
di kontrakan Dina sekarang lagi tegang,Dika dan Doni masih berpelukan,sementara Dina terus mengompres mata Arya dan tanpa henti mengucapkan " maafin anak saya"
Arya pun memegang tangan Dina yang sedang menempelkan sapu tangan di mata Arya,apa mba bisa hanya mengompres mata saya tanpa bicara...
Dina pun mengangguk ,merasa risih dan tidak enak hati,ingin sekali memarahi anak nya,tapi saat melihat Dina pun kasihan...
Arya..." kalian kemari nak,om tidak apa-apa hanya perih sedikit,ini ibu sedang mengobati dan sudah baikan...Arya menggeser kan badan dan mendorong tangan Dina agar berhenti mengompres nya...
Arya pun menghampiri ke dua anak laki-laki yang terlihat ketakutan...
Dika...'apa om akan memarahi Doni?
Arya..." tentu tidak,Doni kan tidak sengaja masa di marahin,ya kan Don...
Doni..." mengangguk,om maafin aku gak sengaja om...
Arya..." tidak apa,om sudah baikan kemari lihatlah sendiri sambil mengulurkan tangan ke Doni...
Doni pun menyambut uluran tangan Arya dan duduk di pangkuan arya menghadap ke muka nya,Doni pun mengusap matanya dan meniup nya...
Doni..." sakit ya om?maafin Doni ya om menunduk murung.
Arya mengusap kepala Doni,dan menatap wajah polos penuh rasa bersalah itu...lalu Arya repleks mengecup kening dan memeluk Doni...semua yang ada di sana terheran terutama asisten nya Aji,ini kali pertama bos nya bertemu anak kecil dan bisa langsung dekat,padahal yang dia tau karakter bos nya ini,arogan ,datar,tidak begitu ramah,tapi dia faham bos nya adalah orang yang baik ,dia heran kenapa dia manis sekali dan sangat kebapaan saat bertemu Doni...padahal ia sering berkunjung k panti asuhan,dia rada susah untuk sekedar interaksi dengan anak-anak,ya inilah pemandangan langka yang sangat kebetulan ia saksikan.
Dika...sini nak mendekatlah...panggil Arya,menyadarkan lamunan Aji.
Dika pun mendekat dan duduk berbarengan sambil melanjutkan permainan yang sempat tertunda tadi....
sementara Dina bingung harus berbuat apa,aktifitas nya terhenti dan dia hanya menyaksikan ke dua anak nya yang sedang asyik bermain dengan bos PT.Graha karya perkasa itu...
bahagia nya mereka,seperti mendapatkan sosok ayah nya..." mas Anto sama sekali tidak mencari mereka,padahal hanya beda kampung saja...jika dia ada kemauan menemukan alamat kami pasti akan sangat mudah ia temukan...
sudah hampir tiga Minggu,mereka tidak bersekolah...sekarang aku sudah mantap memindahkan sekolah mereka...dan akan segera ku urus surat percerai an ku...Dina hanyut dalam lamunan,...
mah...mah ..Dika memanggil.
Dina ..." ya kak...
Dika. ." om mau pulang...
Dina..." oh iya,maaf pak saya melamun tadi,
Arya..." sesuai yang sudah di bicarakan asisten saya tadi,surat kontrak dan tawaran saya ibu pelajari dan pikirkan dengan matang,saya berharap ibu bersedia bekerja sama dengan saya dan perusahaan kami...
__ADS_1
Dina .." akan saya pikirkan dan pertimbangkan pak,semoga apa yang jadi keputusan nanti yang terbaik.
Arya..." kalo begitu saya pamit ya Bu,sampe jumpa lagi di pertemuan berikut nya,
Dina..." iya pak ..untuk kejadian tadi saya mohon maaf sekali pak...
Arya..."sudah lah bu,itu hal sepele saja jangan di pikirkan...saya juga senang bisa dekat dengan anak anak
Dina..." terimakasih banyak untuk hadiah nya
pak,semoga di ganti dengan yang berlipat ganda dan makin barokah.
aamiin...
Oya,apa lain kali saya di ijinkan jika ingin bermain dengan anak-anak lagi?
silahkan...tentunya jika anda tidak repot pak ucap Dina....
mereka pun berpamitan,
Di perjalanan Arya hanyut dalam lamunan dan pikiran nya,ada tanya yang timbul ...
" kenapa aku seperti ada ikatan batin dengan anak anak itu,mereka sangat menyenangkan bahkan aku tidak rela berpisah tadi"
tersadar asisten nya memanggil...sampe berhenti karena kawatir bos nya kenapa Napa.
Aji..." bos kita akan ke Rumah sakit kan?
Arya ..." memang siapa yang sakit?
Aji..." apa sebaik nya kita periksakan mata bos?
Arya ..." sepertinya tidak perlu,pulang saja... aku akan istirahat saja di rumah.
Aji..." apa bos yakin?memastikan...
Arya..." memangnya aku terlihat selemah itu,sampe kau menghawatirkan ku berlebih seperti itu...
Aji..." bos tidak terlihat lemah sama sekali,hanya saja saya kawatir dengan anda bos.
Arya..."aku baik baik saja,terimakasih sambil menepuk pundak aji...
ada kebanggaan di hati Arya setidaknya ia punya asisten yang sangat setia padanya,walaupun Arya tidak punya keluarga yang menghawatirkannya saat ini.
__ADS_1
"betapa bahagianya mereka yang sudah punya keluarga,ada yang menunggu saat pulang,ada yang kawatir saat sakit,dan ada tempat berkeluh kesah dalam susah mau pun senang"
hemmm ....aku juga ingin punya keluarga gumam Arya.
perjalanan pun berakhir di depan rumah mewah nan megah milik Arya,di bukakan pintu dengan sigap oleh Aji...
Arya..." pulang lah...terimakasih sudah mendampingi ku selama ini menepuk punggung Aji
Aji..."ya bos hanya ini yang saya mampu,saya senang bekerja dan melayani anda.
" tumben dia berterima kasih,aku sudah kerja bertahun tahun baru bilang makasih sekarang,apa karena luka di matanya ..haha terkakak sendiri sambil geleng geleng kepala,merasa aneh atas sikap bos nya tadi...
Aji pun bergegas pulang,ia juga ingin segera mengakhiri rutinitasnya hari ini...
selesaiii...akhirnya aku bisa beristirahat sekarang ,karena jarak ke rumahnya hanya 2-3 menit dari rumah Arya jika di tempuh pake mobil.
sementara di rumah Dina,ia baru selesai membuat list belanjaan dan list para pemesan untuk besok.
kebetulan besok ada pesanan nasi box untuk ibu ibu yasinan,100 box senack 100 box juga rempeyek 25 kg...
ya Allah semoga besok bisa menyelesaikannya tepat waktu....batin Dina...
setelah selesai Dina menyelimuti Dika dan tidak Doni yang sudah terlelap tidur,maafin mamah nak tadi memarahi kalian...ucap Dina menyesal...
ya sejak Arya pulang Dika dan Doni di marahin agar kedepan nya lebih berhati hati lagi.
"luka parah gak yah mata dia,semoga tidak"
gumam Dina...
"aku akan menengok nya besok jika aku sempat,aku kawatir dengan matanya"
surat kontrak,ahhh...aku belom sempat membaca nya...kenapa aku juga lupa sih...
gara gara insiden tadi sih sambil tepuk jidat Dina merasa prustasi.
ya Allah apa aku setuju saja dengan kerja sama yang mereka tawarkan...
sebaiknya aku telpon mang Ujang dan bi Siti untuk minta pendapat,aku juga akan bicara dengan Rani,dia jenius pasti dia bisa kasih masukan ke aku yang sama sekali belom tau dunia bisnis.
ya Allah lelah dan penuh derama hari ini,badan ku juga sangat lelah...menggeliat...dan Dina pun merebahkan badan nya di sebelah anak bungsu nya Desy...
bersambung....
__ADS_1