
Ci Guang lalu berlari pergi tidak menunggu kembali nya ke empat pemuda dan para tawanan yang masih berlutut.
Ci Guang lalu melompat ke atas pohon yang tinggi dan ber sembunyi disana melihat semua orang.
Cukup lama juga Ci Guang menunggu semua orang pergi, lalu dia membuat Aaray yang kuat di sekitar gunung agar tidak ada orang yang masuk dan menempati tempat ini, dia merencanakan membangun sekte disini.
Setelah selesai membangun Array atau Formasi pertahanan yang terkuat, dia pun pergi dari sini.
Sampailah Ci Guang menemui Rumah kosong lalu tidur di salah satu kamar.
Tidak lama kemudian terdengar suara tawa
menyeramkan .
hi, hi, hi, hi,..”
Ci Guang langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi.
“Hmmmm........."
Tiba-tiba ruangan depan rumah yang gelap
pekat itu berkeredapan terang benderang oleh cahaya pedang
yang di putar putar di tangan belasan pendatang.
"Serahkan semua hartamu kalau tidak ingin mati!", Teriak salah seorang pendatang
Ci Guang langsung mengambil pedang nya dan berkata:" kalau tidak mau?",
"Kalau begitu mati saja, seranggggg", teriak si pemimpin.
Rupa nya mereka perampok elit, ilmu pedang mereka seragam atau mempelajari satu ilmu pedang.
__ADS_1
Belasan orang ini membentuk Formasi, tiga orang tiga orang sambil mengepung Ci Guang.
Bagian yang tengah berperan sebagai penyerang, sedangkan yang kanan dan kiri sebagai pelindung atau perisai.
Trang ,Tringggg, Trang, Tringgg.
Ci Guang ingin tahu cara kerja serangan Formasi musuh, jadi dia hanya menangkis saja serangan mereka.
Belasan orang pendatang itu mulai menyerang, mengelakkan
datangnya samberan sinar pedang Ci Guang dengan gesit sekali.
Setiap kali pedang saling bentrok, ada Qi yang memasuki tubuh Ci Guang walau hanya sedikit.
"Aneh, jika melawan Beast tidak ada Qi yang bisa di serap, tapi jika melawan sesama manusia, itu secara otomatis akan menyerap sendiri setiap lawan menggunakan Qi.
“Tahan pedangmu !" terdengar bentakan dari
salah seorang dari belasan orang itu.
dengusan.
Orang itu sudah berkata lagi : ”Kunasehatkan
,lebih baik menyerah saja dan jangan banyak tingkah didepanku. "
Crassss, kepala orang itu langsung menggelinding...... sinar pedang Ci Guang
memapas batang leher orang yang bicara tadi.
“Kurang ajar!" bentak orang itu setelah mengelakkan
serangan Pedang Ci Guang dengan cepat.
__ADS_1
“Kalau mau cepat mampus, bilang saja. Aku tak
sungkan-sungkan menuruti kehendak hatimu."
Keluarnya pedang Ci Guang dengan
menimbulkan sinar berkeredepan dua kali, telah membuat ruangan yang tadi gelap menjadi terang
benderang.
Tampak jelas orang yang bicara sambil ketawa
hi, hi, hi, wajah itu tampak putih tidak berkumis,
juga tidak berjenggot, hanya kerut-kerut kulit mukanya yang menunjukkan ketuaannya.
Sedang wajah ketiga orang Iainnya itulah wajah wajah yang sudah rusak, tidak normal lagi, alias Rusak berat seperti habis dicacah dengan pedang atau dengan pisau.
Ci Guang tidak banyak bicara lagi, ia segera
memainkan ilmu pedang nya dengan sangat cepat sekali, seperti tidak ada lagi yang menyamai kehebatan ilmu pedang.
Disana tampak berkilauan bayangan putih
bergulung-gulung menyambar-nyambar Kehadapan orang-orang itu.
Belasan orang itu juga segera meng-gerakgerakkan kaki tangan, memapaki datangnya
serangan sinar pedang si peramlll
Pertempuran berlangsung sampai 100 jurus,
hujan masih nyerocos turun menimpa genteng
__ADS_1
runa pz dan Disana sini air mengocor turun
dari lubang-lubang, banyak genteng yang pecah.