Kultivator Supreme

Kultivator Supreme
Chapter 4 : Perjalanan Kembali


__ADS_3

Dari kejauhan, Gang Ou masih melihat punggung Lin Tian yang terus berjalan menjauh. Lalu setelah tidak terlihat lagi, Ia memanggil salah satu bawahan nya.


"Tang Zhong!" Panggil Gang Ou dengan melirik ke salah satu arah. Dan tiba-tiba terdapat bayangan yang memunculkan sosok berbaju tertutup berwarna hitam yang muncul didepannya.


"Tang Zhong disini, Tuan." Jawab bawahan Gang Ou yang bernama Tang Zhong itu.


"Ikuti anak itu, Bantu dia jika memang dibutuhkan." Perintah Gang Ou kepada Tang Zhong sambil berjalan menjauh darinya.


"Baik!"


"Lin Tian, Lin Tian. Hanya dalam 10 tahun saja sudah berhasil melesat ke Ranah Martial Grandmaster. Lin Hu, Sepertinya suatu hari nanti, Anakmu itu akan berubah menjadi Naga yang terbang ke langit." Ucap Gang Ou dalam batinnya.


***


Disisi lain, Terlihat Lin Tian yang sedang bersandar dibawah pohon apel sambil memakan sebuah apel. Dia mengunyah nya dengan santai sembari menikmati suasana yang ada. Angin segar yang berhembus dan diikuti dengan pemandangan matahari tenggelam yang indah.


Namun ketika hendak menggigit yang kesekian kalinya, Ia kembali teringat tentang Desa Gang dan Gang Ou, "Pak tua itu, Sepertinya tau banyak hal. Apakah aku perlu kembali lagi kesana?" Tanya Lin Tian kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


Namun tiba-tiba ia menghilangkan pemikirannya itu dengan menggeleng-gelengkan kepalanya sembari lanjut menggigit bagian apel lainnya. Hingga malam pun tiba, Karena tidak tahu apa yang akan dilakukan. Lin Tian memutuskan untuk melanjutkan perjalanan nya saja untuk kembali ke Kota kelahirannya.


Setelah berjalan cukup lama, Ia melihat sebuah kota kecil yang cukup terang dari kejauhan.


"Apa ini? Seingatku, Bukankah dulu disini hanya ada lahan kosong? Apakah kota ini baru dibangun beberapa tahun yang lalu?" Tanya Lin Tian dalam batinnya.


Karena merasa penasaran, Ia memutuskan untuk bermalam di kota itu sebelum melanjutkan perjalanannya keesokan harinya. Setelah berada tepat didepan gerbang kota, Ia dihentikan oleh dua penjaga yang menjaga gerbang kota.


"Hmmm, Sepertinya kami belum pernah melihatmu sebelumnya, Apakah ini pertama kalinya kau datang kesini?" Tanya salah satu penjaga yang berada di ranah Martial Artist tahap menengah.


"Kalau begitu, Apakah kau memiliki 5 batu jiwa?" Penjaga itu bertanya kembali.


"Eh!? T-tidak, Ada apa dengan batu jiwa?" Tanya Lin Tian yang tidak tahu apa-apa.


"Heh! Kau mau masuk kedalam kota tapi bahkan 5 batu jiwa saja tidak punya? Apa kau tahu peratu-" Sebelum salah satu penjaga yang tampak marah itu menyelesaikan ucapannya, Tiba-tiba penjaga lainnya menyela dan menghentikannya.


"Maaf, Tapi orang baru harus membayar setidaknya 5 batu jiwa jika ingin masuk kedalam kota."

__ADS_1


"Jadi begitu, Seharusnya bilang dari tadi dong!" Ucap Lin Tian sambil mengulurkan tangannya yang masuk kedalam ruang dimensi penyimpanan Kultivator yang dimana hal itu hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang sudah berada di ranah Martial Grandmaster.


Mengetahui bahwa Lin Tian adalah seorang Kultivator tingkat tinggi, Tentu saja kedua penjaga itu terkejut karena dia bahkan berada 1 ranah diatas walikota, "Orang ini... Ternyata seorang Kultivator ranah Martial Grandmaster? tamatlah aku!" Gumam salah satu penjaga yang sebelumnya tampak marah dengan keringat dingin yang bercucuran keluar dari seluruh tubuh.


Karena ketakutannya, Penjaga itu tentu saja langsung mencari cara untuk menjilat Lin Tian agar dia mengampuni nya.


"I-ini tuan... Anda sudah tidak perlu membayar lagi, Silahkan masuk. Maaf atas perilaku saya yang tidak sopan sebelumnya, Hehe~" Ucap penjaga itu sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Setelah mendengar ucapan penjaga itu, Tentu saja Lin Tian sangat lega karena sebenarnya dia juga tidak memiliki apapun didalam ruang penyimpanan nya, "Baiklah." Jawab Lin Tian dengan tersenyum sambil berpura-pura agar terlihat santai seperti tidak ada yang terjadi.


Melihat Lin Tian yang sudah berjalan menjauh, Penjaga yang sebelumnya seketika sangat lega karena hidupnya masih selamat kali ini. Dia menghembuskan nafas sambil berkata dalam keadaan senang, "Syukurlah~"


......................


Thx buat kalian yang udah mau baca, Mohon maaf jika ada kesalahan dalam hal kosakata yang membuat ketidaknyamanan bagi kalian semua. Tapi tentunya pada episode-episode selanjutnya akan saya perbaiki & tingkatkan.


Ikuti terus kelanjutannya, Salam dari saya๐Ÿ˜๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2