
Andi adalah sosok idaman bagi para wanita seumurannya. Ia terkenal pandai, berwibawa dan rupawan. Andi sendiri adalah putra dari Dosen ternama di kotanya, tak heran jika ia juga memiliki brbagai prestasi selama menempuh pendidikan sejak SD sampai SMA saat ini.
Banyak orang yang menjulukinya pangeran es, dia berkomunikasi kalau ada perlunya saja. Selain itu dia akan diam sibuk dengan kegiatannya. Namun yang bikin heran ia tidak begitu pada satu gadis, yaitu Hana. Sejak Hana masuk SMP yang sama dengan Andi, Andi kerap memberi perlakuan yang berbeda. Andi lebih ramah pada Hana, ia mendadak menjadi laki-laki yang care dan komunikatif. Namun hal tersebut tidak disadari Hana. Hana selalu menganggap Andi adalah laki-laki yang ramah, padahal tidak, dan itu berlanjut sampai sekarang.
Ketika perjalanan ke Korea pun Andi menyempatkan membeli barang-barang yang disukai Hana. Ia tak takut untuk merogoh uang jutaan demi membeli barang kesukaan Hana, yang diharapkan Andi yang penting Hana senang. Nah sebab itulah hari wisuda ini ia menunggu Hana selesai acara dan memberikan hadiahnya.
Melihat Hana yang sudah keluar ia pun bergegas menghampirinya, namun ini tidak sesuai dengan ekspektasinya. Setelah menerima hadiah, Hana seakan merasa tidak nyaman dan terburu-buru menyusul orangtuanya yang ada di mobil sehingga pertemuan yang Andi harapkan sejak lama hanya berlangsung seperkian menit.
__ADS_1
Andi sudah tahu sejak lama bahwa Hana belum memiliki perasaan yang sama terhadapnya atau bahkan tidak sama sekali, akan tetapi Andi pantang menyerah ia akan berusaha memperjuangkan perasaannya sampai Hana menerimanya suatu saat nanti.
....
Setelah memberikan hadiah pada Hana, ia menuju parkiran. Disana sudah ada temannya yang menunggu di dalam mobil.
“Muka lu kok asem banget Di” ucap Riko teman Andi
__ADS_1
“Udah jalan pulang aja, gue lagi ga mood” jawab Andi
“Nggak sesuai ekspektasi ya” ucap Riko, namun tidak ditanggapi oleh Andi, ia lebih memilih diam sambil melihat ke jendela mobil, diluar mulai turun hujan, membuat perasaan Andi makin syahdu tak terelakkan.
Sedangkan di tempat lain, Hana yang duduk bersama Ibunya di mobil juga memperhatikan di luar jendela mobil yang mulai turun hujan. Suasana hiruk pikuk karena tiba-tiba hujan membuat jalan semakin ramai. Hana menyadari, bahwa Kak Andi yang selalu care padanya ternyata punya perasaan yang berbeda terhadapnya.
“Bodoh sekali Hana, kenapa baru kerasa sekarang” maki Hana dalam hati pada dirinya sendiri. Hana sendiri tidak memiliki perasaan yang khusus pada Andi, karena ia menganggap Andi sebagai kakak, hanya kakak laki-laki biasa tidak lebih.
__ADS_1
Setelah ini mungkin Hana akan lebih hati-hati lagi, karna ia tidak mau menyakiti perasaan Andi dan ia juga tidak mau memaksakan perasaannya untuk menyukai Andi. Memikirkan itu, tiba-tiba Hana malah teringat sosok laki-laki yang ia temui di Mall 2 bulan yang lalu yang tak lain adalh Gus Fahmi. Hana berangan-angan, kapan ia bisa bertemu dengan sosok tersebut. Ia berharap suatu hari bisa berkenalan dan berbicara dengannya. Siapa sangka harapan Hana di hari kelulusannya dan diiringi hujan yang syahdu akan membawanya bertemu dengan laki-laki tersebut. Walaupun awalnya mungkin Hana harus melalui hal yang tak disukainya. Namun kalian harus tahu, sesuatu yang terasa tak menyenangkan bagi kalian, kadang akan berbuah manis pada akhirnya.