
Pagi yang cerah,menyadarkan hari harus di mulai tak peduli siap atau tidak siap,waktu akan berjalan sebagai mana mestinya...
memaksa kerelaan setiap insan menjalani takdir pencipta dalam macam macam drama kehidupan...
yang menuntut ilmu,yang mencari nafkah,bahkan yang tidak punya rencana sekalipun suka tidak suka akan menjalani waktu tanpa bisa di tawar atau di batalkan....
Ya itulah waktu,bahkan kita manusia hanyalah palakon yang menjalani sandiwara kehidupan yang di sutradarai Tuhan dalam bingkai dunia.
tempat menggantung kan asa dan cita cita,dengan harapan kita bisa melewati nya dengan baik waktu demi waktu,tahun ke tahun,bulan ke bulan,Minggu ke Minggu,hari ke hari,jam ke jam,menit detik nya tak luput dari pengaturan Tuhan yang Maha Esa.
Walaupun belum rela raga terpisah dengan orang terkasih,bi Siti dan mang Ujang akhirnya mungucap pamit....
Din...bibi dan mamang mu pulang dulu,dalam waktu dekat insya Allah jika sudah ada waktu luang lagi bibi dan mamang akan ke sini lagi...
jaga diri kalian baik baik,sambil mengusap kepala cucu cucu nya,berat rasanya jika mungkin bi Siti ingin membawa semua cucu nya,tentu saja bi Siti faham sesulit apapun keadaan ibu,buah hati lah yang akan menguatkan, memang Dina sedang dalam titik terendah tapi tak ada terbersit niat untuk menitipkan anak anak ke siapapun bahkan bi Siti sekalipun,dia tidak rela membiarkan mereka bertumbuh jauh dari pengawasan dan jangkauan dia...
sebelum pulang mang Ujang serahkan amplop coklat,Dina ..ini sedikit dari bibi dan mamang bisa kamu gunakan untuk merealisasikan impian kamu,ini modal awal dari kami,jumlahnya memang tidak seberapa, tapi kami ber do'a ini membawa barokah untuk usaha kamu ke depan.
jangan sungkan untuk bertanya tentang apapun,bahkan kamu harus sering sering kabari kami ya...
Dina menerima amplop yang di berikan mang Ujang,dan mengucapkan banyak terima kasih.
Dina akan gunakan pemberian paman dan bibi sebaik baiknya,terima kasih banyak bibi ,mang, ucap Dina bergetar menahan tangis haru.
iya bibi percaya sama kamu Din sambil mengusap punggung Dina ,..Ada kekuatan yang luar biada terasa makin kuat tekad dan tubuh Dina,bahkan ia yakin dengan dirinya, rasa percaya dirinya tumbuh karena dukungan bibi dan paman sebagai orang tua sambungnya,..." bapa ibu,ternyata Dina tidak sendiri ada mang Ujang dan bi Siti yang menggantikan peran ibu dan bapa..." tenang di sana Bu Dina dan anak anak baik baik saja....
Ayok mah greb yang bapa pesan dah menunggu di depan,di gendong nya Doni dan menuntun Dika,antar kakek dan nenek ke depan mau nak...di balas anggukan ke duanya,agak memudar keceriaan keduanya seperti tau mereka akan di tinggal .
Bi Dina berjalan mengekor suaminya sambil menciumi Dina sambil berjalan,anak pinter anak Soleh jangan nakal,jangan rewel ya nak...
biar mamah nya gak begitu repot...ucap bi Dina .
sesampainya di depan rasa haru dah mulai terasa,air mata sudah mulai menganak sungai di mata Dina dan bi Siti,mang Ujang memeluk Dika dan Doni erat sambil mencium kening mereka berdua,begitu juga bi Siti yang terus menciumi Desy...lalu ia menyerahkan ke Dina dan lanjut memeluk erat keduanya,bibi pulang dulu ya nak,mengusap punggung Dina dan mencium pipi kanan dan kiri Dina,Dina pun membalas tanpa berkata kata,air matanya mengalir deras seakan tak rela mereka tinggalkan....
pelukan erat perlahan mengendur,bibi senyum seakan memberi kekuatan dan semangat ,sambil melepaskan tangan yg masih bertaut,bi Siti dan mang Ujang baik ke dalam mobil,di hantar lambaian tangan anak anak ( Doni dan Dika) dan tangis perpisahan pun semakin deras....
__ADS_1
perlahan mobil berlalu,Dina pun mengajak Dika dan Doni masuk kembali ke rumah
Dina..." Dika,Doni ayok nak kita masuk ajak Dina
Dina berjalan di depan sambil menggendong Desy...Dika dan Doni mengekor di belakang ...
sampai di dalam Dika dan Doni bertanya "mamah kapan nenek dan kakek ke sini lagi?
Dina mengusap kepala anak anak nya sambil menjawab,nanti kalo nenek dan kakek tidak sibuk,kalian do'a kan saja semoga kakek nenek sehat....kita semua sehat jadi nanti kita kumpul lagi bareng bareng ya nak ..ucap Dina menahan tangis ...
Doni...." mamah,aku dapat ini sambil mengacungkan amplop gambar kartun,apa itu nak....tanya Dina...
Dika ..." Kakak juga dapat mah
ayok dek kita buka sama sama ajak Dika
Doni..." ayok....
di buka nya amplop masing masing,ternyata isi nya lembaran uang seratus ribu masing masing dapat lima lembar ,horeeeeeee teriak kedua nya riang...
di tidurkan si bungsu Desy di kasur,ketika merapihkan baju Dina menemukan ada yang mengganjal di saku baju Desy,ternyata amplop yang sama seperti yang di dapat ke dua kakak nya ..."ya Alloh bibi gak ada cukup nya kalian memberi hadiah untuk anak anak" gumam Desi...ya Alloh berilah kesehatan dan rezeki pada bibi dan mamang ku,jika engkau ridho berikanlah kemampuan aku membalas kebaikan nya suatu saat nanti...aamiin do'a Dina panjatkan untuk keluarganya...
Dina pun melanjutkan aktivitas nya,sedangkan anak-anaknya asik main dengan mainan hadiah kakek nenek nya,sesekali Dina melihat keceriaan para buah hati nya...
Dina tersenyum saat melihat nya ...." kalian tenang saja nak,mamah akan berjuang sekuat tenaga demi kalian"...
setelah selesaikan semua pekerjaan rumah,Dina pun ambil buku dan bolpen untuk bikin list belanjaan untuk besok...ya Dina berencana mau belanja bahan-bahan untuk membuat dagangan....
Dina sudah tidak mau berpikir sempit,mengira ngira apa lagi hanyut memikirkan kehidupan ia sebelum nya ...dia slalu teringat akan pesan mamang bibi nya agar ia,fokus ke tujuan dan segera memulai usaha nya...
Ya Dina tidak ingin berlama lama berpangku tangan,bagai mana pun caranya Dina akan mulai berjuang dari nol demi anak-anak dan masa depan keluarganya sekarang...
"Semangat Dina...kamu bisa" teriak Dina di udara menyemangati diri sendiri...
Nah segini dulu cukup untuk awal semoga usaha ku berkah ya Alloh...gumam Dina...
__ADS_1
kringg....kring .... suara nada telpon berbunyi,di lihat layar hp ternyata bi Siti...
halo bibi...ucap Dina menyapa
bi Siti .." iya nak...kami sudah sampai
kamu lagi apa?
Dina ..." baru selesai list belanjaan buat besok bi
bi Siti..." baguslah nak semakin cepat semakin baik...bibi do'a kan usaha mu lancar jadi berkah untuk keluarga mu.
Dina..."aamiin sahut Dina
Oya bibi terimakasih untuk semuanya,bibi sudah banyak di repotkan kami....
bi Siti..." tidak apa nak kalo kami ada
ya sudah bibi mau istirahat dulu ya nak,lumayan cape nih...
Dina ..." iya bibi selamat istirahat ya...salam dari kami buat mamang ..
bi Siti..." iya nak... assalamualaikum
Dina... Waalaikumsallam....
Dina menutup telpon dan lanjut masukin Lis belanjaan ke dalam tas,duit yang di kasih mang Ujang kemarin di hitung ternyata jumlahnya 5 juta,uang pinjaman dari sepupunya juga masih utuh,yang kepake hanya uang yang dari adik adik nya kemarin, Alhamdulillah semoga jalan usaha ku...Dina tidak membawa semua uang nya dia hanya membawa dua juta saja yang 5 juta nya di simpen di tempat yang aman ...
selanjutnya Dina membuka hp nya untuk sekedar lihat lihat harga dan disigen spanduk Jang disigen brosur untuk setrategi marketing nanti ,apa aku tanya Adi dan Rani ya siapa tau mereka bisa bantu...aku juga butuh izin untuk pasang sepanduk sama pak Hasan mertua Rani...semoga aku di izinin...
sekarang aku mau istirahat dulu sebentar...lelah rasa nya...gumam Dina sambil meregangkan otot-otot nya ..
bersambung....
gak sabar ya,pengen icip icip masakan Dina hehehe....
__ADS_1