Kumpulan Dongeng Penghantar Tidur

Kumpulan Dongeng Penghantar Tidur
cerita pocong ngesot


__ADS_3

Makhluk gaib diidentikan dengan sesuatu yang seram, horor, dan menakutkan. Tapi bukan riajenaka.com namanya jika tidak bisa menghadirkan cerita lucu dari hal-hal yang menyeramkan seperti hantu, kuntilanak, suster ngesot, pocong, genderuwo, tuyul, setan dan lain-lain.


Huu


Pada edisi kali ini, kami menghadirkan cerita lucu Pocong yang bisa membuat anda tertawa ng huuh niakak karena sangat konyol. Jadi sudah tentu cerita lucu ini sangat aman dibaca oleh anak-anak atau pun orang yang penakut terhadap hal-hal mistis. Siapa tahu setelah membaca cerita Pocong lucu ini, Anda berhenti takut terhadap mahluk dari dunia lain tersebut.


Cerita lucu tentang Pocong ini kami kumpulkan dari berbagai sumber yang sudah diuji tingkat kocaknya. Kalau tidak bisa membuat Anda tertawa ngakak, minimal bisa membuat tersenyum. Dan juga Anda tidak perlu membutuhkan banyak waktu untuk segera menikmati khasiatnya sebagai obat stres karena ini adalah cerita pendek lucu tentang Pocong. Jika Anda tidak punya moment santai, jangan bebani hidup Anda dengan membaca cerita panjang Pocong. Langsung saja, berikut ini berbagai kisah lucu Pocong, semoga Anda terhibur.


""""Tepat jam 12, gerbang kuburan dibuka. Seketika mereka berhamburan keluar untuk mencari hiburan. Gerombolan pocong yang tergabung dalam geng Pocong langsung menuju markas di bawah pohon melinjo untuk pesta miras.


Teman Pocong: “Eh, elu nggak jalan ama cewek lu si Kunti?”


Pocong: “Dia cuma ngajak ketemuan. Sekarang nunggu di jembatan ujung jalan. He.. he..”


Teman Pocong: “Terus ngapain lu kesini?”


Pocong: (Dengan memasang tampang afgan nahan berak) “Itu dia masalahnya. Gue minta lu nganter gue. Perasaan gue nggak enak. Garing, galau ringan.”


Teman Pocong: “Malu ama muka. Masak muka serem gitu ketemuan aja minta dianterin. Ogah! Males gue kalo lewat depan bioskop itu. Manusia sekarang pada sadis melecehkan kita lewat film. Masak kita digambar ngelemprak


dengan tulisan POCONG NGESOT. Sebelahnya parah lagi, POCONG MANDI GOYANG PINGGUL. Sejak kapan kita bisa mandi sambil goyang pinggul? Mandi aja nggak pernah kan kita? Mereka fitnah seenaknya. Sakit ati gue!”


Pocong: “Santai aja bro. Gue ngeliat tulisan POCONG VS KUNTILANAK aja nggak marah. Padahal jelas-jelas yang sebenarnya adalah pocong love kuntilanak. Biarin manusia begitu. Dulu waktu kita masih hidup juga sering membuat fitnah. Ikhlasin aja.. Ayo ah anterin gue,” (sambil memaksa karenasudah tak sabar bertemu kekasih hatinya.”


Teman Pocong: “Ogah ah! Gue lagi pengen mabok bir cap kemenyan cihuy. Pocong Ateng yang bawa. Katanya barang


import. Lagian kalo gue ngikut ntar cerita ini jadi banyak tokohnya. Bikin pusing penulisnya nanti. Ha..ha..” (sambil berlalu, meninggalkan sahabatnya resah dalam garing alias galau ringan).

__ADS_1


Dengan perasaan galau yang menelusup pikiran, akhirnya si Pocong menemui kekasih hatinya yang telah duduk manis di atas pagar jembatan. Pocong muncul setelah lewat setengah jam dari waktu yang dijanjikan.


Pocong: “Hai yayang Kunti, ma’af ya telat. Soalnya jalanan licin. Jadi pas loncat-loncat kepleset terus. Untung tadi numpang odong-odong” (beralibi).


Kunti: “Hmmm..”


Pocong: “Aku kan udah minta ma’af. Kenapa kamu masih dingin gitu?


Kunti: “Baru dari kulkas!!”


Pocong: “Owh.. Maksud aku kenapa mukamu pucat sayang?”


Kunti: “Goblok! Ya iyalah. Aku kan setan. Bego dipiara.” (makin sebel).


Pocong: “Oh, bener juga ya? Tapi maksudku bukan itu. Kenapa wajahmu terlihat murung? Adakah yang kamu pikirkan


Kunti: “Sepertinya, kita sudahi saja hubungan kita.”


Pocong: “Owh..”


Kunti: Kenapa kamu nggak sedih?” (Sambil mengerutkan dahi).


Pocong: “Ya nggak apa-apa. Kan besok masih bisa bareng lagi. Cuma malam ini kan?”


Kunti: “Maksud aku kita putus!!” (Sambil melotot).


Pocong: “Apa?! Kok gitu yang? Tapi kan..”

__ADS_1


Kunti: “Nggak ada tapi-tapian. Ngerti!”


Pocong: “Iya iya aku ngerti. Aku cuma butuh satu tapi,” (dengan muka memelas).


Kunti: “Hiiihhh.. Susah ya ngomong ama Pocong otak profesor.”


Pocong: “Owh, pacar baru kamu Profesor?” (seakan tanpa dosa).


Kunti: “Iya! Profesor Idiot!” (kesal meradang).


Pocong:”Yang, pliss.. Beri aku kesempatan. Aku sudah berusaha menjadi yang terbaik buatmu.” (Dengan susah payah mencoba berlutut. Namun apa daya terjungkal karena sempitnya kain kafan yang melilitnya).


Kunti: “Apa? Terbaik? Kamu memelukku saja nggak pernah. Membelai rambutku juga nggak pernah. Kamunggak romantis! Dan satu lagi, nggak usah aku kamu, panggil lu gue aja. Kita udah putus! Titik.”


Pocong “Sayang, bukankah dulu kamu bilang mau menerima aku apa adanya? Aku emang nggak bisa memelukmu. Selain tanganku terbungkus, aku juga masih punya iman. Kita bukan muhrim yang..”


Tuyul: “Hai..” (memotong ratapan pocong). (Tuyul datang dengan membusungkan dada. Padahal tubuh kuntetnya tidak sedikitpun macho).


Kunti: “Ma’af, aku sudah memilih dia,” (sambil menunjuk ke arah Tuyul).


Tuyul: “Ayo kita jalan-jalan ke mall. Kamu bisa pilih gaun apa saja, biar aku yang bayar,” (dengan sedikit melompat untuk meraih tangan Kunti).


Kunti: (Tersipu, wajah pucatnya merona).


Pocong: “Dasar setan matre! Ke Masjid aje!”


Mereka berdua berlalu, meninggalkan pocong yang kini benar-benar ngesot dalam ratapan..

__ADS_1


__ADS_2