
Aku Ci Guang, hanya murid yang tidak punya uang," kata Ci Guang dengan acuh tak acuh.
“Senang bertemu denganmu,” Ruguan tersenyum plastik dan mengulurkan tangannya ke arah Ci Guang.
Ci Guangl berdiri di sana tanpa bergerak, mengabaikannya.
Ruguan berdiri terpaku, tangannya membeku kaku di udara.
Ci Guang menarik tangan Xiao Jing dan membawanya keluar, dia malas kumpul dengan orang seperti itu.
"Hmm, mengapa kita keluar, kita kan mau makan bersama?", protes Xiao Jing.
"Aku hanya tidak senang kumpul dengan mereka, ayo kita cari Restaurant yang lain", ajak Ci Guang.
"Mereka kan temanku, seharus nya Ge ge bisa menahan diri sdikit", protes nya.
"Justru itulah,aku nggak bisa menahan diri, aku tidak ingin membunuh temanmu yang sombong itu", protes Ci Guang.
"Kalau Ge ge tidak bisa menahan diri, lain kali saja kita makan, aku ingin bersama mereka, mereka teman baikku semua, aku tidak bisa
meninggalkan mereka begitu saja", protes Xiao Jing.
__ADS_1
" Baiklah, meme temui mereka, aku ingin pulang", Ci Guang pun langsung terbang dengan cepat melebihi kilat.
Sementara itu Xiao Jing berdiri bengong di depan Restaurant sambil memandang keatas langit.
Ci Guang yang lagi marah karena kata kata "dia hanya teman,bukan pacar" terbang dengan sangat cepat, namun berkat sulur putih, amarah nya akhir nya menjadi reda dengan sangat cepat.
Ci Guang pun sampai di rumah dengan cepat dalam waktu satu menit, dia turun agak jauh dari rumah karena melihat adik nya lagi berlatih di halaman .
"Wahh, adikku rajin sekali berlatih"
"Hai Ge ge", teriak Yu Siang sambil berlari, lalu menyodorkan telapak tangan nya.
"Pill", jawab Yu Siang sambil menyodorkan tangan satu nya lagi.
"Pill apa?",
Ci Guang pun mengambil dua botol pill level dua dan memberikan pada adik nya.
"Horeee, makasih Ge ge", kata Yu Siang sambil mencium pipi nya, lalu berlari masuk ke dalam rumah.
Ci Guang pun hanya geleng geleng kepala melihat adik nya yang lucu, mungkin di daerah sini, adik nya terkuat nomer tiga.
__ADS_1
Yang pertama tentu Xiao Jing pacar nya, nomer dua ibu nya dan nomer tiga barulah adik nya.
Kalau soal cantik , nomer satu kekasih nya, nomer dua barulah adik nya.
Tapi bila di bandingkan dengan gadis paviliun
kultivasi ganda ,adik nya masih kalah.
Ci Guang juga melihat ayah dan ibu nya semakin harmonis setelah dia beri buku kultivasi ganda, lebuh rukun dan lebih dekat satu sama lain.
Ci Guang lalu memasuki dunia batin nya dan melihat lihat rumah para anggota sekte, ternyata ada juga banyak yang kaya, mereka memiliki gudang harta, seperti penatua, wakil sekte dan kepala sekte lebih kaya lagi.
Ci Guang lalu mengumpulkan semua harta harta ini dari tiap rumah orang kaya.
Hewan ternak yang terbanyak, dari sapi, kambing, kerbau, ayam ,kelinci, bebek dan hewan ternak lain nya.
Ci Guang melepas semua ayam agar lebih cepat berkembang biak, begitu pula kambing, sapi, lembu dan laib lain nya dia lepas semua.
Ci Guang lalu pindah kedunia batin khusus harta dan perpustakaan, dia memindahkan semua buku disini, dia jadikan satu menjadi perpustakaan terbesar berisi buku saja.
Begitu pula dengan harta, dia jadikan satu menjadi gudang harta.
__ADS_1