Kpopers Vs Gus

Kpopers Vs Gus
Musyawarah


__ADS_3

Esoknya setelah kelulusan Hana


Pagi ini mereka sekeluarga sedang sarapan bersama di ruang makan. Ayah yang sudah selesai lebih dahulu berkata pada Hana


“Han, nanti kalau sudah selesai makan temani ayah di rung santai ya” ucap Ayah


“Iya Ayah” jawab Hana


Lalu Hana bertanya pada Ibunya


“Ayah kenapa Buk?” tanya Hana


“Nanti kamu juga tahu, bantu ibuk beres-beres dulu habis itu kita susul Ayah ke ruang santai” jawab Ibu Hana


Hana pun bergegas membantu Ibunya, ia membersihkan meja, mengelapnya lalu membawa piring yang kotor ke tempat cuci piring dan membersihkannya. Setelah itu Hana dan Ibunya ke ruang santai sambil membawa cemilan dan minuman.

__ADS_1


Melihat Hana Ayah menyuruhnya untuk duduk disamping Ayah


“Ada apa sih Yah? Kok kayaknya mau ngomong serius” tanya Hana


“Hana, ini permintaan Ayah dan Ibu, tolong Hana pertimbangkan” sejenak Ayah terdiam dan memandang Ibu sebelum melanjutkan ucapannya kembali


“Ayah dan Ibu meminta kamu untuk melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren yang sudah Ayah sama Ibu datangi kemarin, selama SMA saja selanjutnya untuk kuliah itu terserah kamu” ucap Ayah


Hana yang mendengar ucapan Ayahnya terdiam, ia berpikir sejenak. Setelah mengambil nafas ia pun menjawab


“Kamu adalah anak satu-satunya Ibu dan Ayah Hana, sudah saatnya kamu mendalami ilmu agama. Kamu tau sendiri kan, Ayah dan Ibu tidak pernah melarang kamu ketika kamu memili hobi menjadi seorang apa itu namanya?” jeda Ibu sesaat karna lupa dengan sebutannya.


“Kpopers maksud Ibu” ucap Hana kalem


“Iya, itu maksud Ibu” jawab Ibunya

__ADS_1


“Boleh nggak kalau Hana pikirin dulu? Nanti Hana bakal kasih jawaban ke Ayah sama Ibu” pinta Hana


“Iya gapapa, kamu pikir-pikir dulu. Nanti kalau udah mantab kasih tahu Ayah sama Ibu” ucap Ayah Hana menenangkan. Kemudian Hanapun beranjak menuju kamarnya. Ia duduk didepan meja belajarnya lalu membuka satu persatu koleksinya tentang BST. Setelah itu ia membuka leptopnya dan mendengarkan lagu-lagu BST. Selama mendengarkannya Hana merenung, kalau ia mondok ia harus meninggalkan barang-barang kesayangannya. Namun di satu sisi, ia ingin memenuhi keinginan orang tuanya. Hana tahu betul, baru kali ini Ayah dan Ibunya meminta hal yang serius ini. Bagi Hana tidak bijak kalau ia menolak permintaan Ayah dan Ibunya. Ayah dan Ibunya adalah sosok yang sangat menyayangi Hana dan selalu mendukung apapun yang ia lakukan.


Hana pun berpindah ke tempat tidurnya, sambil menatap langit-langit ia pun menetapkan hatinya


“Aku harus ngikutin permintaan Ayah sama Ibu, toh hanya tiga tahun. Setelah itu aku bebas lagi, lagian hobi aku akan tetap berjalan, tapi mungkin agak terbatasi dikit, tapi gapapalah yang penting tetap jadi Kpopers. Kalau dulu kpopers bebas sekarang jadi santri Kpopers” Hana tersenyum dengan pikirannya sendiri.


Memiliki hobi dan kebebasan adalah hal yang penting bagi Hana, tapi berbakti pada orang tua adalah hal yang lebih penting lagi.


“Nanti habis maghrib bilang ke Ayah Ibu, biar mereka ga kepikiran” ucap Hana


Setelah itu Hana lamat-lamat mulai tertidur, dan ia pun memimpikan Fahmi. Dalam mimpinya Gus Fahmi sedang duduk diatas kursi taman, lalu ia menoleh ke arah Hana sambil melambaikan tangan ke arah Hana sambil tersenyum. Belum sampai Hana mendekat, ia pun terbangun dari tidurnya


“Mimpi apa aku barusan?” ucap Hana

__ADS_1


__ADS_2