
hari hari dimulai seperti biasa tak ada yg berubah, hari ini adalah 2 Minggu diriku menginap disini penduduk yg ramah dan baik setiap 4 hari sekali diadakan bersih-bersih. kampung sangat bersih tiada hal yg penting sampai pada hari ini hari berubah katumei diminta ibunya untuk membeli bahan bahan makanan di pasar, yg kebetulan katumei sedang membersihkan rumah.
ibu katumei: "katumei, sini tolong belikan sayur dan daging di pasar ya "
katumei: "ya bu, atshu apa kau ingin menemaniku ke pasar lagipula kau juga gak ngapain ngapain kan "
atshuzuri: "ya tapi tunggu dulu aku harus mandi dahulu "
katumei: "dari tadi bukannya mandi udah jam 8 dih bau "
atshuzuri: "tadi siapa yg bilang suruh membantu membersihkan rumah kalo bukan kamu haaaa "
katumei: "ya, udah yg penting jangan lama "
ibu katumei: "udah jangan ribut "
atshuzuri & katumei: "ya bu "
atshuzuri pun pergi mandi dan katumei menunggu sampai dia selesai mandi.
katumei: "ayo berangkat atshu keburu lapar nih soalnya bahan masakan nya belum ada nih "
atshuzuri: "ya ayo oh iya ibumu mana? "
katumei: "di sebelah sedang ada yg sakit jadi ibu menjenguknya terlebih dahulu. tenang saja kita pulang dari pasar ibu mungkin juga sudah pulang "
atshuzuri: "oh, oke "
katumei: "cepat keburu ibu pulang, kalo ibu pulang kita belum beli kan jadi gawat kalo gini ceritanya "
atshuzuri: "ya, mari "
mereka pun berangkat ke pasar untuk membeli bahan makanan untuk dimasak ibu katumei, ternyata kenyataan berkata lain ibu sudah pulang ke rumah tak lama setelah mereka pergi.
ibu katumei: "ibu pulang, ha mereka jadi belum beli. apa itu hah biasa "
ada yg bercahaya di sesuatu ruangan yg pernah dikatakan oleh katumei bahwa ruangan itu bersifat pribadi milik ibunya, dan ibu katumei masuk kedalam ruangan itu. sedangkan itu katumei dan atshuzuri di pasar sedang bingung membeli makanan yg disuruh oleh ibunya karena lupa.
katumei: "bukan yg ini atshu dih "
atshuzuri: "benar yg ini emang ibu tadi bilang apa "
katumei: "daging sapi bukan daging kambing kamu ini "
atshuzuri: "kebalik justru ibu suruh yg daging kambing bukan daging sapi kan ibu ingin sop daging kambing bukan daging sapi! "
katumei: "bukan, kamu mah ngeyel dibilangin "
ibu ibu penjual : "udah gak usah ribut kalo ribut entar jodoh Lo "
katumei: "apa apaan sih bu "
atshuzuri: "ya udah yg benar mana "
__ADS_1
katumei: "daging sapi lah "
atshuzuri: "ya udah aku mah ikut aja kalo salah salahkan kamu ya aku mah diem aja "
katumei: "nah gitu dong jadi cowo harus ngalah kamu kan cowo baik "
atshuzuri: "gak aku jahat jadi mana yg benar sapi nih fik ya berarti "
katumei: "ya Bu daging sapi nya 2 kilo ya "
ibu ibu penjual: "ok, udah ributnya nih jadinya "
katumei: "ya Bu, nih anaknya emang keras kepala kalo dibilangin. batu palanya besar "
atshuzuri: "ya ya ya, bukannya keras ya kok besar "
katumei: "udah ih apa aja kan cewe selalu benar "
atshuzuri: "ya udah, aku mah diem aja aku kan anak baik "
katumei: "cuih lah "
ibu ibu penjual: "udah nih, berantem aja dari tadi "
katumei: "ya Bu terima kasih ya Bu ini uangnya "
ibu ibu penjual: "ya terima kasih ya kapan kapan kalo beli sama dia jangan berantem lagi kalo berantem saya doakan jodoh "
katumei: "apaan sih bu "
katumei: "Atshuzuri gimana kalo kita ke dermaga kamu belum pernah ke dermaga pagi-pagi kan".
Atshuzuri: "apa ibumu tidak menunggu di rumah"
katumei: "tidak apa-apa cuma sebentar tidak lama kok lagipula seru"
Atshuzuri: "terserah dirimu ikut aja "
mereka pun pergi ke dermaga udara dingin di dermaga menyejukkan mereka.
katumei: "hahhhhh, dingin sekali angin pagi tidak pernah mengecewakan ya"
Atshuzuri: "ya benar sekali ku harap ibumu tidak marah ke kita "
saat katumei melihat Atshuzuri dari belakang dia melihat sosok ayahnya yang selalu mengajaknya ke dermaga selain di pantai saat masih kecil dia pun meneteskan sedikit air mata.
Atshuzuri: "katumei, kamu menangis? "
katumei: "tidak hanya kemasukkan debu "
Atshuzuri: "hmm "
katumei: "ih serius "
__ADS_1
Atshuzuri melihat sekelompok pemuda yang sedang jalan pagi di dermaga seketika membuatnya teringat sesuatu. Atshuzuri berpikir bagaimana dia dapat tau siapa dirinya jika dia mau berpetualang dan melihat luasnya dunia dan dapat mengerti arti rumah, tapi dia butuh keahlian untuk bertahan hidup membuatnya tertarik untuk mengikutinya.
Atshuzuri: "katumei mereka siapa? "
katumei: "mereka adalah remaja yang sedang berlatih dari akademi pelatihan "
Atshuzuri: "mereka belajar apa saja disana? "
katumei: "belajar strategi dan seni berperang atau apalah itu "
Atshuzuri: "bagaimana cara daftar nya? "
katumei: "hah, kau ingin mendaftar? "
Atshuzuri: "ya "
katumei: "kalo ada apa-apa bagaimana? "
Atshuzuri: "aku tidak bisa diam saja! "
katumei: "tapi, eh iya aku lupa sudah jam berapa ini ayo kita pulang "
Dan tiba-tiba katumei menarik tangan Atshuzuri dan berlari pulang bersama-sama sesampainya di rumah ibu katumei sudah menunggu mereka.
ibu katumei: "kenapa lama sekali "
katumei: "sedikit jalan-jalan Bu "
ibu katumei: "yaudah sini mana belanjaan ibu "
katumei: "nih "
akhirnya ini katumei mengajak bahan dibantu katumei setelah itu mereka makan bersama-sama. pada saat malam katumei bilang ke ibunya bahwa Atshuzuri ingin ikut akademi.
katumei: "ibu Atshuzuri ingin ikut akademi "
ibu katumei: "hah, apakah kau sudah benar-benar pulih? "
Atshuzuri: "sudah untuk masuk apa perlu biaya "
ibu katumei: "tidak itu seperti pelatihan menjadi seorang prajurit disana cukup keras apa kau siap? "
Atshuzuri: "siap! "
ibu katumei: "baiklah jaga baik-baik dirimu untuk persiapannya semuanya akan ibu siapkan "
katumei: "jadi di ijinkan? "
ibu katumei: "iya Atshuzuri butuh pelatihan agar dia dapat bertahan yaudah istirahatlah kau butuh istirahat untuk baju akan ku siapkan baju suamiku "
Atshuzuri: "baiklah "
Atshuzuri pun pergi istirahat.
__ADS_1
...{bersambung}...