
malam,pagi,siang mereka masih menunggangi kuda, hingga hari ini, tepatnya 10 hari setelah meninggalkan tempat aliansi, mereka telah sampai di gerbang kota dosa, los pekados
"saudara lian kita sudah sampai, ucap khalid sambil turun dari kuda, lian pun turun saat itu, ya, terimakasih saudara khalid telah mengantar, ucap lian berterimakasih
"sama sama saudara, maaf tidak bisa mengantarmu penuh hingga depan, dan harus buru buru kembali, lian tahu alasannya, karena khufra bisa saja menyerang kembali, tetapi lian tahu bahwa keturunan mantan khufra yang saat ini, akan segera menyegelnya, esmeralda
lian mengucapkan semoga khalid moskov dan seluruh aliansi selalu sehat, khalid berterimakasih lalu kembali
merekapun berpisah saat itu, lian kembali berjalan menuju gerbang kumuh kota los pekados...
saat lian hendak memaduki gerbang kota, beberapa penjaga menghampirinya dengan wajah tidak menyenangkan, lalu salah satu dari mereka meneriaki lian, "hei kau! berlagak sekali memakai pakaian seperti itu di sini!? teriak penjaga itu
"huh? apa maksudmu? jawab lian bingung, 'apakah beberapa tempat harus berbeda busana ketika memasuki tempat itu? sambil berpikir, lian kemudian menjawab
"baiklah aku akan mengganti pakaianku ucap lian singkat, para penjaga memandang lian dengan berbagai ekspresi, marah,jijik,bahkan mesum.(****** g*y)
pakaian lian yang tadinya sangat cerah itu berubah menjadi seperti mendung, seluruh pakaian seperti meleleh, dan berubah menjadi warna hitam pekat, membentuk sebuah pakaian seperti layaknya assasin
__ADS_1
para penjaga tadi merubah ekspresi mereka, drngan senyuman tidak menyenangkan, itu seperti ekspresi serakah
lian melihat ekspresi mereka dan dahinya mengerut, sudah kuduga akan terjadi adegan ini
"anak muda, serahkan baju itu dan kemudian kamu bisa pergi dengan selamat! ucap salah satu dari mereka, "oh oh tubuhmu juga! ucap orang yang memiliki ekspresi mesum tadi
mereka langsung memandangnya, lalu memberinya ekspresi tersenyum kecil, kecuali lian, matanya menjadi kemerah merahan, dan ada percikan kilat di tengahnya
tanpa basa basi lian menyimpan tombaknya, lalu mengangkat tangannya, [thunder bolt]
*sfx duuuaaaarrrrzzt!!!
petir besar menyambar para penjaga gerbang itu hibgga tak bersisa, bahkan meledakan beberapa meter jauhnya
'itu hanya petir biasa yang aku kendalikan... apalagi petir kuno?!' pikir lian
tak lama setelah kejadian itu, beberapa orang menghampiri tempat kejadian dimana petir tadi menyambar, "tidak mungkin petir sebesar itu bisa menyambar begitu saja.. ucap seseorang di antara kelompok itu
__ADS_1
"tunggu, bahkan ada gelombang magnetik disini, coba lihatlah kalung besi ini" ucap seseorang lain, "mungkin saja ada seseorang yang bisa mengeluarkan atau mengendalikan petir, kita harus melapor kepada bos bahwa kita kedatangan tamu yang sangat kuat! ucap yang lainya lagi
lian seperti tak terlihat saat oleh orang orang, karena lian kembali menyembunyikan semua auranya, tengah berjalan di gang yang sempit dan kumuh
melihat banyak remaja melakukan banyak hal gila, lian membuat semua yang dia lihat pingsan, dan karna ini adalah kota dosa
di tempat lainya..
malam yang cukup sepi untuk sebuah tempat seperti moniyan, itu karena tempat ini adalah reven nest, tempat dimana anak anak malang berada (seperti orang tuanya menjadi korban perang, di buang ketika masih kecil, broken home broken heart- ngaco:l)
seorang anak kecil tengah memandangi tiga mayat binatang (burung,tupai,kambing) dengan tak percaya,sedih,marah bercampur aduk, hingga beberapa orang anak seumuran dengannya menghampirinya dengan wajah arogan
"hahaha mampus! julian, kamu adalah keturunan guild free smith, mendingan kamu mati dengan mereka yang orang munafik itu!! ucap yang sepertinya pemimpin para anak kecil tadi
pikiran julian kosong dan kemudian dikuasai amarah, mengepalkan tangannya, lalu meninju anak yang tadi mengolok olok, serta membunuh tiga teman(binatang)nya itu hingga terlempar beberapa meter
di belakang julian terdapat beberapa orang memakai armour burung hitam, dengan 1 orang memakai armour perak keemasan dengan topeng matahari memimpin mereka, dan menghampiri julian
__ADS_1