ujar Ken.
Namun tanpa pikir panjang Ken langsung melompat ke sungai tersebut.
"Kalo sungai sih gampang..cburrrrr.. dingin juga airnya heh..baiklah aku mulai".ujar Ken.
Namun, saat Ken berenang dia terkejut dan berhenti.
"Apa...padahal sebelum melompat aku melihat tepi sungai tapi sekarang kok hilang sih".Tanya Ken dalam hati.
Namun ken tetap berenang dan terus berenang tapi dia tidak menemukan tepi sungai itu.
"Apa apaan ini, dua tahun aku berenang pun aku tidak bisa menemukan tepi sungai ini. hmmm...sebaiknya aku kembali saja".ujar Ken.
"Aneh.. kok di belakangku ada tepi sungai apa mungkin ini tempat aku mulai melompat?".Ujar Ken yang merasa kebingungan.
Tanpa pikir panjang Ken pun berenang ke tepi dan saat dia duduk di atas tepi itu dia terkejut.
"Apa... ini kan bukan tempat aku melompat tadi".Ujar Ken.
Saat itu Ken sangat kebingungan dan tak lama kemudian tiba-tiba kakek pun datang.
"Ternyata kamu berhasil nak".Ujar kakek tersenyum.
"Tapi kek, aku merasa ada yang aneh di sungai ini. memang nya sungai apa ini kek?".Tanya Ken kebingungan.
"Ini adalah sungai teleportasi jika kamu melompat menghadap sungai kamu tidak akan pernah kembali dan jika kamu melompat membelakangi sungai ini maka kamu kamu bisa menuju tepi sungai ini dengan selamat".Ucap kakek.
Ken terdiam dan mengingat saat di melompat pertama kali.
"Hmm...Benar juga sih tadi aku tak sengaja melompat membelakangi sungai ".Ujar Ken dalam hati.
__ADS_1
"Hahaha...kamu sudah berhasil menuju tepi sungai ini tapi kamu baru bisa kembali setelah mendapatkan pedang di atas gunung itu". Ujar kakek.
"Maksudnya kembali kek?".Kebingungan.
"Gini nak, kamu bisa kembali ke tebing kematian setelah kamu mengambil pedang di atas gunung itu".Ucap kakek.
"Apa... gimana ni kek orang tuaku menghawatirkan ku nanti".Ujar Ken risau.
"jangan pikirkan itu, kakek sudah menjelaskannya kepada ibumu yang juga keturunan ataka dan dia tidak keberatan".Ujar kakek.
"Tapi kek?".Tanya Ken.
"Tenang saja kamu pasti dengan cepat bisa mengambil pedang itu".Ujar kakek.
Setelah mendengarkan penjelasan kakek mengenai sungai teleportasi. mereka pun beristirahat sejenak.
"kek, kenapa harus pedang itu yang ku ambil kan masih banyak pedang lain?".Tanya Ken.
"Pedang itu adalah pedang milik keturunan ataka nak dan kamu dari keturunannya berhak untuk mengambilnya".jawab kakek.
"Hmm...tapi kek sebelum aku apa ada yang pernah mengambil pedang itu sebelumnya?".Tanya Ken.
"Ibumu...".Jawab kakek.
"Apa... ibuku?".tanya Ken.
"Iya nak ibumu, dia berniat menyimpan pedang keturunan keluarga nya itu supaya dia bisa mewariskannya kepada anaknya".Jawab kakek.
"Tapi kek apa ibu berhasil?".Tanya Ken.
"Dia menyerah dan memutuskan untuk berhenti dan berkata".(Guru, aku menyerah dan aku minta tolong, saat aku mempunyai seorang anak. aku mengizinkan guru untuk melatihnya)..."Begitulah kata ibumu".Jawab kakek.
"Berarti aku sebagai anaknya yang meneruskannya?".Tanya Ken.
"Tepat sekali...".Jawab kakek.
Tak lama kemudian, kakek pergi dan menyuruh Ken untuk melanjutkan latihannya.
Ken pun pergi...
__ADS_1
Apa yang akan terjadi selanjutnya.....